Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Sabtu, 27 Juni 2026 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Tim proyek harus mampu menjaga target tetap tercapai tanpa mengorbankan kualitas pelayanan yang nantinya akan dirasakan tamu.
Di dunia hospitality, menyelesaikan proyek sesuai jadwal memang penting. Namun menurut Rob Collier, membuka hotel tepat waktu belum tentu berarti membuka hotel dengan baik.
Sebuah hotel mungkin sudah selesai dibangun, tetapi belum siap menerima tamu secara optimal apabila sistem reservasi belum berjalan sempurna, kanal digital belum aktif, materi promosi belum tersedia, atau tim operasional belum memperoleh pelatihan yang memadai.
Akibatnya, hotel bisa kehilangan momentum berharga pada hari-hari pertama operasional.
Padahal, kesan pertama tamu kini terbentuk sangat cepat melalui ulasan daring dan media sosial. Pengalaman awal yang kurang memuaskan dapat langsung memengaruhi reputasi sebuah hotel.
Menurut Rob, pola pikir para pemilik hotel juga mengalami perubahan. Jika dahulu fokus utama berada pada pembangunan fisik, kini perhatian bergeser ke strategi bisnis sejak sebelum hotel beroperasi.
Revenue management, pemasaran digital, reputasi online, hingga proyeksi permintaan pasar menjadi bagian penting dalam proses pembukaan.
Sebab, tamu masa kini tidak sekadar membeli kamar. Mereka membeli pengalaman yang bahkan sudah dimulai sejak pertama kali melihat hotel di internet.
Brand positioning yang kuat dan kepercayaan konsumen menjadi modal penting untuk memenangkan persaingan.
Dalam proyek sebesar pembangunan hotel, perubahan hampir selalu terjadi.Persetujuan yang terlambat dapat menghambat pelatihan karyawan. Masalah distribusi perlengkapan bisa memengaruhi kesiapan operasional. Kekurangan tenaga kerja juga berdampak langsung pada kualitas pelayanan.
Yang membedakan proyek sukses bukanlah tidak adanya masalah, melainkan kemampuan seluruh pihak untuk mengambil keputusan dengan cepat dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Karena itu, hubungan yang erat antara pemilik dan operator menjadi faktor yang sangat menentukan.
Di dunia hospitality, menyelesaikan proyek sesuai jadwal memang penting. Namun menurut Rob Collier, membuka hotel tepat waktu belum tentu berarti membuka hotel dengan baik.
Sebuah hotel mungkin sudah selesai dibangun, tetapi belum siap menerima tamu secara optimal apabila sistem reservasi belum berjalan sempurna, kanal digital belum aktif, materi promosi belum tersedia, atau tim operasional belum memperoleh pelatihan yang memadai.
Akibatnya, hotel bisa kehilangan momentum berharga pada hari-hari pertama operasional.
Padahal, kesan pertama tamu kini terbentuk sangat cepat melalui ulasan daring dan media sosial. Pengalaman awal yang kurang memuaskan dapat langsung memengaruhi reputasi sebuah hotel.
Menurut Rob, pola pikir para pemilik hotel juga mengalami perubahan. Jika dahulu fokus utama berada pada pembangunan fisik, kini perhatian bergeser ke strategi bisnis sejak sebelum hotel beroperasi.
Revenue management, pemasaran digital, reputasi online, hingga proyeksi permintaan pasar menjadi bagian penting dalam proses pembukaan.
Sebab, tamu masa kini tidak sekadar membeli kamar. Mereka membeli pengalaman yang bahkan sudah dimulai sejak pertama kali melihat hotel di internet.
Brand positioning yang kuat dan kepercayaan konsumen menjadi modal penting untuk memenangkan persaingan.
Dalam proyek sebesar pembangunan hotel, perubahan hampir selalu terjadi.Persetujuan yang terlambat dapat menghambat pelatihan karyawan. Masalah distribusi perlengkapan bisa memengaruhi kesiapan operasional. Kekurangan tenaga kerja juga berdampak langsung pada kualitas pelayanan.
Yang membedakan proyek sukses bukanlah tidak adanya masalah, melainkan kemampuan seluruh pihak untuk mengambil keputusan dengan cepat dan menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.
Karena itu, hubungan yang erat antara pemilik dan operator menjadi faktor yang sangat menentukan.
Lihat Juga :