Kisah Tomikeke dari Konten Iseng hingga Jadi Kreator Keluarga Jutaan Pengikut
Jum'at, 19 Juni 2026 - 13:51 WIB
loading...
Perjalanan Tomi Trisandi Chaerul dan Reyke Dia Widya, pasangan kreator yang dikenal dengan nama Tomikeke, menjadi salah satu cerita menarik di dunia kreator. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Perjalanan Tomi Trisandi Chaerul dan Reyke Dia Widya, pasangan kreator yang dikenal dengan nama Tomikeke, menjadi salah satu cerita menarik di dunia kreator digital keluarga. Popularitas yang mereka raih saat ini tidak datang secara instan, melainkan tumbuh dari konten sederhana yang awalnya dibuat setelah menikah.
Tomikeke dikenal lewat konten keseharian rumah tangga yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga. Mulai dari interaksi pasangan suami istri, cerita ringan seputar keluarga, hingga momen bersama putri mereka, Jasmine Arsyla Althea, menjadi bagian dari konten yang membuat nama mereka semakin dikenal.
Berawal dari Video Sederhana
Langkah Tomikeke di dunia digital dimulai pada 2022. Saat itu, Tomi dan Keke belum memiliki target besar untuk menjadi kreator konten. Mereka hanya membuat video untuk mengisi waktu luang sekaligus menyimpan momen kebersamaan setelah menikah.
Salah satu video prank yang dibuat secara spontan ternyata mendapat respons positif dari warganet. Dari sana, keduanya mulai melihat peluang untuk mengembangkan konten secara lebih serius.
Pernah Menghadapi Masa Sulit
Sebelum memiliki jutaan pengikut, Tomikeke juga melewati fase kehidupan yang penuh keterbatasan. Pada awal pernikahan, mereka tinggal di rumah kontrakan. Tomi saat itu masih bekerja sebagai karyawan kantoran sekaligus editor untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat mereka harus benar-benar mengatur pengeluaran. Tomi bahkan pernah berangkat bekerja dengan uang saku hanya Rp8.000 untuk satu hari. Dalam situasi lain, mereka juga sempat berbagi satu porsi mi instan karena keterbatasan biaya.
"Saat itu kami hanya fokus bagaimana caranya bisa bertahan dan terus berusaha. Yang penting tetap semangat dan tidak menyerah," kata Tomi yang memiliki akun Instagram @tomzot31.
Selain membuat konten, Tomi dan Keke juga mencoba menambah pemasukan dengan berjualan pakaian melalui platform e-commerce.
Tetap Konsisten di Tengah Kesibukan
Menjadi kreator konten tidak langsung membuat aktivitas mereka menjadi mudah. Karena Tomi masih bekerja, proses produksi konten biasanya dilakukan setelah kegiatan harian selesai. Mereka kerap mulai membuat video pada malam hari, sekitar pukul 22.00 hingga tengah malam.
Seluruh proses dikerjakan secara mandiri, mulai dari mencari ide, menyusun konsep, merekam video, hingga melakukan editing. Menurut Keke, pemilik akun Instagram @reykediawidya, modal besar bukan hal utama saat mereka memulai. Konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian mencoba menjadi bekal penting dalam perjalanan tersebut.
Konten Keluarga yang Dekat dengan Penonton
Salah satu kekuatan Tomikeke ada pada konsep konten keluarga yang ditampilkan secara sederhana. Mereka tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membagikan potret kehidupan rumah tangga yang terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.
Kehadiran Jasmine Arsyla Althea turut memberi warna dalam perjalanan konten mereka. Momen tumbuh kembang sang anak menjadi salah satu bagian yang banyak dinantikan pengikut Tomikeke di media sosial.
Punya Jutaan Pengikut di Berbagai Platform
Konsistensi yang dibangun sejak awal akhirnya membawa Tomikeke memiliki komunitas besar di berbagai platform digital. Akun TikTok @tomikeke_ telah diikuti lebih dari 4 juta pengguna, sementara kanal YouTube mereka menembus lebih dari 3 juta subscriber. Mereka juga memiliki basis pengikut yang terus berkembang di Instagram dan Facebook.
Dari konten yang awalnya dibuat sebagai hobi, Tomikeke kini mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Hasil dari kerja keras tersebut juga membantu mereka mewujudkan sejumlah impian, termasuk memiliki rumah dan kendaraan pribadi.
Perbedaan Usia Bukan Penghalang
Selain perjalanan sebagai kreator, kehidupan rumah tangga Tomi dan Keke juga kerap menarik perhatian publik. Keduanya memiliki selisih usia sekitar 11 tahun. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk membangun keluarga yang harmonis.
Bagi Tomi dan Keke, komunikasi, saling menghargai, dan tujuan bersama menjadi kunci penting dalam menjaga hubungan. Kini, Tomikeke terus berusaha menghadirkan konten yang positif, menghibur, dan relevan bagi keluarga Indonesia.
Kisah Tomikeke menjadi gambaran bahwa konsistensi, kerja keras, dan keberanian memulai dari hal sederhana dapat membuka peluang besar di era digital.
Tomikeke dikenal lewat konten keseharian rumah tangga yang dekat dengan kehidupan banyak keluarga. Mulai dari interaksi pasangan suami istri, cerita ringan seputar keluarga, hingga momen bersama putri mereka, Jasmine Arsyla Althea, menjadi bagian dari konten yang membuat nama mereka semakin dikenal.
Berawal dari Video Sederhana
Langkah Tomikeke di dunia digital dimulai pada 2022. Saat itu, Tomi dan Keke belum memiliki target besar untuk menjadi kreator konten. Mereka hanya membuat video untuk mengisi waktu luang sekaligus menyimpan momen kebersamaan setelah menikah.
Salah satu video prank yang dibuat secara spontan ternyata mendapat respons positif dari warganet. Dari sana, keduanya mulai melihat peluang untuk mengembangkan konten secara lebih serius.
Pernah Menghadapi Masa Sulit
Sebelum memiliki jutaan pengikut, Tomikeke juga melewati fase kehidupan yang penuh keterbatasan. Pada awal pernikahan, mereka tinggal di rumah kontrakan. Tomi saat itu masih bekerja sebagai karyawan kantoran sekaligus editor untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat mereka harus benar-benar mengatur pengeluaran. Tomi bahkan pernah berangkat bekerja dengan uang saku hanya Rp8.000 untuk satu hari. Dalam situasi lain, mereka juga sempat berbagi satu porsi mi instan karena keterbatasan biaya.
"Saat itu kami hanya fokus bagaimana caranya bisa bertahan dan terus berusaha. Yang penting tetap semangat dan tidak menyerah," kata Tomi yang memiliki akun Instagram @tomzot31.
Selain membuat konten, Tomi dan Keke juga mencoba menambah pemasukan dengan berjualan pakaian melalui platform e-commerce.
Tetap Konsisten di Tengah Kesibukan
Menjadi kreator konten tidak langsung membuat aktivitas mereka menjadi mudah. Karena Tomi masih bekerja, proses produksi konten biasanya dilakukan setelah kegiatan harian selesai. Mereka kerap mulai membuat video pada malam hari, sekitar pukul 22.00 hingga tengah malam.
Seluruh proses dikerjakan secara mandiri, mulai dari mencari ide, menyusun konsep, merekam video, hingga melakukan editing. Menurut Keke, pemilik akun Instagram @reykediawidya, modal besar bukan hal utama saat mereka memulai. Konsistensi, kemauan belajar, dan keberanian mencoba menjadi bekal penting dalam perjalanan tersebut.
Konten Keluarga yang Dekat dengan Penonton
Salah satu kekuatan Tomikeke ada pada konsep konten keluarga yang ditampilkan secara sederhana. Mereka tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membagikan potret kehidupan rumah tangga yang terasa dekat dengan pengalaman banyak orang.
Kehadiran Jasmine Arsyla Althea turut memberi warna dalam perjalanan konten mereka. Momen tumbuh kembang sang anak menjadi salah satu bagian yang banyak dinantikan pengikut Tomikeke di media sosial.
Punya Jutaan Pengikut di Berbagai Platform
Konsistensi yang dibangun sejak awal akhirnya membawa Tomikeke memiliki komunitas besar di berbagai platform digital. Akun TikTok @tomikeke_ telah diikuti lebih dari 4 juta pengguna, sementara kanal YouTube mereka menembus lebih dari 3 juta subscriber. Mereka juga memiliki basis pengikut yang terus berkembang di Instagram dan Facebook.
Dari konten yang awalnya dibuat sebagai hobi, Tomikeke kini mampu menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Hasil dari kerja keras tersebut juga membantu mereka mewujudkan sejumlah impian, termasuk memiliki rumah dan kendaraan pribadi.
Perbedaan Usia Bukan Penghalang
Selain perjalanan sebagai kreator, kehidupan rumah tangga Tomi dan Keke juga kerap menarik perhatian publik. Keduanya memiliki selisih usia sekitar 11 tahun. Namun, perbedaan tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk membangun keluarga yang harmonis.
Bagi Tomi dan Keke, komunikasi, saling menghargai, dan tujuan bersama menjadi kunci penting dalam menjaga hubungan. Kini, Tomikeke terus berusaha menghadirkan konten yang positif, menghibur, dan relevan bagi keluarga Indonesia.
Kisah Tomikeke menjadi gambaran bahwa konsistensi, kerja keras, dan keberanian memulai dari hal sederhana dapat membuka peluang besar di era digital.
(dra)
Lihat Juga :