RCTI Rilis Sinetron 'Terlanjur Mencintaimu', Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Siap Bikin Baper
Kamis, 02 Juli 2026 - 20:57 WIB
loading...
A
A
A
Tak berselang lama, Arumidnan Reni akhirnya memiliki seorang anak dan membuat dirinya bahagia. Namun, kebahagiaan Arumi akhirnya hanya berasa dalam waktu singkat saat mendapat kabar bahwa bayinya dinyatakan meninggal dalam kecelakaan yang merenggut nyawa Nadya yang merupakan istri Elio (dokter spesialis kandungan yang menangani Arumi) yang diperankan Chicco Jerikho .
Baca Juga : Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Fakta mengejutkan kemudian terungkap dimana ternyata anak Arumi masih hidup dan dirawat oleh Rendi serta Laura sebagai anak mereka sendiri. Sementara Rendi menghilang tanpa jejak dan membiarkan Arumi menjadi tersangka tunggal.
Di tengah kehancuran hidupnya, Arumi harus berhadapan dengan Elio, pria yang mendekati dan menikahinya bukan karena cinta, melainkan demi membalaskan dendam atas kematian istri dan calon anaknya. Namun, seiring berjalannya waktu, tembok kebencian Elio perlahan runtuh saat melihat ketulusan dan kebaikan hati Arumi yang tak pernah pudar. Benci pun berubah menjadi cinta sejati.
Disutradarai oleh Gita Asmara (Terbelenggu Rindu) yang dikenal dengan sutradara bertangan dingin dan ditulis oleh Rebecca M. Bath, sinetron ini memasangkan aktor kawakan Chicco Jerikho (41) dan aktris muda berbakat Marsha Aruan (29) sebagai pemeran utama. Pertemuan keduanya menjanjikan chemistry kuat dalam menyajikan dinamika hubungan cinta beda usia yang sarat akan problematika dalam sinetron tersebut.
Baca Juga : Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Chicco Jerikho mengungkapkan, sebagai pemeran utama dirinya mempunyai tugas penting untuk menjadi nadi dalam sinetron ini. Namun di satu sisi ia juga merasa sebagai pelengkap dari lawan mainnya hingga chemistry antara keduanya bisa didapat dan dirasakan oleh para penonton.
"Karakter dokter ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Selain riset, kami beruntung karena set syuting dilakukan di rumah sakit sungguhan, sehingga saya bisa langsung berkonsultasi dengan dokter asli di lokasi untuk memastikan setiap detail adegan akurat. Meskipun dinamika di lapangan cukup menantang di mana skenario terkadang baru kami terima malam hari untuk syuting esok pagi, proses transformasi menjadi karakter ini langsung terasa kuat begitu saya mengenakan baju dokter.", ujar Chicco Jerikho.
Baca Juga : Rekomendasi Judul Microdrama China di V+Short, Ceritanya Singkat tapi Bikin Nagih
Fakta mengejutkan kemudian terungkap dimana ternyata anak Arumi masih hidup dan dirawat oleh Rendi serta Laura sebagai anak mereka sendiri. Sementara Rendi menghilang tanpa jejak dan membiarkan Arumi menjadi tersangka tunggal.
Di tengah kehancuran hidupnya, Arumi harus berhadapan dengan Elio, pria yang mendekati dan menikahinya bukan karena cinta, melainkan demi membalaskan dendam atas kematian istri dan calon anaknya. Namun, seiring berjalannya waktu, tembok kebencian Elio perlahan runtuh saat melihat ketulusan dan kebaikan hati Arumi yang tak pernah pudar. Benci pun berubah menjadi cinta sejati.
Disutradarai oleh Gita Asmara (Terbelenggu Rindu) yang dikenal dengan sutradara bertangan dingin dan ditulis oleh Rebecca M. Bath, sinetron ini memasangkan aktor kawakan Chicco Jerikho (41) dan aktris muda berbakat Marsha Aruan (29) sebagai pemeran utama. Pertemuan keduanya menjanjikan chemistry kuat dalam menyajikan dinamika hubungan cinta beda usia yang sarat akan problematika dalam sinetron tersebut.
Baca Juga : Terjebak antara Cinta Sejati dan Balas Budi dalam Microdrama Love Last Breath
Chicco Jerikho mengungkapkan, sebagai pemeran utama dirinya mempunyai tugas penting untuk menjadi nadi dalam sinetron ini. Namun di satu sisi ia juga merasa sebagai pelengkap dari lawan mainnya hingga chemistry antara keduanya bisa didapat dan dirasakan oleh para penonton.
"Karakter dokter ini adalah pengalaman pertama bagi saya. Selain riset, kami beruntung karena set syuting dilakukan di rumah sakit sungguhan, sehingga saya bisa langsung berkonsultasi dengan dokter asli di lokasi untuk memastikan setiap detail adegan akurat. Meskipun dinamika di lapangan cukup menantang di mana skenario terkadang baru kami terima malam hari untuk syuting esok pagi, proses transformasi menjadi karakter ini langsung terasa kuat begitu saya mengenakan baju dokter.", ujar Chicco Jerikho.
Lihat Juga :