Kehadiran Meghan Markle Jadi Penentu Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Raja Charles
Minggu, 28 Juni 2026 - 09:34 WIB
loading...
Kehadiran Meghan Markle pada pertemuan Pangeran Harry dan Raja Charles disebut-sebut jadi penentu rekonsiliasi keluarga kerajaan. Foto: Page Six
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran Meghan Markle dalam pertemuan antara Pangeran Harry dan Raja Charles III di Inggris disebut-sebut dapat menjadi momen penting yang menentukan arah rekonsiliasi keluarga kerajaan.
Komentator kerajaan Amanda Matta menilai, jika Meghan ikut mendampingi Harry dalam pertemuan tersebut, maknanya akan jauh lebih besar daripada sekadar kehadiran sebagai istri.
Menurut pembawa acara podcast Off With Their Headlines itu, kehadiran Duchess of Sussex akan mengirimkan pesan kepada publik bahwa upaya memperbaiki hubungan tidak hanya melibatkan Harry, tetapi juga seluruh keluarga Sussex.
Meski demikian, Matta menegaskan bahwa kehadiran Meghan tidak otomatis membuat proses rekonsiliasi menjadi lebih mudah ataupun lebih sulit.
Baca Juga : Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
"Yang berubah hanyalah taruhannya. Tantangan terbesar dalam rekonsiliasi bukan terletak pada satu orang, melainkan bagaimana membangun kembali kepercayaan di semua pihak," jelasnya.
Hingga kini belum ada informasi yang memastikan apakah Meghan akan mendampingi Harry dalam pertemuan dengan Raja Charles. Namun, Matta menilai hubungan Meghan dengan sang raja sejak awal memang memiliki dinamika yang berbeda dibanding hubungan Harry dengan keluarganya.
"Charles pada awalnya berusaha menyambut Meghan sebagai bagian dari keluarga. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia terlihat mengambil jarak," katanya.
Menurut Matta, hal itu menunjukkan bahwa akar persoalan sebenarnya bukan berasal dari Meghan, melainkan konflik yang telah lama terjadi antara Harry dan keluarganya sendiri.
Baca Juga : Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Ia menambahkan, berbagai isu yang selama ini disuarakan Harry, mulai dari campur tangan media hingga tekanan kehidupan di lingkungan istana, sudah dirasakan sang pangeran bahkan sebelum bertemu Meghan.
Di sisi lain, Matta menilai perhatian publik terhadap konflik Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan kini tidak lagi seheboh beberapa tahun lalu. Sejak penampilan terakhir mereka bersama Pangeran William dan Kate Middleton pada 2022, masyarakat dinilai mulai memahami bahwa persoalan tersebut jauh lebih kompleks.
"Publik kini menyadari bahwa hubungan mereka memang rumit, sekaligus lebih memahami bagaimana monarki bekerja," ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada cara Istana Buckingham mengelola proses rekonsiliasi tersebut.
"Jika publik menerima sinyal yang saling bertentangan, misalnya ada kabar rekonsiliasi tetapi di saat yang sama muncul laporan soal ketegangan baru, maka kesan yang muncul adalah keluarga kerajaan masih belum mampu menyelesaikan konflik internal mereka," katanya.
Sementara itu, Page Six melaporkan Harry dan Meghan berencana membawa kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, ke Inggris bulan depan. Kunjungan ini akan menjadi perjalanan pertama kedua anak mereka ke Inggris sejak 2022.
Menurut sumber yang sama, Archie dan Lilibet dijadwalkan bertemu Raja Charles selama kunjungan tersebut. Harry disebut sangat berharap kedua anaknya dapat kembali menghabiskan waktu bersama sang kakek.
Raja Charles juga dikabarkan telah mengulurkan tangan perdamaian dengan mengundang keluarga Sussex menginap di salah satu kediaman kerajaan selama berada di Inggris. Berdasarkan laporan The Sun, sang raja bahkan disebut bersedia membantu pengaturan keamanan mereka.
Meski Harry beberapa kali bertemu ayahnya setelah Raja Charles didiagnosis menderita kanker, Meghan belum pernah kembali ke Inggris sejak menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II pada September 2022.
Hubungan Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan memburuk sejak mereka memutuskan mundur dari tugas kerajaan dan pindah ke California pada 2020. Ketegangan semakin meningkat setelah Harry menerbitkan memoarnya, Spare, pada 2023, disusul sejumlah wawancara yang berisi kritik terhadap keluarga kerajaan.
Meski hubungan Harry dengan Raja Charles perlahan menunjukkan tanda-tanda membaik, hubungannya dengan sang kakak, Pangeran William, hingga kini dikabarkan masih belum pulih.
Komentator kerajaan Amanda Matta menilai, jika Meghan ikut mendampingi Harry dalam pertemuan tersebut, maknanya akan jauh lebih besar daripada sekadar kehadiran sebagai istri.
Menurut pembawa acara podcast Off With Their Headlines itu, kehadiran Duchess of Sussex akan mengirimkan pesan kepada publik bahwa upaya memperbaiki hubungan tidak hanya melibatkan Harry, tetapi juga seluruh keluarga Sussex.
Meski demikian, Matta menegaskan bahwa kehadiran Meghan tidak otomatis membuat proses rekonsiliasi menjadi lebih mudah ataupun lebih sulit.
Baca Juga : Archie dan Lilibet ke Inggris, Akankah Bertemu Anak-anak Pangeran William?
"Yang berubah hanyalah taruhannya. Tantangan terbesar dalam rekonsiliasi bukan terletak pada satu orang, melainkan bagaimana membangun kembali kepercayaan di semua pihak," jelasnya.
Hingga kini belum ada informasi yang memastikan apakah Meghan akan mendampingi Harry dalam pertemuan dengan Raja Charles. Namun, Matta menilai hubungan Meghan dengan sang raja sejak awal memang memiliki dinamika yang berbeda dibanding hubungan Harry dengan keluarganya.
"Charles pada awalnya berusaha menyambut Meghan sebagai bagian dari keluarga. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ia terlihat mengambil jarak," katanya.
Menurut Matta, hal itu menunjukkan bahwa akar persoalan sebenarnya bukan berasal dari Meghan, melainkan konflik yang telah lama terjadi antara Harry dan keluarganya sendiri.
Baca Juga : Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Ia menambahkan, berbagai isu yang selama ini disuarakan Harry, mulai dari campur tangan media hingga tekanan kehidupan di lingkungan istana, sudah dirasakan sang pangeran bahkan sebelum bertemu Meghan.
Di sisi lain, Matta menilai perhatian publik terhadap konflik Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan kini tidak lagi seheboh beberapa tahun lalu. Sejak penampilan terakhir mereka bersama Pangeran William dan Kate Middleton pada 2022, masyarakat dinilai mulai memahami bahwa persoalan tersebut jauh lebih kompleks.
"Publik kini menyadari bahwa hubungan mereka memang rumit, sekaligus lebih memahami bagaimana monarki bekerja," ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru terletak pada cara Istana Buckingham mengelola proses rekonsiliasi tersebut.
"Jika publik menerima sinyal yang saling bertentangan, misalnya ada kabar rekonsiliasi tetapi di saat yang sama muncul laporan soal ketegangan baru, maka kesan yang muncul adalah keluarga kerajaan masih belum mampu menyelesaikan konflik internal mereka," katanya.
Sementara itu, Page Six melaporkan Harry dan Meghan berencana membawa kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, ke Inggris bulan depan. Kunjungan ini akan menjadi perjalanan pertama kedua anak mereka ke Inggris sejak 2022.
Menurut sumber yang sama, Archie dan Lilibet dijadwalkan bertemu Raja Charles selama kunjungan tersebut. Harry disebut sangat berharap kedua anaknya dapat kembali menghabiskan waktu bersama sang kakek.
Raja Charles juga dikabarkan telah mengulurkan tangan perdamaian dengan mengundang keluarga Sussex menginap di salah satu kediaman kerajaan selama berada di Inggris. Berdasarkan laporan The Sun, sang raja bahkan disebut bersedia membantu pengaturan keamanan mereka.
Meski Harry beberapa kali bertemu ayahnya setelah Raja Charles didiagnosis menderita kanker, Meghan belum pernah kembali ke Inggris sejak menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II pada September 2022.
Hubungan Harry dan Meghan dengan keluarga kerajaan memburuk sejak mereka memutuskan mundur dari tugas kerajaan dan pindah ke California pada 2020. Ketegangan semakin meningkat setelah Harry menerbitkan memoarnya, Spare, pada 2023, disusul sejumlah wawancara yang berisi kritik terhadap keluarga kerajaan.
Meski hubungan Harry dengan Raja Charles perlahan menunjukkan tanda-tanda membaik, hubungannya dengan sang kakak, Pangeran William, hingga kini dikabarkan masih belum pulih.
(wur)
Lihat Juga :