Inayah Wahid Debut di Film Foufo, Sempat Mengira Judulnya Fufufafa
Sabtu, 04 Juli 2026 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Karena hal tersebut, Inayah mengaku sempat kebingungan dan tidak tau bagaimana cara melafalkan dialog dari skrip tersebut. Bahkan ia menuturkan bahwa dirinya tidak tahu cara membaca judul film tersebut dan sempat mengira bahwa judul filmnya adalah Fufufafa.
“Jadi, saya itu syuting, datang itu bahkan enggak tahu ini cara ngucapin judulnya tuh gimana. Tadinya saya sama tim itu berkeyakinan, ini filmnya tentang Fufufafa ya?,” ungkap Inayah.
Meski demikian, ia tetap berkenan untuk bermain dalam film tersebut. Sebab, mengetahui bahwa film tersebut akan menjadi film dengan bahasa daerah pertama yaitu bahasa Madura.
Baca Juga :Inayah Wahid Sepakat dengan Temannya yang Bilang Humor sebagai Pilar Kelima Demokrasi
“Jadi beneran enggak tahu, tapi yang bikin saya mau karena Mas Bayu (Bayu Skak) waktu itu ngomongnya ini bakalan jadi film dengan bahasa daerah pertama, layar lebar maksudnya bahasa Madura pertama. Dan saya di situ sebagai tokoh orang Surabaya,” tutur dia.
Inayah menilai, film ini patut mendapat apresiasi karena perasaan dan identitas Madura yang dimunculkan. Apalagi banyak sisi lain dari karakter Madura yang tidak diketahui orang lain justru dimunculkan dalam film ini seperti sisi kekeluargaan dan religius dari orang Madura.
“Jadi, saya itu syuting, datang itu bahkan enggak tahu ini cara ngucapin judulnya tuh gimana. Tadinya saya sama tim itu berkeyakinan, ini filmnya tentang Fufufafa ya?,” ungkap Inayah.
Meski demikian, ia tetap berkenan untuk bermain dalam film tersebut. Sebab, mengetahui bahwa film tersebut akan menjadi film dengan bahasa daerah pertama yaitu bahasa Madura.
Baca Juga :Inayah Wahid Sepakat dengan Temannya yang Bilang Humor sebagai Pilar Kelima Demokrasi
“Jadi beneran enggak tahu, tapi yang bikin saya mau karena Mas Bayu (Bayu Skak) waktu itu ngomongnya ini bakalan jadi film dengan bahasa daerah pertama, layar lebar maksudnya bahasa Madura pertama. Dan saya di situ sebagai tokoh orang Surabaya,” tutur dia.
Inayah menilai, film ini patut mendapat apresiasi karena perasaan dan identitas Madura yang dimunculkan. Apalagi banyak sisi lain dari karakter Madura yang tidak diketahui orang lain justru dimunculkan dalam film ini seperti sisi kekeluargaan dan religius dari orang Madura.
Lihat Juga :