Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Klaim Rumah Sarwendah: Mengapa Cicilan Masih Dibayar Ruben?
Senin, 22 Juni 2026 - 10:10 WIB
loading...
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menanggapi pernyataan kubu Sarwendah soal status rumah. Foto/Instagram Ruben Onsu.
A
A
A
JAKARTA - Kuasa hukum Ruben Onsu , Minola Sebayang, menanggapi pernyataan kubu Sarwendah soal status rumah yang ditempati Sarwendah. Minola menilai ada inkonsistensi dalam pernyataan yang disampaikan pihak Sarwendah soal pembagian aset pasca perceraian.
Minola menjelaskan polemik ini bermula dari surat yang dilayangkan pihak Ruben Onsu untuk mempertanyakan soal pembagian harta bersama. Di mana pihaknya meminta kejelasan terkait dokumen properti.
Baca juga: Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
“Kalau memang sudah dibagi sesuai kesepakatan Akta 39, apa yang menjadi haknya Ruben dan apa yang menjadi haknya S, kami mempertanyakan mana surat-surat yang berkaitan dengan properti yang sudah menjadi haknya Ruben,” kata Minola.
Ia menegaskan permintaan tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan ini malah ditanggapi dengan konferensi pers oleh pihak Sarwendah.
Baca juga: Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Di mana kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu mengonfirmasi bahwa rumah tersebut telah menjadi bagian hak Sarwendah. Minola pun mempertanyakan pernyataan tersebut.
Jika memang rumah tersebut memang sepenuhnya menjadi hak Sarwendah, maka semestinya tidak ada persoalan ketika pihak Ruben meminta kejelasan dokumen aset yang menjadi bagian Ruben.
“Kalau memang itu sudah menjadi bagian rumahnya S dari Akta 39, berarti wajar dong kalau kami mempertanyakan surat-surat untuk bagian yang menjadi bagiannya Ruben,” ujarnya.
Minola juga mempertanyakan soal kewajiban pembayaran cicilan rumah itu. Jika memang rumah tersebut sudah menjadi hak Sarwendah, mengapa cicilannya masih dibebankan kepada Ruben.
“Kalau rumah itu sudah menjadi bagian rumahnya S, kenapa kewajibannya masih terbeban kepada Ruben sendirian untuk membayar cicilan?” katanya.
Meski demikian, Minola menegaskan bahwa persoalan inti adalah soal hak asuh anak. Di mana persoalan aset seharusnya tidak perlu menjadi konsumsi publik.
Menurutnya, fokus utama yang lebih penting saat ini adalah bagaimana anak-anak dapat memiliki waktu bersama kedua orang tuanya.
“Pembahasan sesungguhnya adalah bagaimana caranya supaya anak-anak itu bisa dalam seminggu dua hari atau tiga hari berkumpul bersama-sama dengan Ruben,” pungkasnya.
Minola menjelaskan polemik ini bermula dari surat yang dilayangkan pihak Ruben Onsu untuk mempertanyakan soal pembagian harta bersama. Di mana pihaknya meminta kejelasan terkait dokumen properti.
Baca juga: Sarwendah Bantah Rugi Rp20 Miliar, Sebut Masih Banyak Brand yang Bekerja Sama
“Kalau memang sudah dibagi sesuai kesepakatan Akta 39, apa yang menjadi haknya Ruben dan apa yang menjadi haknya S, kami mempertanyakan mana surat-surat yang berkaitan dengan properti yang sudah menjadi haknya Ruben,” kata Minola.
Ia menegaskan permintaan tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, persoalan ini malah ditanggapi dengan konferensi pers oleh pihak Sarwendah.
Baca juga: Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Di mana kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu mengonfirmasi bahwa rumah tersebut telah menjadi bagian hak Sarwendah. Minola pun mempertanyakan pernyataan tersebut.
Jika memang rumah tersebut memang sepenuhnya menjadi hak Sarwendah, maka semestinya tidak ada persoalan ketika pihak Ruben meminta kejelasan dokumen aset yang menjadi bagian Ruben.
“Kalau memang itu sudah menjadi bagian rumahnya S dari Akta 39, berarti wajar dong kalau kami mempertanyakan surat-surat untuk bagian yang menjadi bagiannya Ruben,” ujarnya.
Minola juga mempertanyakan soal kewajiban pembayaran cicilan rumah itu. Jika memang rumah tersebut sudah menjadi hak Sarwendah, mengapa cicilannya masih dibebankan kepada Ruben.
“Kalau rumah itu sudah menjadi bagian rumahnya S, kenapa kewajibannya masih terbeban kepada Ruben sendirian untuk membayar cicilan?” katanya.
Meski demikian, Minola menegaskan bahwa persoalan inti adalah soal hak asuh anak. Di mana persoalan aset seharusnya tidak perlu menjadi konsumsi publik.
Menurutnya, fokus utama yang lebih penting saat ini adalah bagaimana anak-anak dapat memiliki waktu bersama kedua orang tuanya.
“Pembahasan sesungguhnya adalah bagaimana caranya supaya anak-anak itu bisa dalam seminggu dua hari atau tiga hari berkumpul bersama-sama dengan Ruben,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :