Film Tanah Runtuh Karya Denny Siregar Soroti Konflik Poso dan Ikatan Keluarga
Jum'at, 19 Juni 2026 - 11:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga : Kenny Austin Nikmati Peran Dokter Bagas di Tobat Jatuh Cinta, Akui Betah Main Komedi
“Jadi, saya ngelihat bahwa masyarakat kita tuh banyak tidak belajarnya dari banyak peristiwa sebelum-sebelumnya sehingga harus dihadirkan sebuah cerita yang berbicara tentang kebaikan di tengah permasalahan atau kekacauan yang terjadi,” kata Denny dalam konferensi pers di Epicentrum XXI Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Selain ingin menyajikan cerita dengan konflik yang terlihat nyata, salah satu alasan mengapa dirinya mengangkat latar sejarah dalam film “Tanah Runtuh” karena dirinya ingin sebuah peristiwa sejarah lebih diketahui dan diterima oleh masyarakat.
“Film yang sebenarnya berisi pesan yang sangat banyak. Cuma kita itu lagi, ah, belajar bagaimana men-treatment sebuah peristiwa-peristiwa sejarah, menjadi sebuah, ah, film yang bisa, ah, diterima oleh semua masyarakat Indonesia,” ucap dia.
Terlebih, sebagai produser bisa melihat banyak sekali cerita dan peristiwa sejarah yang dimiliki Indonesia dan bisa diangkat menjadi latar sebuah film agar lebih diketahui dan dikenal oleh masyarakat melalui sesuatu yang tidak kaku.
Baca Juga : Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
“Jadi, saya ngelihat bahwa masyarakat kita tuh banyak tidak belajarnya dari banyak peristiwa sebelum-sebelumnya sehingga harus dihadirkan sebuah cerita yang berbicara tentang kebaikan di tengah permasalahan atau kekacauan yang terjadi,” kata Denny dalam konferensi pers di Epicentrum XXI Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Selain ingin menyajikan cerita dengan konflik yang terlihat nyata, salah satu alasan mengapa dirinya mengangkat latar sejarah dalam film “Tanah Runtuh” karena dirinya ingin sebuah peristiwa sejarah lebih diketahui dan diterima oleh masyarakat.
“Film yang sebenarnya berisi pesan yang sangat banyak. Cuma kita itu lagi, ah, belajar bagaimana men-treatment sebuah peristiwa-peristiwa sejarah, menjadi sebuah, ah, film yang bisa, ah, diterima oleh semua masyarakat Indonesia,” ucap dia.
Terlebih, sebagai produser bisa melihat banyak sekali cerita dan peristiwa sejarah yang dimiliki Indonesia dan bisa diangkat menjadi latar sebuah film agar lebih diketahui dan dikenal oleh masyarakat melalui sesuatu yang tidak kaku.
Baca Juga : Bukan Hantu, 'Monster Pabrik Rambut' Sajikan Horor dari Dunia Kerja yang Melelahkan
Lihat Juga :