Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Jum'at, 26 Juni 2026 - 18:20 WIB
loading...
Pangeran Harry dan Meghan Markle. Foto: Page Six
A
A
A
JAKARTA - Pangeran Harry dikabarkan akan membawa tim pengamanan pribadinya sendiri saat kembali ke London bersama Meghan Markle dan kedua anak mereka bulan depan. Menurut sejumlah sumber, kunjungan keluarga Sussex itu diprediksi akan menjadi sorotan publik dan disebut-sebut sebagai "tontonan besar".
Meski menghabiskan sekitar 3 juta dolar AS per tahun untuk layanan keamanan pribadi di Amerika Serikat, Harry hingga kini belum berhasil mendapatkan kembali perlindungan polisi bersenjata selama berada di Inggris. Permohonannya masih bergulir setelah ia menggugat keputusan Kementerian Dalam Negeri Inggris terkait pencabutan status keamanan VIP.
Sebagai gantinya, Harry dan keluarganya ditawari menginap di salah satu kediaman kerajaan yang telah dilengkapi sistem keamanan. Namun, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Harry tetap akan membawa satu hingga dua anggota tim keamanan pribadinya.
"Harry memang selalu bepergian dengan pengawal pribadinya. Mereka tidak akan datang menggunakan jet pribadi, tetapi tim keamanan tetap ikut mendampingi," ujar sumber tersebut dikutip Page Six.
Baca Juga : Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Kunjungan ini dijadwalkan bertepatan dengan hitung mundur satu tahun menuju penyelenggaraan Invictus Games di Birmingham yang akan berlangsung pada 7-10 Juli tahun depan. Di sela agenda tersebut, Harry juga disebut berharap dapat bertemu ayahnya, Raja Charles, yang selama ini sangat jarang bertemu kedua cucunya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet.
Sumber lain menyebut Harry dan Meghan menyadari bahwa kehadiran mereka akan menyedot perhatian publik.
"Mereka tahu kunjungan ini akan menjadi tontonan besar. Mereka tentu ingin ada foto-foto yang memperlihatkan mereka sebagai bagian dari keluarga kerajaan," ungkap sumber tersebut.
Karena itu, muncul spekulasi apakah Istana Buckingham akan merilis foto resmi Raja Charles bersama Archie dan Lilibet. Meski Meghan beberapa kali membagikan momen bersama kedua anaknya melalui Instagram maupun promosi merek gaya hidup As Ever, wajah Archie dan Lilibet selama ini jarang diperlihatkan secara jelas kepada publik.
Baca Juga : Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Sengketa soal Keamanan Belum Berakhir
Persoalan keamanan Harry di Inggris berada di bawah kewenangan Royal and VIP Executive Committee (RAVEC), komite yang menentukan tingkat perlindungan bagi anggota keluarga kerajaan dan tokoh VIP.
Berbeda dengan polisi kerajaan, petugas keamanan pribadi tidak diizinkan membawa senjata api di Inggris. Selain itu, mereka juga tidak memiliki akses terhadap informasi intelijen dari MI5, MI6, maupun kepolisian, sehingga kemampuan mereka dalam mengantisipasi ancaman dinilai lebih terbatas.
Keterbatasan itu sempat menjadi sorotan ketika Harry menghadiri persidangan kasus privasinya melawan penerbit Daily Mail di Pengadilan Tinggi London pada Januari lalu. Saat itu, seorang penguntit yang diduga mengalami gangguan kesehatan mental sempat berada sangat dekat dengannya dalam dua kesempatan berbeda.
Tim keamanan Harry menyadari keberadaan pria tersebut, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan.
"Tidak ada yang bisa mereka lakukan karena mereka bukan polisi. Itu adalah gedung publik dan orang tersebut memang berhak berada di sana," kata sumber yang mengetahui kejadian tersebut.
Harry Yakin Raja Charles Bisa Membantu
Salah satu anggota panel RAVEC adalah Sir Clive Alderton, Sekretaris Pribadi Utama Raja Charles sekaligus pejabat paling senior di Istana Buckingham.
Harry selama ini meyakini sang ayah sebenarnya memiliki pengaruh untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Dalam wawancaranya dengan BBC tahun lalu, ia mengatakan Raja Charles memiliki kendali yang cukup besar atas persoalan itu.
"Pada akhirnya masalah ini bisa diselesaikan. Bukan berarti ayah saya harus ikut campur, tetapi cukup membiarkan para ahli melakukan apa yang memang perlu dilakukan," ujar Harry.
Ia juga mengaku sedih karena hingga kini merasa belum aman membawa Meghan, Archie, dan Lilibet kembali ke Inggris.
"Saya tidak bisa membayangkan membawa istri dan anak-anak saya kembali ke Inggris dalam situasi seperti sekarang. Sangat menyedihkan karena saya tidak bisa memperlihatkan tanah air saya kepada anak-anak," tuturnya.
Saat ini, status keamanan Harry masih dalam proses peninjauan. RAVEC akan memberikan rekomendasi kepada ketua independen untuk menentukan apakah Harry kembali berhak memperoleh pengawalan polisi bersenjata.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri Inggris hanya menyatakan bahwa sistem perlindungan pemerintah dirancang secara ketat dan proporsional.
"Kami memiliki kebijakan untuk tidak mengungkap rincian pengaturan keamanan karena hal itu dapat memengaruhi efektivitas sistem dan keselamatan individu yang dilindungi," demikian pernyataan resmi kementerian.
Sementara itu, Meghan Markle dikabarkan tidak memiliki agenda bisnis selama berada di Inggris. Berbeda dengan kunjungannya ke Australia pada April lalu yang dimanfaatkan untuk mempromosikan merek As Ever dan menjalin kerja sama dengan platform mode berbasis kecerdasan buatan, OneOff, kali ini Meghan disebut hanya akan fokus mendampingi keluarganya.
Meski menghabiskan sekitar 3 juta dolar AS per tahun untuk layanan keamanan pribadi di Amerika Serikat, Harry hingga kini belum berhasil mendapatkan kembali perlindungan polisi bersenjata selama berada di Inggris. Permohonannya masih bergulir setelah ia menggugat keputusan Kementerian Dalam Negeri Inggris terkait pencabutan status keamanan VIP.
Sebagai gantinya, Harry dan keluarganya ditawari menginap di salah satu kediaman kerajaan yang telah dilengkapi sistem keamanan. Namun, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Harry tetap akan membawa satu hingga dua anggota tim keamanan pribadinya.
"Harry memang selalu bepergian dengan pengawal pribadinya. Mereka tidak akan datang menggunakan jet pribadi, tetapi tim keamanan tetap ikut mendampingi," ujar sumber tersebut dikutip Page Six.
Baca Juga : Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
Kunjungan ini dijadwalkan bertepatan dengan hitung mundur satu tahun menuju penyelenggaraan Invictus Games di Birmingham yang akan berlangsung pada 7-10 Juli tahun depan. Di sela agenda tersebut, Harry juga disebut berharap dapat bertemu ayahnya, Raja Charles, yang selama ini sangat jarang bertemu kedua cucunya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet.
Sumber lain menyebut Harry dan Meghan menyadari bahwa kehadiran mereka akan menyedot perhatian publik.
"Mereka tahu kunjungan ini akan menjadi tontonan besar. Mereka tentu ingin ada foto-foto yang memperlihatkan mereka sebagai bagian dari keluarga kerajaan," ungkap sumber tersebut.
Karena itu, muncul spekulasi apakah Istana Buckingham akan merilis foto resmi Raja Charles bersama Archie dan Lilibet. Meski Meghan beberapa kali membagikan momen bersama kedua anaknya melalui Instagram maupun promosi merek gaya hidup As Ever, wajah Archie dan Lilibet selama ini jarang diperlihatkan secara jelas kepada publik.
Baca Juga : Raja Charles III Dikabarkan Akan Bertemu Archie dan Lilibet, Isyarat Damai Keluarga Kerajaan?
Sengketa soal Keamanan Belum Berakhir
Persoalan keamanan Harry di Inggris berada di bawah kewenangan Royal and VIP Executive Committee (RAVEC), komite yang menentukan tingkat perlindungan bagi anggota keluarga kerajaan dan tokoh VIP.
Berbeda dengan polisi kerajaan, petugas keamanan pribadi tidak diizinkan membawa senjata api di Inggris. Selain itu, mereka juga tidak memiliki akses terhadap informasi intelijen dari MI5, MI6, maupun kepolisian, sehingga kemampuan mereka dalam mengantisipasi ancaman dinilai lebih terbatas.
Keterbatasan itu sempat menjadi sorotan ketika Harry menghadiri persidangan kasus privasinya melawan penerbit Daily Mail di Pengadilan Tinggi London pada Januari lalu. Saat itu, seorang penguntit yang diduga mengalami gangguan kesehatan mental sempat berada sangat dekat dengannya dalam dua kesempatan berbeda.
Tim keamanan Harry menyadari keberadaan pria tersebut, tetapi tidak memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan.
"Tidak ada yang bisa mereka lakukan karena mereka bukan polisi. Itu adalah gedung publik dan orang tersebut memang berhak berada di sana," kata sumber yang mengetahui kejadian tersebut.
Harry Yakin Raja Charles Bisa Membantu
Salah satu anggota panel RAVEC adalah Sir Clive Alderton, Sekretaris Pribadi Utama Raja Charles sekaligus pejabat paling senior di Istana Buckingham.
Harry selama ini meyakini sang ayah sebenarnya memiliki pengaruh untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. Dalam wawancaranya dengan BBC tahun lalu, ia mengatakan Raja Charles memiliki kendali yang cukup besar atas persoalan itu.
"Pada akhirnya masalah ini bisa diselesaikan. Bukan berarti ayah saya harus ikut campur, tetapi cukup membiarkan para ahli melakukan apa yang memang perlu dilakukan," ujar Harry.
Ia juga mengaku sedih karena hingga kini merasa belum aman membawa Meghan, Archie, dan Lilibet kembali ke Inggris.
"Saya tidak bisa membayangkan membawa istri dan anak-anak saya kembali ke Inggris dalam situasi seperti sekarang. Sangat menyedihkan karena saya tidak bisa memperlihatkan tanah air saya kepada anak-anak," tuturnya.
Saat ini, status keamanan Harry masih dalam proses peninjauan. RAVEC akan memberikan rekomendasi kepada ketua independen untuk menentukan apakah Harry kembali berhak memperoleh pengawalan polisi bersenjata.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri Inggris hanya menyatakan bahwa sistem perlindungan pemerintah dirancang secara ketat dan proporsional.
"Kami memiliki kebijakan untuk tidak mengungkap rincian pengaturan keamanan karena hal itu dapat memengaruhi efektivitas sistem dan keselamatan individu yang dilindungi," demikian pernyataan resmi kementerian.
Sementara itu, Meghan Markle dikabarkan tidak memiliki agenda bisnis selama berada di Inggris. Berbeda dengan kunjungannya ke Australia pada April lalu yang dimanfaatkan untuk mempromosikan merek As Ever dan menjalin kerja sama dengan platform mode berbasis kecerdasan buatan, OneOff, kali ini Meghan disebut hanya akan fokus mendampingi keluarganya.
(wur)
Lihat Juga :