Hard Lights Gandeng BEAUZ dan Solar State di Single Mad World
Jum'at, 19 Juni 2026 - 12:59 WIB
loading...
Produser musik asal Malaysia, Hard Lights, merilis single terbaru berjudul Mad World. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Produser musik asal Malaysia, Hard Lights, merilis single terbaru berjudul Mad World. Dalam lagu ini, dia berkolaborasi dengan duo bersaudara asal Amerika Serikat, BEAUZ, serta musisi asal Belanda, Solar State.
Mad World hadir sebagai track bernuansa techno crossover dengan sentuhan melodik yang kuat. Lagu ini memadukan percussion driving, bassline yang dirancang untuk kebutuhan klub, serta melodic lead hipnotis yang mudah melekat di telinga pendengar.
Secara musikal, Mad World tidak hanya mengandalkan energi dancefloor. Lagu ini juga membawa nuansa emosional yang lebih gelap, dengan rasa gelisah dan disorientasi yang menjadi bagian dari atmosfernya. Pendekatan tersebut membuat lagu ini memiliki kedalaman di balik aransemen yang tetap energik.
Cover design Mad World juga dibuat untuk menggambarkan kontras dunia saat ini, yakni situasi yang kacau namun tetap memikat secara visual.
Hard Lights mengatakan kolaborasi ini terbentuk secara alami karena dirinya telah lama menjalin hubungan pertemanan dengan BEAUZ. Sementara itu, keterlibatan Solar State memberi warna baru dalam proses kreatif lagu tersebut.
"Kolaborasi terjadi secara natural karena saya sudah berteman lama dengan BEAUZ. Percikan kreatif muncul saat vokal dan songwriting awal dari Solar State masuk studio," kata Hard Lights melalui keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Proses produksi Mad World membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Salah satu tantangan utama dalam penggarapan lagu ini adalah menemukan bagian drop yang tepat. Hard Lights menyebut proses pencarian sound final memakan waktu cukup panjang hingga akhirnya sesuai dengan karakter yang diinginkan.
"Ini bisa jadi relevan terhadap apa yang terjadi di masyarakat sekarang," ungkap Hard Lights.
Melalui Mad World, Hard Lights ingin menghadirkan lagu elektronik yang tetap kuat untuk panggung festival, tetapi juga menyimpan pesan tentang kondisi sosial dan realitas dunia saat ini. Lagu ini dinilai cocok untuk playlist melodic techno, dance, main-stage, hingga festival.
"Lagu ini dibawakan perdana di Asia Tour 2026 saya, mulai dari Taipei, lalu Jakarta, Hong Kong, Bali, dan Kuala Lumpur," tutur pencipta lagu sekaligus disjoki tersebut.
Musisi bernama lengkap Joshua Tan itu juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah menyiapkan materi musik baru dan sejumlah kolaborasi besar. Perjalanan Hard Lights di dunia musik elektronik dimulai sejak usia 16 tahun.
"Aku mau bikin track yang energinya tetap bisa dibawa ke dancefloor, tapi di dalamnya ada ruang untuk mikir. Semoga pendengar bisa merasakan dua sisi itu sekaligus," ucap Hard Lights.
Mad World kini telah tersedia di berbagai platform streaming musik. Single ini menjadi salah satu langkah terbaru Hard Lights dalam memperluas eksplorasi musik elektronik melalui kolaborasi lintas negara.
Mad World hadir sebagai track bernuansa techno crossover dengan sentuhan melodik yang kuat. Lagu ini memadukan percussion driving, bassline yang dirancang untuk kebutuhan klub, serta melodic lead hipnotis yang mudah melekat di telinga pendengar.
Secara musikal, Mad World tidak hanya mengandalkan energi dancefloor. Lagu ini juga membawa nuansa emosional yang lebih gelap, dengan rasa gelisah dan disorientasi yang menjadi bagian dari atmosfernya. Pendekatan tersebut membuat lagu ini memiliki kedalaman di balik aransemen yang tetap energik.
Cover design Mad World juga dibuat untuk menggambarkan kontras dunia saat ini, yakni situasi yang kacau namun tetap memikat secara visual.
Hard Lights mengatakan kolaborasi ini terbentuk secara alami karena dirinya telah lama menjalin hubungan pertemanan dengan BEAUZ. Sementara itu, keterlibatan Solar State memberi warna baru dalam proses kreatif lagu tersebut.
"Kolaborasi terjadi secara natural karena saya sudah berteman lama dengan BEAUZ. Percikan kreatif muncul saat vokal dan songwriting awal dari Solar State masuk studio," kata Hard Lights melalui keterangan tertulis, Jumat (19/6/2026).
Proses produksi Mad World membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Salah satu tantangan utama dalam penggarapan lagu ini adalah menemukan bagian drop yang tepat. Hard Lights menyebut proses pencarian sound final memakan waktu cukup panjang hingga akhirnya sesuai dengan karakter yang diinginkan.
"Ini bisa jadi relevan terhadap apa yang terjadi di masyarakat sekarang," ungkap Hard Lights.
Melalui Mad World, Hard Lights ingin menghadirkan lagu elektronik yang tetap kuat untuk panggung festival, tetapi juga menyimpan pesan tentang kondisi sosial dan realitas dunia saat ini. Lagu ini dinilai cocok untuk playlist melodic techno, dance, main-stage, hingga festival.
"Lagu ini dibawakan perdana di Asia Tour 2026 saya, mulai dari Taipei, lalu Jakarta, Hong Kong, Bali, dan Kuala Lumpur," tutur pencipta lagu sekaligus disjoki tersebut.
Musisi bernama lengkap Joshua Tan itu juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah menyiapkan materi musik baru dan sejumlah kolaborasi besar. Perjalanan Hard Lights di dunia musik elektronik dimulai sejak usia 16 tahun.
"Aku mau bikin track yang energinya tetap bisa dibawa ke dancefloor, tapi di dalamnya ada ruang untuk mikir. Semoga pendengar bisa merasakan dua sisi itu sekaligus," ucap Hard Lights.
Mad World kini telah tersedia di berbagai platform streaming musik. Single ini menjadi salah satu langkah terbaru Hard Lights dalam memperluas eksplorasi musik elektronik melalui kolaborasi lintas negara.
(dra)
Lihat Juga :