Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:15 WIB
loading...
Film horor Cerita Lila tidak hanya menarik perhatian karena pemain dan kisah yang diangkat ke layar lebar, tetapi pintu masuk hiburan berbasis teknologi. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Film horor “Cerita Lila” tidak hanya menarik perhatian karena deretan pemain dan kisah yang diangkat ke layar lebar, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi platform hiburan berbasis teknologi, Show Token ke industri perfilman Indonesia.
Langkah ini menjadi komitmennya dalam mendukung karya anak bangsa, yakni bergabung dengan film garapan sutradara Bobby Prasetyo yang dilatarbelakangi oleh kekuatan cerita yang telah memiliki basis penggemar besar sejak masih berbentuk konten digital.
Film Cerita Lila sendiri diadaptasi dari Diary Misteri Sara, konten yang meraih jutaan penonton dan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke layar lebar.
COO Show Token Joshua Khubani mengatakan keputusan berinvestasi di film tersebut didasari oleh kuatnya intellectual property (IP) yang menjadi gagasan cerita tersebut.
“Film “Cerita Lila” diangkat dari konten “Diary Misteri Sara” yang ditonton 11 juta kali. Di sana saya melihat IP-nya sangat kuat,” kata Joshua Khubani usai pemutaran film “Cerita Lila” di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan Jumat (12/6).
Selain itu, faktor rumah produksi dan jajaran pemainnya juga menjadi pertimbangan utama. “Kemudian rumah produksi MVP Pictures sangat legendaris dengan cast yang juga kuat. Karena itu Show Token masuk dan berinvestasi di film ini,” tutur dia.
Joshua menilai konten yang dibangun oleh Sara Wijayanto memiliki komunitas penggemar yang solid dan berperan besar dalam perjalanan film tersebut. “Peran mereka sangat penting, karena fanbase dari sana yang membuat film ini bisa sukses,” ujarnya.
Film “Cerita Lila” dibintangi sejumlah bintang seperti Lutesha, Shareefa Daanish, Sara Wijayanto, Meysha Lin, Firzanah Alya, Wafda Saifan, hingga Whani Darmawan. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Erwanto Alphadullah dan Gea Rexy.
Setelah “Cerita Lila”, Joshua mengaku akan melanjutkan kiprahnya mendukung industri film Indonesia. “Kami ada sekitar 30 judul yang sedang dalam taraf diskusi. Tak hanya horor, tapi juga komedi dan drama. Yang penting ceritanya layak diceritakan dan pasarnya nyata," ucap dia.
Joshua menambahkan film yang didukung pihaknya tak jauh berbeda dengan film yang dibiayai secara konvensional. “Secara profesional sama saja. Hanya kita lebih transparan dan ada partisipasi masyarakat. Kita ada infrastuktur blockchain yang gunanya memberikan akses kepada publik untuk bisa mensupport film-film Indonesia," tutur Joshua.
Selain itu, dia mengatakan pemegang bisa mendapat akses dan pengalaman yang tak bisa didapatkan di film biasa. “Mulai dari screening eksklusif, konten di balik layar, hingga kesempatan meet and greet dengan para pemain,” ujar dia.
Bukan hanya di film, di masa mendatang pihaknya juga akan terlibat dalam bidang industri hiburan lainnya. “Kita juga akan terlibat dalam konser,” ycap Joshua.
Langkah ini menjadi komitmennya dalam mendukung karya anak bangsa, yakni bergabung dengan film garapan sutradara Bobby Prasetyo yang dilatarbelakangi oleh kekuatan cerita yang telah memiliki basis penggemar besar sejak masih berbentuk konten digital.
Film Cerita Lila sendiri diadaptasi dari Diary Misteri Sara, konten yang meraih jutaan penonton dan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke layar lebar.
COO Show Token Joshua Khubani mengatakan keputusan berinvestasi di film tersebut didasari oleh kuatnya intellectual property (IP) yang menjadi gagasan cerita tersebut.
“Film “Cerita Lila” diangkat dari konten “Diary Misteri Sara” yang ditonton 11 juta kali. Di sana saya melihat IP-nya sangat kuat,” kata Joshua Khubani usai pemutaran film “Cerita Lila” di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan Jumat (12/6).
Selain itu, faktor rumah produksi dan jajaran pemainnya juga menjadi pertimbangan utama. “Kemudian rumah produksi MVP Pictures sangat legendaris dengan cast yang juga kuat. Karena itu Show Token masuk dan berinvestasi di film ini,” tutur dia.
Joshua menilai konten yang dibangun oleh Sara Wijayanto memiliki komunitas penggemar yang solid dan berperan besar dalam perjalanan film tersebut. “Peran mereka sangat penting, karena fanbase dari sana yang membuat film ini bisa sukses,” ujarnya.
Film “Cerita Lila” dibintangi sejumlah bintang seperti Lutesha, Shareefa Daanish, Sara Wijayanto, Meysha Lin, Firzanah Alya, Wafda Saifan, hingga Whani Darmawan. Sedangkan skenarionya ditulis oleh Erwanto Alphadullah dan Gea Rexy.
Setelah “Cerita Lila”, Joshua mengaku akan melanjutkan kiprahnya mendukung industri film Indonesia. “Kami ada sekitar 30 judul yang sedang dalam taraf diskusi. Tak hanya horor, tapi juga komedi dan drama. Yang penting ceritanya layak diceritakan dan pasarnya nyata," ucap dia.
Joshua menambahkan film yang didukung pihaknya tak jauh berbeda dengan film yang dibiayai secara konvensional. “Secara profesional sama saja. Hanya kita lebih transparan dan ada partisipasi masyarakat. Kita ada infrastuktur blockchain yang gunanya memberikan akses kepada publik untuk bisa mensupport film-film Indonesia," tutur Joshua.
Selain itu, dia mengatakan pemegang bisa mendapat akses dan pengalaman yang tak bisa didapatkan di film biasa. “Mulai dari screening eksklusif, konten di balik layar, hingga kesempatan meet and greet dengan para pemain,” ujar dia.
Bukan hanya di film, di masa mendatang pihaknya juga akan terlibat dalam bidang industri hiburan lainnya. “Kita juga akan terlibat dalam konser,” ycap Joshua.
(dra)
Lihat Juga :