Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:33 WIB
loading...
A
A
A
Meski Eropa Barat masih menjadi primadona, sejumlah destinasi lain mulai naik daun di kalangan wisatawan Indonesia. Salah satunya Santorini di Yunani yang dikenal dengan pemandangan romantis, bangunan putih khas, dan panorama laut yang ikonis. Akses penerbangan yang semakin mudah melalui Istanbul, Turki ikut meningkatkan minat wisatawan ke destinasi tersebut.
“Sekarang Santorini sedang banyak dicari. Tiketnya relatif murah dan aksesnya juga semakin mudah,” katanya.
Selain Santorini, Norwegia juga menjadi incaran wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Destinasi ini banyak diminati oleh wisatawan yang sudah pernah menjelajahi Eropa Barat dan ingin menikmati perjalanan premium, terutama untuk melihat aurora.
“Melihat aurora di Norwegia bisa dibilang menjadi level berikutnya setelah wisatawan puas menjelajahi Eropa Barat. Ini termasuk perjalanan premium yang memang sangat diminati,” tambah Wiranata.
Dari sisi waktu perjalanan, tren liburan ke Eropa kini tidak hanya terpusat pada musim panas atau musim dingin. Musim gugur justru disebut sebagai salah satu periode terbaik untuk berkunjung karena cuacanya lebih nyaman dan biaya perjalanan cenderung lebih hemat.
“Autumn itu cuacanya nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selain itu, banyak destinasi sedang low season sehingga biaya perjalanan lebih hemat,” jelasnya.
Soal biaya, wisatawan kini disebut tidak selalu harus menyiapkan dana ratusan juta rupiah untuk menikmati liburan ke Eropa. Paket wisata reguler selama 12 hari yang ditawarkan Kintana Tour dibanderol mulai dari Rp32,9 juta. Sementara paket all-in yang mencakup berbagai kebutuhan perjalanan ditawarkan sekitar Rp42,9 juta.
“Kalau ingin lebih nyaman dan tidak ada biaya-biaya tak terduga, sebaiknya memilih paket all-in. Jadi wisatawan bisa menikmati perjalanan tanpa khawatir pengeluaran membengkak,” katanya.
Wiranata juga membagikan beberapa cara sederhana agar pengeluaran selama di Eropa tetap terkendali. Salah satunya dengan membawa makanan praktis dari Indonesia serta lebih selektif saat berbelanja.
“Untuk makanan, banyak wisatawan Indonesia membawa bekal seperti rendang. Selain itu, kalau ingin belanja, fokuslah pada produk yang memang gak ada di Indonesia,” jelasnya.
“Sekarang Santorini sedang banyak dicari. Tiketnya relatif murah dan aksesnya juga semakin mudah,” katanya.
Selain Santorini, Norwegia juga menjadi incaran wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Destinasi ini banyak diminati oleh wisatawan yang sudah pernah menjelajahi Eropa Barat dan ingin menikmati perjalanan premium, terutama untuk melihat aurora.
“Melihat aurora di Norwegia bisa dibilang menjadi level berikutnya setelah wisatawan puas menjelajahi Eropa Barat. Ini termasuk perjalanan premium yang memang sangat diminati,” tambah Wiranata.
Dari sisi waktu perjalanan, tren liburan ke Eropa kini tidak hanya terpusat pada musim panas atau musim dingin. Musim gugur justru disebut sebagai salah satu periode terbaik untuk berkunjung karena cuacanya lebih nyaman dan biaya perjalanan cenderung lebih hemat.
“Autumn itu cuacanya nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selain itu, banyak destinasi sedang low season sehingga biaya perjalanan lebih hemat,” jelasnya.
Soal biaya, wisatawan kini disebut tidak selalu harus menyiapkan dana ratusan juta rupiah untuk menikmati liburan ke Eropa. Paket wisata reguler selama 12 hari yang ditawarkan Kintana Tour dibanderol mulai dari Rp32,9 juta. Sementara paket all-in yang mencakup berbagai kebutuhan perjalanan ditawarkan sekitar Rp42,9 juta.
“Kalau ingin lebih nyaman dan tidak ada biaya-biaya tak terduga, sebaiknya memilih paket all-in. Jadi wisatawan bisa menikmati perjalanan tanpa khawatir pengeluaran membengkak,” katanya.
Wiranata juga membagikan beberapa cara sederhana agar pengeluaran selama di Eropa tetap terkendali. Salah satunya dengan membawa makanan praktis dari Indonesia serta lebih selektif saat berbelanja.
“Untuk makanan, banyak wisatawan Indonesia membawa bekal seperti rendang. Selain itu, kalau ingin belanja, fokuslah pada produk yang memang gak ada di Indonesia,” jelasnya.
Lihat Juga :