Bukan Sekadar Batasi Screen Time, Nova Nayla Bagikan Cara Bijak Mindful Parenting
Jum'at, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB
loading...
Nova Nayla. Foto: Dok Pribadi
A
A
A
JAKARTA - Di era ketika gadget telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, tantangan terbesar orang tua bukan lagi sekadar membatasi waktu layar anak. Yang jauh lebih penting adalah membangun hubungan yang sehat antara anak dan teknologi. Berangkat dari keresahan tersebut, kreator digital Nova Nayla mengajak para orang tua menerapkan pendekatan mindful parenting, yakni memahami akar kebiasaan anak menggunakan gadget sebelum memberikan solusi.
Melalui akun Instagram @nova_nayla yang diikuti lebih dari 116 ribu followers dan TikTok @novanayla dengan lebih dari 234 ribu pengikut, Nova secara konsisten membagikan pengalaman serta solusi praktis yang relevan dengan tantangan keluarga modern.
Pemilik nama asli Ir. Nova Aryani, S.T., M.T., IPM. ini menyebutkan bawah gadget pada anak tidak dapat diselesaikan hanya dengan larangan atau pembatasan sepihak. Ia menilai pendekatan yang lebih efektif adalah memahami akar masalah di balik kebiasaan anak menggunakan gadget, kemudian menghadirkan alternatif aktivitas yang mampu memenuhi kebutuhan emosional maupun psikologis mereka.
“Anak-anak hidup di era digital, jadi tidak mungkin kita menutup mereka sepenuhnya dari teknologi. Yang penting adalah bagaimana orang tua mengelola penggunaannya dan menyediakan alternatif aktivitas yang lebih seru,” ujar Nova.
Baca Juga : TikTok Beri Opsi Batasi Screen Time di Aplikasi, Supaya Pengguna Tidak Ketagihan
Dari Larangan Menuju Pendekatan Problem Solving
Dalam perspektif psikologi perkembangan anak, pendekatan yang digunakan Nova mencerminkan metode problem solving yang semakin banyak diterapkan dalam keluarga urban masa kini.
Alih-alih melihat gadget sebagai sumber masalah utama, pendekatan ini berupaya mencari penyebab yang mendasari perilaku anak. Apakah anak menggunakan gadget karena bosan, membutuhkan hiburan, mencari perhatian orang tua, atau karena tidak memiliki aktivitas alternatif yang cukup menarik.
Pendekatan tersebut dinilai lebih ilmiah karena fokus pada identifikasi akar masalah sebelum menentukan solusi. Dalam konteks family wellness, metode ini membantu orang tua memahami kebutuhan emosional anak secara lebih mendalam dibanding sekadar memberikan aturan yang bersifat represif.
Menurut Nova, banyak konflik antara orang tua dan anak sebenarnya muncul karena orang tua langsung mengambil gadget tanpa memahami alasan mengapa anak begitu bergantung pada perangkat tersebut.
Ketika kebutuhan dasar anak berhasil dikenali, proses pengalihan dari layar menuju aktivitas lain menjadi jauh lebih mudah dilakukan tanpa memicu stres berlebihan pada kedua belah pihak
Baca Juga : Batasi Anak-anak Bermain Sosmed, Indonesia Panggil Google dan Meta
Tujuh Strategi Mengurangi Ketergantungan Gadget
Sebagai bagian dari edukasi yang ia bagikan kepada para orang tua, Nova memperkenalkan tujuh langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, mencari penyebab anak terus meminta gadget sebelum mengambil tindakan.
Kedua, menyediakan aktivitas fisik yang menyenangkan seperti bersepeda, bermain bola, atau permainan gerak yang membantu anak menyalurkan energi secara sehat.
Ketiga, melibatkan anak dalam permainan edukatif seperti puzzle, lego, menggambar, atau eksperimen sederhana yang mampu merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
Keempat, menciptakan quality time bersama keluarga melalui aktivitas seperti membaca buku, memasak, berkebun, maupun percakapan santai yang memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Kelima, menerapkan jadwal screen time yang jelas dan konsisten sehingga anak memahami batasan penggunaan gadget tanpa merasa dihukum.
Keenam, menjadikan orang tua sebagai role model dalam penggunaan teknologi. Menurut Nova, anak cenderung meniru perilaku orang tua sehingga kebiasaan orang dewasa dalam menggunakan ponsel turut memengaruhi pola penggunaan gadget pada anak.
Ketujuh, memberikan pilihan aktivitas kepada anak dibanding ancaman atau paksaan. Pendekatan ini membuat anak merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Cerminan Tren Mindful Parenting
Menariknya, sejumlah pendekatan yang dibagikan Nova sejalan dengan tren mindful parenting yang semakin berkembang di berbagai negara.
Mindful parenting menekankan kesadaran penuh orang tua dalam memahami kebutuhan anak tanpa bereaksi secara impulsif terhadap perilaku mereka. Dalam konsep ini, hubungan emosional menjadi fondasi utama pengasuhan.
Dua poin yang paling menonjol adalah pelibatan anak dalam pengambilan keputusan serta kemampuan orang tua mengelola ekspektasi terhadap perilaku anak.
Alih-alih berharap anak langsung berhenti menggunakan gadget hanya karena diperintah, orang tua diajak memahami bahwa perubahan perilaku membutuhkan proses bertahap. Pendekatan ini membantu menciptakan stabilitas emosional yang lebih baik dan berpotensi membentuk generasi yang memiliki kemampuan regulasi diri lebih kuat di masa depan.
Dalam lingkup mikro keluarga modern, pola asuh semacam ini dinilai mampu mengurangi konflik domestik sekaligus meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak.
Tantangan Digital Literacy dan Cyber Safety
Pembahasan mengenai screen time juga tidak dapat dipisahkan dari isu digital literacy dan cyber safety yang semakin relevan di Indonesia.
Saat ini, banyak anak telah mengenal internet bahkan sebelum memasuki usia sekolah dasar. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru bagi keluarga terkait akses terhadap konten yang tidak sesuai usia, risiko paparan informasi palsu, hingga potensi eksploitasi digital.
Dari sudut pandang sosiologis, rumah tangga modern kini berfungsi sebagai ruang regulasi teknologi pertama bagi anak. Sebelum memahami aturan yang berlaku di sekolah maupun masyarakat, anak terlebih dahulu belajar mengenai penggunaan teknologi dari lingkungan keluarga.
Karena itu, Nova menilai bahwa tugas orang tua bukan hanya membatasi durasi penggunaan gadget, melainkan juga membangun literasi digital sejak dini.
Melalui pendampingan yang konsisten, anak dapat belajar membedakan penggunaan teknologi yang produktif dan yang berpotensi merugikan. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dibanding larangan total yang justru berisiko membuat anak mencari akses teknologi tanpa pengawasan.
Membangun Keseimbangan di Era Digital
Bagi Nova Nayla, teknologi bukanlah musuh yang harus dijauhi. Sebaliknya, teknologi merupakan bagian dari realitas kehidupan yang perlu dipahami dan dikelola secara bijaksana.
Karena itu, tujuan utama pengaturan screen time bukan sekadar mengurangi waktu anak menatap layar, melainkan menciptakan keseimbangan antara pengalaman digital dan pengalaman nyata yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Melalui berbagai konten edukatif yang dibagikannya, Nova terus mengajak para orang tua melihat pengasuhan dari sudut pandang yang lebih tenang, reflektif, dan berbasis solusi.
“Tujuan kita bukan menjauhkan anak dari teknologi, tetapi membantu mereka menggunakan teknologi secara bijak sambil tetap aktif bermain, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” tutup Nova.
Di tengah era digital yang terus berkembang, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan anak tidak ditentukan oleh seberapa jauh mereka dari teknologi, melainkan seberapa baik mereka dibimbing untuk hidup berdampingan dengannya secara sehat dan bertanggung jawab.
Melalui akun Instagram @nova_nayla yang diikuti lebih dari 116 ribu followers dan TikTok @novanayla dengan lebih dari 234 ribu pengikut, Nova secara konsisten membagikan pengalaman serta solusi praktis yang relevan dengan tantangan keluarga modern.
Pemilik nama asli Ir. Nova Aryani, S.T., M.T., IPM. ini menyebutkan bawah gadget pada anak tidak dapat diselesaikan hanya dengan larangan atau pembatasan sepihak. Ia menilai pendekatan yang lebih efektif adalah memahami akar masalah di balik kebiasaan anak menggunakan gadget, kemudian menghadirkan alternatif aktivitas yang mampu memenuhi kebutuhan emosional maupun psikologis mereka.
“Anak-anak hidup di era digital, jadi tidak mungkin kita menutup mereka sepenuhnya dari teknologi. Yang penting adalah bagaimana orang tua mengelola penggunaannya dan menyediakan alternatif aktivitas yang lebih seru,” ujar Nova.
Baca Juga : TikTok Beri Opsi Batasi Screen Time di Aplikasi, Supaya Pengguna Tidak Ketagihan
Dari Larangan Menuju Pendekatan Problem Solving
Dalam perspektif psikologi perkembangan anak, pendekatan yang digunakan Nova mencerminkan metode problem solving yang semakin banyak diterapkan dalam keluarga urban masa kini.
Alih-alih melihat gadget sebagai sumber masalah utama, pendekatan ini berupaya mencari penyebab yang mendasari perilaku anak. Apakah anak menggunakan gadget karena bosan, membutuhkan hiburan, mencari perhatian orang tua, atau karena tidak memiliki aktivitas alternatif yang cukup menarik.
Pendekatan tersebut dinilai lebih ilmiah karena fokus pada identifikasi akar masalah sebelum menentukan solusi. Dalam konteks family wellness, metode ini membantu orang tua memahami kebutuhan emosional anak secara lebih mendalam dibanding sekadar memberikan aturan yang bersifat represif.
Menurut Nova, banyak konflik antara orang tua dan anak sebenarnya muncul karena orang tua langsung mengambil gadget tanpa memahami alasan mengapa anak begitu bergantung pada perangkat tersebut.
Ketika kebutuhan dasar anak berhasil dikenali, proses pengalihan dari layar menuju aktivitas lain menjadi jauh lebih mudah dilakukan tanpa memicu stres berlebihan pada kedua belah pihak
Baca Juga : Batasi Anak-anak Bermain Sosmed, Indonesia Panggil Google dan Meta
Tujuh Strategi Mengurangi Ketergantungan Gadget
Sebagai bagian dari edukasi yang ia bagikan kepada para orang tua, Nova memperkenalkan tujuh langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, mencari penyebab anak terus meminta gadget sebelum mengambil tindakan.
Kedua, menyediakan aktivitas fisik yang menyenangkan seperti bersepeda, bermain bola, atau permainan gerak yang membantu anak menyalurkan energi secara sehat.
Ketiga, melibatkan anak dalam permainan edukatif seperti puzzle, lego, menggambar, atau eksperimen sederhana yang mampu merangsang kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
Keempat, menciptakan quality time bersama keluarga melalui aktivitas seperti membaca buku, memasak, berkebun, maupun percakapan santai yang memperkuat ikatan emosional antara orang tua dan anak.
Kelima, menerapkan jadwal screen time yang jelas dan konsisten sehingga anak memahami batasan penggunaan gadget tanpa merasa dihukum.
Keenam, menjadikan orang tua sebagai role model dalam penggunaan teknologi. Menurut Nova, anak cenderung meniru perilaku orang tua sehingga kebiasaan orang dewasa dalam menggunakan ponsel turut memengaruhi pola penggunaan gadget pada anak.
Ketujuh, memberikan pilihan aktivitas kepada anak dibanding ancaman atau paksaan. Pendekatan ini membuat anak merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.
Cerminan Tren Mindful Parenting
Menariknya, sejumlah pendekatan yang dibagikan Nova sejalan dengan tren mindful parenting yang semakin berkembang di berbagai negara.
Mindful parenting menekankan kesadaran penuh orang tua dalam memahami kebutuhan anak tanpa bereaksi secara impulsif terhadap perilaku mereka. Dalam konsep ini, hubungan emosional menjadi fondasi utama pengasuhan.
Dua poin yang paling menonjol adalah pelibatan anak dalam pengambilan keputusan serta kemampuan orang tua mengelola ekspektasi terhadap perilaku anak.
Alih-alih berharap anak langsung berhenti menggunakan gadget hanya karena diperintah, orang tua diajak memahami bahwa perubahan perilaku membutuhkan proses bertahap. Pendekatan ini membantu menciptakan stabilitas emosional yang lebih baik dan berpotensi membentuk generasi yang memiliki kemampuan regulasi diri lebih kuat di masa depan.
Dalam lingkup mikro keluarga modern, pola asuh semacam ini dinilai mampu mengurangi konflik domestik sekaligus meningkatkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak.
Tantangan Digital Literacy dan Cyber Safety
Pembahasan mengenai screen time juga tidak dapat dipisahkan dari isu digital literacy dan cyber safety yang semakin relevan di Indonesia.
Saat ini, banyak anak telah mengenal internet bahkan sebelum memasuki usia sekolah dasar. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan baru bagi keluarga terkait akses terhadap konten yang tidak sesuai usia, risiko paparan informasi palsu, hingga potensi eksploitasi digital.
Dari sudut pandang sosiologis, rumah tangga modern kini berfungsi sebagai ruang regulasi teknologi pertama bagi anak. Sebelum memahami aturan yang berlaku di sekolah maupun masyarakat, anak terlebih dahulu belajar mengenai penggunaan teknologi dari lingkungan keluarga.
Karena itu, Nova menilai bahwa tugas orang tua bukan hanya membatasi durasi penggunaan gadget, melainkan juga membangun literasi digital sejak dini.
Melalui pendampingan yang konsisten, anak dapat belajar membedakan penggunaan teknologi yang produktif dan yang berpotensi merugikan. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dibanding larangan total yang justru berisiko membuat anak mencari akses teknologi tanpa pengawasan.
Membangun Keseimbangan di Era Digital
Bagi Nova Nayla, teknologi bukanlah musuh yang harus dijauhi. Sebaliknya, teknologi merupakan bagian dari realitas kehidupan yang perlu dipahami dan dikelola secara bijaksana.
Karena itu, tujuan utama pengaturan screen time bukan sekadar mengurangi waktu anak menatap layar, melainkan menciptakan keseimbangan antara pengalaman digital dan pengalaman nyata yang mendukung tumbuh kembang mereka.
Melalui berbagai konten edukatif yang dibagikannya, Nova terus mengajak para orang tua melihat pengasuhan dari sudut pandang yang lebih tenang, reflektif, dan berbasis solusi.
“Tujuan kita bukan menjauhkan anak dari teknologi, tetapi membantu mereka menggunakan teknologi secara bijak sambil tetap aktif bermain, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar,” tutup Nova.
Di tengah era digital yang terus berkembang, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan anak tidak ditentukan oleh seberapa jauh mereka dari teknologi, melainkan seberapa baik mereka dibimbing untuk hidup berdampingan dengannya secara sehat dan bertanggung jawab.
(wur)
Lihat Juga :