Liburan ke Eropa Makin Terjangkau, Ini Destinasi Favorit dan Tips Hemat untuk Pemula
Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:33 WIB
loading...
Liburan ke Eropa selama ini kerap dianggap sebagai perjalanan impian yang membutuhkan biaya besar dan persiapan rumit. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Liburan ke Eropa selama ini kerap dianggap sebagai perjalanan impian yang membutuhkan biaya besar dan persiapan rumit. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, anggapan tersebut mulai bergeser. Pilihan penerbangan yang semakin beragam, paket perjalanan yang lebih kompetitif, serta kemudahan pengurusan visa membuat wisata ke Benua Biru semakin diminati wisatawan Indonesia.
Minat masyarakat Indonesia untuk berwisata ke Eropa juga terus menunjukkan tren positif setelah pandemi Covid-19. Eropa kini tidak hanya dilirik oleh wisatawan berpengalaman, tetapi juga oleh mereka yang baru pertama kali ingin menjelajahi destinasi internasional jarak jauh.
“Kalau dibandingkan sebelum pandemi, tren wisata ke Eropa meningkat dan pertumbuhannya cukup baik,” ungkap General Manager Kintana Tour, Wiranata.
Menurut Wiranata, salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat wisatawan adalah kemudahan memperoleh visa Schengen. Selain itu, adanya kebijakan visa cascade yang memungkinkan pelancong mendapatkan visa dengan masa berlaku lebih panjang turut membuat perjalanan ke Eropa semakin menarik.
Kondisi harga tiket pesawat ke sejumlah negara Asia yang belakangan relatif tinggi juga membuat sebagian wisatawan mulai membandingkan biaya liburan. Dengan selisih anggaran yang tidak terlalu jauh, Eropa dinilai menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih lengkap.
“Kadang wisatawan melihat selisih biaya yang tidak terlalu jauh. Akhirnya mereka berpikir, sekalian saja ke Eropa karena pengalaman yang didapat jauh lebih banyak,” imbuhnya.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Eropa, destinasi klasik di kawasan Eropa Barat masih menjadi pilihan utama. Paris dengan Menara Eiffel, kanal-kanal indah di Belanda, Pegunungan Alpen di Swiss, hingga bangunan bersejarah di Italia masih menjadi daya tarik besar.
“Biasanya wisatawan pertama kali ke Eropa ingin melihat ikon-ikon yang selama ini hanya mereka lihat di televisi atau media sosial. Setelah itu baru mereka mulai tertarik mengeksplorasi wisata alam,” jelas Wiranata.
Untuk menjawab kebutuhan wisatawan pemula, Kintana Tour menghadirkan paket perjalanan yang menghubungkan sejumlah destinasi populer dalam satu rute. Perjalanan dapat dimulai dari Paris dan berakhir di Roma, dengan rute mencakup Prancis, Belgia, Belanda, Swiss, Italia, hingga Vatikan.
“Tagline kami adalah paling worth it. Dalam satu perjalanan 12 hari, wisatawan bisa mendapatkan hampir semua destinasi impian yang biasanya dicari saat pertama kali ke Eropa,” ujarnya.
Meski Eropa Barat masih menjadi primadona, sejumlah destinasi lain mulai naik daun di kalangan wisatawan Indonesia. Salah satunya Santorini di Yunani yang dikenal dengan pemandangan romantis, bangunan putih khas, dan panorama laut yang ikonis. Akses penerbangan yang semakin mudah melalui Istanbul, Turki ikut meningkatkan minat wisatawan ke destinasi tersebut.
“Sekarang Santorini sedang banyak dicari. Tiketnya relatif murah dan aksesnya juga semakin mudah,” katanya.
Selain Santorini, Norwegia juga menjadi incaran wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Destinasi ini banyak diminati oleh wisatawan yang sudah pernah menjelajahi Eropa Barat dan ingin menikmati perjalanan premium, terutama untuk melihat aurora.
“Melihat aurora di Norwegia bisa dibilang menjadi level berikutnya setelah wisatawan puas menjelajahi Eropa Barat. Ini termasuk perjalanan premium yang memang sangat diminati,” tambah Wiranata.
Dari sisi waktu perjalanan, tren liburan ke Eropa kini tidak hanya terpusat pada musim panas atau musim dingin. Musim gugur justru disebut sebagai salah satu periode terbaik untuk berkunjung karena cuacanya lebih nyaman dan biaya perjalanan cenderung lebih hemat.
“Autumn itu cuacanya nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selain itu, banyak destinasi sedang low season sehingga biaya perjalanan lebih hemat,” jelasnya.
Soal biaya, wisatawan kini disebut tidak selalu harus menyiapkan dana ratusan juta rupiah untuk menikmati liburan ke Eropa. Paket wisata reguler selama 12 hari yang ditawarkan Kintana Tour dibanderol mulai dari Rp32,9 juta. Sementara paket all-in yang mencakup berbagai kebutuhan perjalanan ditawarkan sekitar Rp42,9 juta.
“Kalau ingin lebih nyaman dan tidak ada biaya-biaya tak terduga, sebaiknya memilih paket all-in. Jadi wisatawan bisa menikmati perjalanan tanpa khawatir pengeluaran membengkak,” katanya.
Wiranata juga membagikan beberapa cara sederhana agar pengeluaran selama di Eropa tetap terkendali. Salah satunya dengan membawa makanan praktis dari Indonesia serta lebih selektif saat berbelanja.
“Untuk makanan, banyak wisatawan Indonesia membawa bekal seperti rendang. Selain itu, kalau ingin belanja, fokuslah pada produk yang memang gak ada di Indonesia,” jelasnya.
Bagi wisatawan muslim, perjalanan ke Eropa kini juga dinilai semakin ramah. Restoran halal semakin mudah ditemukan, khususnya di kota-kota besar dan kawasan dengan komunitas Asia yang cukup besar.
“Belanda dan Jerman termasuk yang paling mudah untuk mencari makanan halal. Banyak restoran Asia yang sudah memiliki label halal,” jelas Wiranata.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan muslim, Kintana Tour juga menyiapkan pemandu wisata muslim yang membantu mengatur waktu perjalanan agar peserta tetap dapat menjalankan ibadah selama tur berlangsung.
Sementara itu, bagi keluarga yang membawa anak-anak, Swiss menjadi salah satu destinasi yang banyak direkomendasikan. Pemandangan alam, udara bersih, pegunungan, hingga pengalaman bermain salju menjadi daya tarik yang cocok untuk wisata keluarga.
Selain keluarga muda, perjalanan ke Eropa juga banyak diminati wisatawan lanjut usia. Karena itu, pengaturan ritme perjalanan menjadi hal penting agar peserta tetap nyaman selama mengikuti itinerary yang cukup panjang.
“Tour leader kami sudah terbiasa mendampingi lansia. Meski itinerary panjang, kami tetap menyesuaikan ritme perjalanan agar semua peserta merasa nyaman,” sambungnya.
Salah satu wisatawan, Monica Retno, mengaku perjalanan ke Eropa Barat bersama Kintana Tour berjalan di luar ekspektasinya. Ia menilai proses sejak pendaftaran, pengurusan visa, pembayaran, hingga keberangkatan berlangsung dengan baik.
“Dan pada hari keberangkatan semua urusan terlayani dengan baik. Sampai tempat tujuan tour guide yang menguasai tugasnya dengan sangat baik, bisa menghidupkan suasana dan juga keakraban diantara peserta tur. Penguasaan akan tempat yg dituju sangat membantu peserta yang baru pertama kali ikut tur,” jelas Monica.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, liburan ke Eropa kini semakin realistis bagi wisatawan Indonesia. Persiapan yang matang, pemilihan musim yang tepat, serta paket perjalanan yang sesuai kebutuhan dapat membantu wisatawan menikmati pengalaman pertama ke Eropa dengan lebih nyaman dan efisien.
Minat masyarakat Indonesia untuk berwisata ke Eropa juga terus menunjukkan tren positif setelah pandemi Covid-19. Eropa kini tidak hanya dilirik oleh wisatawan berpengalaman, tetapi juga oleh mereka yang baru pertama kali ingin menjelajahi destinasi internasional jarak jauh.
“Kalau dibandingkan sebelum pandemi, tren wisata ke Eropa meningkat dan pertumbuhannya cukup baik,” ungkap General Manager Kintana Tour, Wiranata.
Menurut Wiranata, salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat wisatawan adalah kemudahan memperoleh visa Schengen. Selain itu, adanya kebijakan visa cascade yang memungkinkan pelancong mendapatkan visa dengan masa berlaku lebih panjang turut membuat perjalanan ke Eropa semakin menarik.
Kondisi harga tiket pesawat ke sejumlah negara Asia yang belakangan relatif tinggi juga membuat sebagian wisatawan mulai membandingkan biaya liburan. Dengan selisih anggaran yang tidak terlalu jauh, Eropa dinilai menawarkan pengalaman perjalanan yang lebih lengkap.
“Kadang wisatawan melihat selisih biaya yang tidak terlalu jauh. Akhirnya mereka berpikir, sekalian saja ke Eropa karena pengalaman yang didapat jauh lebih banyak,” imbuhnya.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Eropa, destinasi klasik di kawasan Eropa Barat masih menjadi pilihan utama. Paris dengan Menara Eiffel, kanal-kanal indah di Belanda, Pegunungan Alpen di Swiss, hingga bangunan bersejarah di Italia masih menjadi daya tarik besar.
“Biasanya wisatawan pertama kali ke Eropa ingin melihat ikon-ikon yang selama ini hanya mereka lihat di televisi atau media sosial. Setelah itu baru mereka mulai tertarik mengeksplorasi wisata alam,” jelas Wiranata.
Untuk menjawab kebutuhan wisatawan pemula, Kintana Tour menghadirkan paket perjalanan yang menghubungkan sejumlah destinasi populer dalam satu rute. Perjalanan dapat dimulai dari Paris dan berakhir di Roma, dengan rute mencakup Prancis, Belgia, Belanda, Swiss, Italia, hingga Vatikan.
“Tagline kami adalah paling worth it. Dalam satu perjalanan 12 hari, wisatawan bisa mendapatkan hampir semua destinasi impian yang biasanya dicari saat pertama kali ke Eropa,” ujarnya.
Meski Eropa Barat masih menjadi primadona, sejumlah destinasi lain mulai naik daun di kalangan wisatawan Indonesia. Salah satunya Santorini di Yunani yang dikenal dengan pemandangan romantis, bangunan putih khas, dan panorama laut yang ikonis. Akses penerbangan yang semakin mudah melalui Istanbul, Turki ikut meningkatkan minat wisatawan ke destinasi tersebut.
“Sekarang Santorini sedang banyak dicari. Tiketnya relatif murah dan aksesnya juga semakin mudah,” katanya.
Selain Santorini, Norwegia juga menjadi incaran wisatawan yang ingin mendapatkan pengalaman berbeda. Destinasi ini banyak diminati oleh wisatawan yang sudah pernah menjelajahi Eropa Barat dan ingin menikmati perjalanan premium, terutama untuk melihat aurora.
“Melihat aurora di Norwegia bisa dibilang menjadi level berikutnya setelah wisatawan puas menjelajahi Eropa Barat. Ini termasuk perjalanan premium yang memang sangat diminati,” tambah Wiranata.
Dari sisi waktu perjalanan, tren liburan ke Eropa kini tidak hanya terpusat pada musim panas atau musim dingin. Musim gugur justru disebut sebagai salah satu periode terbaik untuk berkunjung karena cuacanya lebih nyaman dan biaya perjalanan cenderung lebih hemat.
“Autumn itu cuacanya nyaman, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selain itu, banyak destinasi sedang low season sehingga biaya perjalanan lebih hemat,” jelasnya.
Soal biaya, wisatawan kini disebut tidak selalu harus menyiapkan dana ratusan juta rupiah untuk menikmati liburan ke Eropa. Paket wisata reguler selama 12 hari yang ditawarkan Kintana Tour dibanderol mulai dari Rp32,9 juta. Sementara paket all-in yang mencakup berbagai kebutuhan perjalanan ditawarkan sekitar Rp42,9 juta.
“Kalau ingin lebih nyaman dan tidak ada biaya-biaya tak terduga, sebaiknya memilih paket all-in. Jadi wisatawan bisa menikmati perjalanan tanpa khawatir pengeluaran membengkak,” katanya.
Wiranata juga membagikan beberapa cara sederhana agar pengeluaran selama di Eropa tetap terkendali. Salah satunya dengan membawa makanan praktis dari Indonesia serta lebih selektif saat berbelanja.
“Untuk makanan, banyak wisatawan Indonesia membawa bekal seperti rendang. Selain itu, kalau ingin belanja, fokuslah pada produk yang memang gak ada di Indonesia,” jelasnya.
Bagi wisatawan muslim, perjalanan ke Eropa kini juga dinilai semakin ramah. Restoran halal semakin mudah ditemukan, khususnya di kota-kota besar dan kawasan dengan komunitas Asia yang cukup besar.
“Belanda dan Jerman termasuk yang paling mudah untuk mencari makanan halal. Banyak restoran Asia yang sudah memiliki label halal,” jelas Wiranata.
Untuk menunjang kenyamanan wisatawan muslim, Kintana Tour juga menyiapkan pemandu wisata muslim yang membantu mengatur waktu perjalanan agar peserta tetap dapat menjalankan ibadah selama tur berlangsung.
Sementara itu, bagi keluarga yang membawa anak-anak, Swiss menjadi salah satu destinasi yang banyak direkomendasikan. Pemandangan alam, udara bersih, pegunungan, hingga pengalaman bermain salju menjadi daya tarik yang cocok untuk wisata keluarga.
Selain keluarga muda, perjalanan ke Eropa juga banyak diminati wisatawan lanjut usia. Karena itu, pengaturan ritme perjalanan menjadi hal penting agar peserta tetap nyaman selama mengikuti itinerary yang cukup panjang.
“Tour leader kami sudah terbiasa mendampingi lansia. Meski itinerary panjang, kami tetap menyesuaikan ritme perjalanan agar semua peserta merasa nyaman,” sambungnya.
Salah satu wisatawan, Monica Retno, mengaku perjalanan ke Eropa Barat bersama Kintana Tour berjalan di luar ekspektasinya. Ia menilai proses sejak pendaftaran, pengurusan visa, pembayaran, hingga keberangkatan berlangsung dengan baik.
“Dan pada hari keberangkatan semua urusan terlayani dengan baik. Sampai tempat tujuan tour guide yang menguasai tugasnya dengan sangat baik, bisa menghidupkan suasana dan juga keakraban diantara peserta tur. Penguasaan akan tempat yg dituju sangat membantu peserta yang baru pertama kali ikut tur,” jelas Monica.
Dengan berbagai kemudahan tersebut, liburan ke Eropa kini semakin realistis bagi wisatawan Indonesia. Persiapan yang matang, pemilihan musim yang tepat, serta paket perjalanan yang sesuai kebutuhan dapat membantu wisatawan menikmati pengalaman pertama ke Eropa dengan lebih nyaman dan efisien.
(dra)
Lihat Juga :