Wamenkes Dante: Kanker Tiroid pada Laki-laki Berisiko Lebih Ganas dibanding Wanita
Rabu, 17 Juni 2026 - 10:25 WIB
loading...
Lebih berisiko alami keganasan kanker tiroid dibanding wanita. Foto: The Healthy
A
A
A
JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono mengungkap fakta penting terkait kanker tiroid . Menurutnya, laki-laki yang memiliki benjolan pada kelenjar tiroid berisiko lebih tinggi mengalami keganasan dibandingkan perempuan, meski secara jumlah kasus kanker tiroid lebih banyak ditemukan pada wanita.
Dalam unggahan video di akun instagramnya, Dante memaparkan data global yang menunjukkan angka keganasan kanker tiroid di seluruh dunia mencapai 820.000 kasus, dengan setengah diantaranya berada di kawasan Asia.
“Kalau laki-laki ada benjolan, laki-laki lebih banyak terkena kanker dibandingkan dengan populasi wanita. Dari 820.000 angka keganasan kanker tiroid yang ada di seluruh dunia, setengah jutanya ada di populasi Asia,” ungkap Dante, dikutip Rabu (17/6/2026).
Baca Juga : Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Lebih lanjut, ia menyoroti prevalensi nodul tiroid yang cukup tinggi di masyarakat. Dimana, terdapat 60 persen dari populasi yang kemungkinan terdapat nodul tiroid jika dilakukan USG.
"60% dari populasi kalau di-USG ada nodul tiroid. Jadi kalau di sini, sekarang ini ada 200 orang, 60% dari 200 orang itu di antara kita, itu ada nodul tiroidnya," kata dia.
Meski demikian, Dante menyebut bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Dari seluruh temuan nodul tersebut, hanya sekitar 1 hingga 5 persen yang berkembang menjadi kanker atau mengalami keganasan.
Baca Juga : Hipertiroid Menyerang Kulit, Indra Bruggman Berobat ke Korea Selatan
Terkait upaya pencegahan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak merekomendasikan skrining kanker tiroid secara massal pada kelompok asimtomatik (tanpa gejala). Kebijakan ini diambil karena skrining yang tidak tepat sasaran berisiko menyebabkan overdiagnosis, overtreatment, overmorbidity serta membengkaknya biaya pelayanan kesehatan (excess healthcare cost).
"Kanker tiroid hanya didiagnosis pada dua populasi, yakni populasi yang mempunyai risiko tinggi dan populasi yang mempunyai simptom," tegasnya.
Meski secara data statistik agregat terlihat bahwa kanker tiroid lebih banyak ditemukan pada perempuan, Dante menekankan pentingnya memahami faktor risiko yang sebenarnya, di mana laki-laki dengan benjolan memiliki kerentanan lebih besar terhadap keganasan.
Dalam unggahan video di akun instagramnya, Dante memaparkan data global yang menunjukkan angka keganasan kanker tiroid di seluruh dunia mencapai 820.000 kasus, dengan setengah diantaranya berada di kawasan Asia.
“Kalau laki-laki ada benjolan, laki-laki lebih banyak terkena kanker dibandingkan dengan populasi wanita. Dari 820.000 angka keganasan kanker tiroid yang ada di seluruh dunia, setengah jutanya ada di populasi Asia,” ungkap Dante, dikutip Rabu (17/6/2026).
Baca Juga : Isu Semprot Parfum di Leher Sebabkan Kanker dan Tiroid Ternyata Mitos, Ini Kata Dokter
Lebih lanjut, ia menyoroti prevalensi nodul tiroid yang cukup tinggi di masyarakat. Dimana, terdapat 60 persen dari populasi yang kemungkinan terdapat nodul tiroid jika dilakukan USG.
"60% dari populasi kalau di-USG ada nodul tiroid. Jadi kalau di sini, sekarang ini ada 200 orang, 60% dari 200 orang itu di antara kita, itu ada nodul tiroidnya," kata dia.
Meski demikian, Dante menyebut bahwa masyarakat tidak perlu panik secara berlebihan. Dari seluruh temuan nodul tersebut, hanya sekitar 1 hingga 5 persen yang berkembang menjadi kanker atau mengalami keganasan.
Baca Juga : Hipertiroid Menyerang Kulit, Indra Bruggman Berobat ke Korea Selatan
Terkait upaya pencegahan, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak merekomendasikan skrining kanker tiroid secara massal pada kelompok asimtomatik (tanpa gejala). Kebijakan ini diambil karena skrining yang tidak tepat sasaran berisiko menyebabkan overdiagnosis, overtreatment, overmorbidity serta membengkaknya biaya pelayanan kesehatan (excess healthcare cost).
"Kanker tiroid hanya didiagnosis pada dua populasi, yakni populasi yang mempunyai risiko tinggi dan populasi yang mempunyai simptom," tegasnya.
Meski secara data statistik agregat terlihat bahwa kanker tiroid lebih banyak ditemukan pada perempuan, Dante menekankan pentingnya memahami faktor risiko yang sebenarnya, di mana laki-laki dengan benjolan memiliki kerentanan lebih besar terhadap keganasan.
(wur)
Lihat Juga :