7 Tips Bikin Konten Review Produk yang Menarik ala Kreator TikTok Novita Sari
Selasa, 07 Juli 2026 - 17:59 WIB
loading...
Kreator Konten Novita Sari.
A
A
A
JAKARTA - Di era digital, konten review produk menjadi salah satu jenis konten yang paling banyak diminati di media sosial. Tak hanya membantu konsumen mengenal sebuah produk, konten review yang dikemas secara menarik juga mampu membuka peluang kerja sama dengan berbagai brand hingga menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.
Hal tersebut dibuktikan oleh Novita Sari, kreator konten asal Sampang, Jawa Timur, yang sukses membangun karier di media sosial. Pemilik akun TikTok @novitasari.parma dengan 11,5 juta pengikut itu memulai perjalanan sebagai kreator hanya karena iseng mengikuti tren TikTok pada awal 2020. Berkat konsistensi dan kemampuannya beradaptasi, Novita kini dikenal sebagai kreator konten lifestyle dan review produk, dipercaya berbagai brand, memperoleh penghasilan dari endorsement, hingga memiliki produk miliknya sendiri.
Menurut Novita, kemampuan membuat review produk yang menarik bukanlah bakat yang dimiliki sejak lahir. Semua bisa dipelajari selama seseorang mau terus berlatih, berani mencoba, dan tidak takut melakukan kesalahan.
“Awalnya saya juga tidak langsung bisa. Semua butuh proses, mulai dari belajar berbicara di depan kamera, memahami produk, sampai menemukan cara menyampaikan review yang nyaman untuk diri sendiri dan enak ditonton,” ujar Novita.
Baca Juga : 10 Tips Bikin Video Review Tembus Jutaan Penonton ala Konten Kreator Riandi Lamusu
Bagi Anda yang ingin mengikuti jejaknya sebagai kontent kreator, berikut tujuh tips meningkatkan skill review produk agar tampil lebih percaya diri di depan kamera.
1. Kenali Produk Secara Mendalam Sebelum Menyalakan Kamera
Kesalahan yang paling sering dilakukan kreator pemula adalah langsung merekam video tanpa benar-benar mengenal produk yang akan diulas. Akibatnya, penyampaian menjadi kaku, sering berhenti di tengah kalimat, bahkan terlihat seperti membaca teks.
Novita menyarankan agar setiap kreator mencoba produk tersebut terlebih dahulu sebelum membuat review. Rasakan manfaatnya, pahami cara penggunaannya, cari tahu kelebihan serta kekurangannya, lalu pikirkan siapa target pengguna yang cocok.
Dengan memahami produk secara menyeluruh, Anda tidak perlu menghafal naskah. Penjelasan akan mengalir dengan sendirinya karena berasal dari pengalaman nyata.
“Kalau kita benar-benar sudah mencoba produknya, saat menjelaskan juga akan lebih percaya diri. Penonton bisa merasakan kalau review yang kita buat memang jujur, bukan sekadar membaca informasi,” kata Novita.
2. Latih Cara Berbicara Seolah Sedang Mengobrol dengan Teman
Banyak orang sebenarnya memahami produk yang sedang dibahas, tetapi kehilangan rasa percaya diri ketika kamera mulai merekam. Mereka merasa sedang ditonton ribuan orang sehingga suara menjadi pelan, ekspresi kaku, dan akhirnya tidak tampil maksimal.
Menurut Novita, cara paling efektif mengatasi rasa gugup adalah menganggap kamera sebagai teman sendiri. Bayangkan sedang menceritakan pengalaman menggunakan produk kepada sahabat, bukan sedang melakukan presentasi.
Gunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan tidak dibuat-buat. Penonton media sosial umumnya lebih menyukai pembawaan yang natural dibandingkan gaya bicara yang terlalu formal.
“Kalau terlalu memikirkan siapa yang menonton, biasanya kita jadi grogi. Lebih baik anggap saja sedang cerita ke teman supaya lebih santai,” ujarnya.
3. Bangun Kepercayaan Diri dengan Terus Berlatih, Bukan Menunggu Sempurna
Salah satu alasan banyak orang gagal menjadi kreator adalah terlalu lama menunggu hasil yang sempurna. Padahal, hampir semua content creator sukses pernah membuat video yang canggung di awal perjalanan mereka.
Novita mengaku dirinya juga mengalami hal yang sama. Ia terus belajar dari setiap video yang dibuat, memperhatikan bagian yang masih kurang, lalu memperbaikinya di konten berikutnya.
Semakin sering berlatih, kemampuan berbicara, ekspresi wajah, intonasi, hingga gestur tubuh akan berkembang dengan sendirinya. Kepercayaan diri pun akan tumbuh seiring bertambahnya pengalaman.
“Jangan takut kalau video pertama belum bagus. Saya juga belajar dari nol. Yang penting terus upload dan terus belajar,” ungkapnya.
4. Jangan Hanya Menjelaskan Produk, Tunjukkan Pengalaman Nyata
Konten review yang menarik bukan sekadar menjelaskan spesifikasi atau manfaat produk. Penonton ingin mengetahui bagaimana pengalaman asli seseorang saat menggunakan produk tersebut.
Karena itu, cobalah menunjukkan proses penggunaan, hasil yang didapat, serta pendapat pribadi setelah mencobanya. Jika ada kekurangan, sampaikan dengan cara yang sopan dan objektif.
Review yang jujur akan membangun kepercayaan audiens. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, peluang mendapatkan pelanggan setia maupun kerja sama dengan brand juga akan semakin besar.
“Menurut saya, kejujuran itu penting. Orang bisa membedakan mana review yang benar-benar pengalaman sendiri dan mana yang hanya dibuat-buat,” tutur Novita.
5. Konsisten Upload Konten, Ini Kunci yang Paling Penting
Banyak orang ingin videonya langsung viral dalam satu atau dua unggahan. Padahal, menurut Novita, kesuksesan di media sosial justru dibangun dari konsistensi, bukan keberuntungan sesaat.
Ia sendiri memulai semuanya dari nol followers. Tidak semua videonya langsung mendapatkan banyak penonton. Namun, karena terus mengunggah konten tanpa menyerah, perlahan algoritma mulai mengenali akunnya dan semakin banyak orang menemukan kontennya.
Konsistensi juga membuat kemampuan berbicara, teknik pengambilan gambar, hingga cara menyampaikan review berkembang secara alami.
“Saya tidak pernah berpikir harus cepat terkenal. Saya hanya terus membuat konten. Ternyata dari situ followers bertambah sedikit demi sedikit sampai akhirnya bisa seperti sekarang,” jelas Novita.
Inilah alasan mengapa konsistensi menjadi poin paling penting. Tanpa konsistensi, kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang, dan kesempatan untuk dilirik brand pun akan semakin kecil.
6. Ikuti Perkembangan Tren, tetapi Tetap Miliki Ciri Khas
Media sosial terus berubah. Konten yang viral hari ini belum tentu masih diminati beberapa bulan ke depan. Karena itu, kreator perlu mengikuti perkembangan tren agar tetap relevan.
Novita sendiri pernah fokus membuat konten drama ketika jenis konten tersebut sedang digemari pengguna TikTok. Ketika TikTok Shop mulai berkembang, ia kembali beradaptasi dengan membuat konten review produk dan lifestyle.
Meski mengikuti tren, ia tetap mempertahankan gaya penyampaian yang menjadi ciri khasnya sehingga audiens tetap mengenali identitas kontennya.
“Kita harus mau belajar mengikuti perkembangan media sosial. Jangan takut mencoba format baru, tetapi tetap jadi diri sendiri,” ujarnya.
7. Bangun Reputasi, Jangan Hanya Mengejar Cuan
Banyak kreator pemula langsung tergiur menerima semua tawaran kerja sama. Padahal, membangun reputasi jauh lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan sesaat.
Novita menilai kepercayaan audiens merupakan aset terbesar seorang content creator. Karena itu, ia selalu berusaha memberikan review yang jujur dan membuat konten dengan kualitas terbaik.
Kepercayaan itulah yang akhirnya membuat berbagai brand terus bekerja sama dengannya. Dari endorsement pertama yang hanya bernilai Rp50 ribu, kini ia dipercaya mengerjakan kampanye dengan nilai jutaan hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Pengalaman tersebut juga membawanya hingga berhasil memiliki produk sendiri.
“Kalau kita menjaga kualitas dan kepercayaan audiens, peluang akan datang dengan sendirinya. Jangan hanya berpikir soal uang, tapi pikirkan juga bagaimana membuat orang percaya dengan konten kita,” pungkas Novita.
Perjalanan Novita Sari menjadi bukti bahwa tidak ada kesuksesan yang datang secara instan. Berawal dari iseng mengikuti tren TikTok pada 2020, ia mampu mengubah konten review produk menjadi ladang cuan, mengumpulkan 11,5 juta pengikut, dipercaya berbagai brand besar, hingga membangun bisnis melalui produk miliknya sendiri. Bagi Novita, semua itu berawal dari satu langkah sederhana: berani memulai, terus belajar, dan konsisten menjalani proses.
Hal tersebut dibuktikan oleh Novita Sari, kreator konten asal Sampang, Jawa Timur, yang sukses membangun karier di media sosial. Pemilik akun TikTok @novitasari.parma dengan 11,5 juta pengikut itu memulai perjalanan sebagai kreator hanya karena iseng mengikuti tren TikTok pada awal 2020. Berkat konsistensi dan kemampuannya beradaptasi, Novita kini dikenal sebagai kreator konten lifestyle dan review produk, dipercaya berbagai brand, memperoleh penghasilan dari endorsement, hingga memiliki produk miliknya sendiri.
Menurut Novita, kemampuan membuat review produk yang menarik bukanlah bakat yang dimiliki sejak lahir. Semua bisa dipelajari selama seseorang mau terus berlatih, berani mencoba, dan tidak takut melakukan kesalahan.
“Awalnya saya juga tidak langsung bisa. Semua butuh proses, mulai dari belajar berbicara di depan kamera, memahami produk, sampai menemukan cara menyampaikan review yang nyaman untuk diri sendiri dan enak ditonton,” ujar Novita.
Baca Juga : 10 Tips Bikin Video Review Tembus Jutaan Penonton ala Konten Kreator Riandi Lamusu
Bagi Anda yang ingin mengikuti jejaknya sebagai kontent kreator, berikut tujuh tips meningkatkan skill review produk agar tampil lebih percaya diri di depan kamera.
1. Kenali Produk Secara Mendalam Sebelum Menyalakan Kamera
Kesalahan yang paling sering dilakukan kreator pemula adalah langsung merekam video tanpa benar-benar mengenal produk yang akan diulas. Akibatnya, penyampaian menjadi kaku, sering berhenti di tengah kalimat, bahkan terlihat seperti membaca teks.
Novita menyarankan agar setiap kreator mencoba produk tersebut terlebih dahulu sebelum membuat review. Rasakan manfaatnya, pahami cara penggunaannya, cari tahu kelebihan serta kekurangannya, lalu pikirkan siapa target pengguna yang cocok.
Dengan memahami produk secara menyeluruh, Anda tidak perlu menghafal naskah. Penjelasan akan mengalir dengan sendirinya karena berasal dari pengalaman nyata.
“Kalau kita benar-benar sudah mencoba produknya, saat menjelaskan juga akan lebih percaya diri. Penonton bisa merasakan kalau review yang kita buat memang jujur, bukan sekadar membaca informasi,” kata Novita.
2. Latih Cara Berbicara Seolah Sedang Mengobrol dengan Teman
Banyak orang sebenarnya memahami produk yang sedang dibahas, tetapi kehilangan rasa percaya diri ketika kamera mulai merekam. Mereka merasa sedang ditonton ribuan orang sehingga suara menjadi pelan, ekspresi kaku, dan akhirnya tidak tampil maksimal.
Menurut Novita, cara paling efektif mengatasi rasa gugup adalah menganggap kamera sebagai teman sendiri. Bayangkan sedang menceritakan pengalaman menggunakan produk kepada sahabat, bukan sedang melakukan presentasi.
Gunakan bahasa yang sederhana, mudah dipahami, dan tidak dibuat-buat. Penonton media sosial umumnya lebih menyukai pembawaan yang natural dibandingkan gaya bicara yang terlalu formal.
“Kalau terlalu memikirkan siapa yang menonton, biasanya kita jadi grogi. Lebih baik anggap saja sedang cerita ke teman supaya lebih santai,” ujarnya.
3. Bangun Kepercayaan Diri dengan Terus Berlatih, Bukan Menunggu Sempurna
Salah satu alasan banyak orang gagal menjadi kreator adalah terlalu lama menunggu hasil yang sempurna. Padahal, hampir semua content creator sukses pernah membuat video yang canggung di awal perjalanan mereka.
Novita mengaku dirinya juga mengalami hal yang sama. Ia terus belajar dari setiap video yang dibuat, memperhatikan bagian yang masih kurang, lalu memperbaikinya di konten berikutnya.
Semakin sering berlatih, kemampuan berbicara, ekspresi wajah, intonasi, hingga gestur tubuh akan berkembang dengan sendirinya. Kepercayaan diri pun akan tumbuh seiring bertambahnya pengalaman.
“Jangan takut kalau video pertama belum bagus. Saya juga belajar dari nol. Yang penting terus upload dan terus belajar,” ungkapnya.
4. Jangan Hanya Menjelaskan Produk, Tunjukkan Pengalaman Nyata
Konten review yang menarik bukan sekadar menjelaskan spesifikasi atau manfaat produk. Penonton ingin mengetahui bagaimana pengalaman asli seseorang saat menggunakan produk tersebut.
Karena itu, cobalah menunjukkan proses penggunaan, hasil yang didapat, serta pendapat pribadi setelah mencobanya. Jika ada kekurangan, sampaikan dengan cara yang sopan dan objektif.
Review yang jujur akan membangun kepercayaan audiens. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, peluang mendapatkan pelanggan setia maupun kerja sama dengan brand juga akan semakin besar.
“Menurut saya, kejujuran itu penting. Orang bisa membedakan mana review yang benar-benar pengalaman sendiri dan mana yang hanya dibuat-buat,” tutur Novita.
5. Konsisten Upload Konten, Ini Kunci yang Paling Penting
Banyak orang ingin videonya langsung viral dalam satu atau dua unggahan. Padahal, menurut Novita, kesuksesan di media sosial justru dibangun dari konsistensi, bukan keberuntungan sesaat.
Ia sendiri memulai semuanya dari nol followers. Tidak semua videonya langsung mendapatkan banyak penonton. Namun, karena terus mengunggah konten tanpa menyerah, perlahan algoritma mulai mengenali akunnya dan semakin banyak orang menemukan kontennya.
Konsistensi juga membuat kemampuan berbicara, teknik pengambilan gambar, hingga cara menyampaikan review berkembang secara alami.
“Saya tidak pernah berpikir harus cepat terkenal. Saya hanya terus membuat konten. Ternyata dari situ followers bertambah sedikit demi sedikit sampai akhirnya bisa seperti sekarang,” jelas Novita.
Inilah alasan mengapa konsistensi menjadi poin paling penting. Tanpa konsistensi, kemampuan yang dimiliki tidak akan berkembang, dan kesempatan untuk dilirik brand pun akan semakin kecil.
6. Ikuti Perkembangan Tren, tetapi Tetap Miliki Ciri Khas
Media sosial terus berubah. Konten yang viral hari ini belum tentu masih diminati beberapa bulan ke depan. Karena itu, kreator perlu mengikuti perkembangan tren agar tetap relevan.
Novita sendiri pernah fokus membuat konten drama ketika jenis konten tersebut sedang digemari pengguna TikTok. Ketika TikTok Shop mulai berkembang, ia kembali beradaptasi dengan membuat konten review produk dan lifestyle.
Meski mengikuti tren, ia tetap mempertahankan gaya penyampaian yang menjadi ciri khasnya sehingga audiens tetap mengenali identitas kontennya.
“Kita harus mau belajar mengikuti perkembangan media sosial. Jangan takut mencoba format baru, tetapi tetap jadi diri sendiri,” ujarnya.
7. Bangun Reputasi, Jangan Hanya Mengejar Cuan
Banyak kreator pemula langsung tergiur menerima semua tawaran kerja sama. Padahal, membangun reputasi jauh lebih penting dibandingkan mengejar keuntungan sesaat.
Novita menilai kepercayaan audiens merupakan aset terbesar seorang content creator. Karena itu, ia selalu berusaha memberikan review yang jujur dan membuat konten dengan kualitas terbaik.
Kepercayaan itulah yang akhirnya membuat berbagai brand terus bekerja sama dengannya. Dari endorsement pertama yang hanya bernilai Rp50 ribu, kini ia dipercaya mengerjakan kampanye dengan nilai jutaan hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Pengalaman tersebut juga membawanya hingga berhasil memiliki produk sendiri.
“Kalau kita menjaga kualitas dan kepercayaan audiens, peluang akan datang dengan sendirinya. Jangan hanya berpikir soal uang, tapi pikirkan juga bagaimana membuat orang percaya dengan konten kita,” pungkas Novita.
Perjalanan Novita Sari menjadi bukti bahwa tidak ada kesuksesan yang datang secara instan. Berawal dari iseng mengikuti tren TikTok pada 2020, ia mampu mengubah konten review produk menjadi ladang cuan, mengumpulkan 11,5 juta pengikut, dipercaya berbagai brand besar, hingga membangun bisnis melalui produk miliknya sendiri. Bagi Novita, semua itu berawal dari satu langkah sederhana: berani memulai, terus belajar, dan konsisten menjalani proses.
(wur)
Lihat Juga :