Trauma Jadi Korban KDRT, Tami Tinggalkan Rumah dan Cari Tempat Tinggal Baru
Jum'at, 19 Juni 2026 - 13:59 WIB
loading...
Uffridatun Nitami. Foto: Instagram
A
A
A
JAKARTA - Kondisi psikologis Uffridatun Nitami alias Tami, dikabarkan sangat terguncang setelah mendapat dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari sang suami, Evan Marvino. Saat ini, Tami memilih untuk mencari tempat tinggal baru demi menghindari tekanan mental yang lebih dalam.
Kuasa hukum Tami, Ana Sofya Yuking, menyebut bahwa kliennya sedang berupaya menenangkan diri untuk bisa berpikir jernih mengenai langkah hukum selanjutnya atas polemik rumah tangga dengan sang aktor.
"Ya kalau Tami selayaknya perempuan-perempuan korban KDRT ya, pasti dia terpukul, ya pasti sedih, ya pasti bingung. Pasti ada marah, ada sedih, ada kebingungan. Apalagi ini dia punya anak dua ya masih kecil-kecil," ungkap Ana Sofya Yuking kepada awak media belum lama ini.
Baca Juga : Evan Marvino dan Istri Dikaruniai Anak Pertama
Menurut Ana, langkah Tami meninggalkan rumah merupakan tindakan wajar bagi seorang korban KDRT.
"Yang saya tahu, dia sedang mencari tempat tinggal ya. Jadi mungkin, kan biasanya begini, kalau korban KDRT itu secara psikologis kan dia merasa tidak tenang dan nyaman. Tentu yang paling pertama harus dilakukan dia mencari ruang aman, ya safe house gitu ya," jelasnya.
Ana menekankan pentingnya ruang aman agar Tami tidak mendapatkan intervensi saat harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Kuasa hukum Tami, Ana Sofya Yuking, menyebut bahwa kliennya sedang berupaya menenangkan diri untuk bisa berpikir jernih mengenai langkah hukum selanjutnya atas polemik rumah tangga dengan sang aktor.
"Ya kalau Tami selayaknya perempuan-perempuan korban KDRT ya, pasti dia terpukul, ya pasti sedih, ya pasti bingung. Pasti ada marah, ada sedih, ada kebingungan. Apalagi ini dia punya anak dua ya masih kecil-kecil," ungkap Ana Sofya Yuking kepada awak media belum lama ini.
Baca Juga : Evan Marvino dan Istri Dikaruniai Anak Pertama
Menurut Ana, langkah Tami meninggalkan rumah merupakan tindakan wajar bagi seorang korban KDRT.
"Yang saya tahu, dia sedang mencari tempat tinggal ya. Jadi mungkin, kan biasanya begini, kalau korban KDRT itu secara psikologis kan dia merasa tidak tenang dan nyaman. Tentu yang paling pertama harus dilakukan dia mencari ruang aman, ya safe house gitu ya," jelasnya.
Ana menekankan pentingnya ruang aman agar Tami tidak mendapatkan intervensi saat harus mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Lihat Juga :