350 Spesies Seafood Dicoret dari Menu Jaringan Hotel Global demi Selamatkan Laut

Senin, 06 Juli 2026 - 14:26 WIB
loading...
350 Spesies Seafood...
Menu mediterranean mezze board dimodifikasi menjadi plant-forward, mengutamakan pangan nabati namun tetap mengandung produk hewani dalam jumlah moderat. Foto: Novotel
A A A
JAKARTA - Lebih dari 350 spesies seafood yang tergolong rentan kini tak lagi tersaji di jaringan global Hotel Novotel. Kebijakan itu menjadi temuan penting dalam Laporan Dampak Laut 2026 menjelang Hari Laut Sedunia. Perubahan tersebut menunjukkan isu pelestarian laut mulai memengaruhi dapur dan rantai pasok perhotelan. Langkah serupa dijalankan di lebih dari 600 hotel di berbagai negara. Perusahaan menyebut perubahan itu sebagai bagian komitmen jangka panjang bersama World Wide Fund for Nature (WWF) Prancis.

Laporan tersebut mengungkap 41 persen hotel telah menghapus lebih dari 350 spesies seafood rentan dari menu. Kebijakan itu mengikuti Prinsip Hidangan Laut Berkelanjutan WWF. "Melindungi lautan membutuhkan kolaborasi dan aksi bersama," kata Manajer Program Kelautan WWF Prancis, Ludovic Frère Escoffier dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (2/7/2026).

Sementara itu, 50 persen hotel kini menyajikan sedikitnya 25 persen menu berbasis nabati. Hingga pertengahan Mei 2026, lebih dari 1.600 koki dan tim dapur menyelesaikan pelatihan hidangan laut berkelanjutan. "Kemajuan lahir dari aksi yang dilakukan secara konsisten," ujar Global Brand President Novotel, Jean-Yves Minet.

Komitmen itu juga diperkuat melalui perbaikan rantai pasok. Pada 2025, Novotel menjadi merek hotel pertama yang bergabung dengan Seafood Task Force. Organisasi tersebut mendorong transparansi dan ketertelusuran pasokan hidangan laut dunia. Program regional dijalankan di 50 hotel Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Fokusnya meliputi pengadaan tuna serta udang budidaya yang lebih bertanggung jawab hingga 2026.

Perubahan tidak berhenti pada menu makanan. Berbagai permainan edukasi serta pameran realitas virtual juga diperkenalkan di 12 hotel, termasuk Novotel Bali Ubud.

Ke depan, hotel di bawah jaringan Accor ini akan memperluas ketertelusuran hidangan laut, meningkatkan pelatihan karyawan, dan memperbanyak menu plant-forward. Saat ini, menurut Jean-Yves Minet, perusahaannya mengoperasikan lebih dari 620 hotel di 70 negara. Dia menekankan, perlindungan laut merupakan investasi bagi masa depan manusia dan industri perjalanan.
(wur)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rebranding Fave Pamanukan...
Rebranding Fave Pamanukan Hadirkan Standar Baru Hotel Budget di Pantura
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Bukan Sekadar Healing,...
Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Liburan Sekolah, Berbagai...
Liburan Sekolah, Berbagai Hotel dan Resor Ini Hadirkan Program Unik bagi Keluarga
Traveloka Gandeng Marriott...
Traveloka Gandeng Marriott International Perluas Akses Hotel di Asia Tenggara
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Rekomendasi
28 PCNU se-Jateng Dukung...
28 PCNU se-Jateng Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Ponpes Lirboyo
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
Komisi VIII DPR: Ada...
Komisi VIII DPR: Ada Ancaman Besar jika LGBT Masif di Indonesia
Berita Terkini
Tangis Celine Evangelista...
Tangis Celine Evangelista saat Antar Jemima Guri ke Pesantren
350 Spesies Seafood...
350 Spesies Seafood Dicoret dari Menu Jaringan Hotel Global demi Selamatkan Laut
Microdrama Time Traveling...
Microdrama Time Traveling The Young Marshal, Kisah Pemuda yang Kembali ke Era Republic of China
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Dragon Kings Sanctuary di V+Short, Kisah War God yang Dikhianati Cinta
Mau Liburan Lebih Berkesan?...
Mau Liburan Lebih Berkesan? Ini 5 Travel Essential yang Wajib Masuk Koper
Bangkit dari Kebangkrutan,...
Bangkit dari Kebangkrutan, Susanti Wijaya Kini Punya 1,2 Juta Followers dan Agency
Infografis
No 1 dari Asia, Berikut...
No 1 dari Asia, Berikut Terowongan Bawah Laut Terpanjang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved