Mengenali Kondisi Kulit Kini Bisa Dimulai dari Foto Selfie
Sabtu, 04 Juli 2026 - 15:12 WIB
loading...
Memiliki kulit sehat dan bercahaya menjadi impian banyak perempuan.
A
A
A
JAKARTA - Memiliki kulit sehat dan bercahaya menjadi impian banyak perempuan. Namun, di tengah maraknya tren skincare viral dan derasnya rekomendasi produk di media sosial, memilih perawatan kulit yang benar-benar sesuai kebutuhan tidak selalu mudah.
Tidak sedikit konsumen akhirnya mencoba berbagai produk tanpa memahami kondisi kulitnya secara menyeluruh. Padahal, setiap kulit memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari tingkat kelembapan, produksi minyak, sensitivitas, tekstur, hingga tanda-tanda penuaan.
Melihat kebutuhan tersebut, ERHA Skincare Group memperkenalkan Skin AIdentify, teknologi analisis kulit berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi kulit secara lebih personal dan objektif melalui foto selfie.
Teknologi ini hadir sebagai asisten pintar dalam rutinitas perawatan kulit. Pengguna dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kulit hanya dalam hitungan menit melalui akses digital, tanpa harus langsung datang ke klinik.
“Skin AIdentify berbeda dari skin analysis atau skin scanning yang sudah ada di pasaran saat ini,” ujar Direktur Brand & Marketing ERHA Skincare Group, Afril Wibisono.
Menurut Afril, teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai pemindai kulit, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju ekosistem dermatologi yang lebih lengkap.
“Alat ini merupakan entry point ke ekosistem dermatologi yang sudah ada di ERHA Skincare, meliputi teledermatologi, klinik ERHA, dan apoteker,” katanya.
Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat mengetahui berbagai parameter kulit, seperti kondisi skin barrier, hidrasi, pigmentasi, inflamasi, tekstur kulit, pori-pori, bekas jerawat, kerutan halus, elastisitas, hingga tanda penuaan seperti wrinkle dan sagging assessment.
Dengan hasil analisis tersebut, pengguna bisa mendapatkan gambaran awal apakah masalah kulit yang dialami masih tergolong ringan atau membutuhkan perhatian lebih lanjut dari tenaga profesional.
Afril menilai, kehadiran teknologi ini juga menjadi upaya untuk mendorong konsumen agar lebih bijak dalam memilih produk perawatan kulit. Terlebih, tren skincare yang viral di media sosial sering kali membuat konsumen tergoda mencoba produk secara impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit masing-masing.
“Di tengah maraknya tren skincare viral, ERHA Skincare Group ingin mendorong konsumen agar semakin cerdas dan tidak hanya mengikuti tren secara impulsif,” ujarnya.
Salah satu keunggulan Skin AIdentify adalah kemudahan penggunaannya. Analisis dapat dilakukan secara mandiri melalui foto selfie dan hasilnya bisa diperoleh dalam waktu singkat. Hal ini dinilai relevan dengan gaya hidup perempuan modern yang dinamis dan membutuhkan solusi praktis.
Setelah mendapatkan hasil analisis, pengguna juga dapat melanjutkan perjalanan perawatan melalui ekosistem ERHA yang tersebar di 112 kota di Indonesia, termasuk layanan digital clinic untuk telekonsultasi awal, rekomendasi produk, hingga rujukan perawatan lanjutan bila diperlukan.
“Dari hasil analisis Skin AIdentify, pengguna dapat langsung terhubung dengan ekosistem ERHA yang telah dibangun selama 27 tahun,” kata Afril.
“Pengguna bisa memulai dari telekonsultasi, mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai, hingga mengakses perawatan lanjutan di klinik ERHA apabila kondisi kulit membutuhkan penanganan lebih advanced,” tambahnya.
Dengan pendekatan tersebut, analisis kulit berbasis AI diharapkan tidak hanya membantu konsumen mengenali kondisi kulit, tetapi juga memberi arah yang lebih jelas dalam menentukan langkah perawatan yang tepat, praktis, dan terintegrasi.
Tidak sedikit konsumen akhirnya mencoba berbagai produk tanpa memahami kondisi kulitnya secara menyeluruh. Padahal, setiap kulit memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari tingkat kelembapan, produksi minyak, sensitivitas, tekstur, hingga tanda-tanda penuaan.
Melihat kebutuhan tersebut, ERHA Skincare Group memperkenalkan Skin AIdentify, teknologi analisis kulit berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi kulit secara lebih personal dan objektif melalui foto selfie.
Teknologi ini hadir sebagai asisten pintar dalam rutinitas perawatan kulit. Pengguna dapat memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kulit hanya dalam hitungan menit melalui akses digital, tanpa harus langsung datang ke klinik.
“Skin AIdentify berbeda dari skin analysis atau skin scanning yang sudah ada di pasaran saat ini,” ujar Direktur Brand & Marketing ERHA Skincare Group, Afril Wibisono.
Menurut Afril, teknologi ini tidak hanya berfungsi sebagai pemindai kulit, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju ekosistem dermatologi yang lebih lengkap.
“Alat ini merupakan entry point ke ekosistem dermatologi yang sudah ada di ERHA Skincare, meliputi teledermatologi, klinik ERHA, dan apoteker,” katanya.
Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat mengetahui berbagai parameter kulit, seperti kondisi skin barrier, hidrasi, pigmentasi, inflamasi, tekstur kulit, pori-pori, bekas jerawat, kerutan halus, elastisitas, hingga tanda penuaan seperti wrinkle dan sagging assessment.
Dengan hasil analisis tersebut, pengguna bisa mendapatkan gambaran awal apakah masalah kulit yang dialami masih tergolong ringan atau membutuhkan perhatian lebih lanjut dari tenaga profesional.
Afril menilai, kehadiran teknologi ini juga menjadi upaya untuk mendorong konsumen agar lebih bijak dalam memilih produk perawatan kulit. Terlebih, tren skincare yang viral di media sosial sering kali membuat konsumen tergoda mencoba produk secara impulsif tanpa mempertimbangkan kebutuhan kulit masing-masing.
“Di tengah maraknya tren skincare viral, ERHA Skincare Group ingin mendorong konsumen agar semakin cerdas dan tidak hanya mengikuti tren secara impulsif,” ujarnya.
Salah satu keunggulan Skin AIdentify adalah kemudahan penggunaannya. Analisis dapat dilakukan secara mandiri melalui foto selfie dan hasilnya bisa diperoleh dalam waktu singkat. Hal ini dinilai relevan dengan gaya hidup perempuan modern yang dinamis dan membutuhkan solusi praktis.
Setelah mendapatkan hasil analisis, pengguna juga dapat melanjutkan perjalanan perawatan melalui ekosistem ERHA yang tersebar di 112 kota di Indonesia, termasuk layanan digital clinic untuk telekonsultasi awal, rekomendasi produk, hingga rujukan perawatan lanjutan bila diperlukan.
“Dari hasil analisis Skin AIdentify, pengguna dapat langsung terhubung dengan ekosistem ERHA yang telah dibangun selama 27 tahun,” kata Afril.
“Pengguna bisa memulai dari telekonsultasi, mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai, hingga mengakses perawatan lanjutan di klinik ERHA apabila kondisi kulit membutuhkan penanganan lebih advanced,” tambahnya.
Dengan pendekatan tersebut, analisis kulit berbasis AI diharapkan tidak hanya membantu konsumen mengenali kondisi kulit, tetapi juga memberi arah yang lebih jelas dalam menentukan langkah perawatan yang tepat, praktis, dan terintegrasi.
(dra)
Lihat Juga :