Viral! Masjid Ini Sediakan Gym Gratis, Jemaah Bisa Fitness sesudah Salat Berjamaah
Rabu, 08 Juli 2026 - 09:16 WIB
loading...
Masjid At-Taqwa di Pamulang, Tangerang Selatan menyediakan gym gratis. Foto: Instagram
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Jika biasanya masjid diidentikkan hanya sebagai tempat ibadah, berbeda cerita dengan Masjid At-Taqwa di Pamulang, Tangerang Selatan. Masjid ini tengah viral di media sosial dan ramai dikunjungi lantaran menyediakan fasilitas gym (kebugaran) gratis yang bisa diakses oleh jemaah maupun masyarakat umum.
Masjid tersebut menjadi perbincangan hangat setelah pihak pengelola mengunggah video suasana gym melalui akun Instagram resmi mereka pada 30 Mei 2026 lalu. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah jemaah tengah berlatih angkat beban menggunakan berbagai alat kebugaran yang mumpuni. Unggahan itu pun langsung memantik respons positif dan perhatian luas dari warganet.
![Viral! Masjid Ini Sediakan Gym Gratis, Jemaah Bisa Fitness sesudah Salat Berjamaah]()
Ketua DKM Masjid At-Taqwa Pamulang, Teguh Junaedi, menuturkan bahwa fasilitas kebugaran ini mulai beroperasi sejak Mei 2026. Ide unik ini berawal dari keinginan pengurus untuk memanfaatkan ruang kosong di lantai dua masjid.
Baca Juga : Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Setelah berdiskusi dengan jemaah, muncul usulan untuk menyulap area multifungsi tersebut menjadi tempat olahraga. Terlebih, beberapa pengurus masjid kebetulan berprofesi sebagai personal trainer di pusat kebugaran komersial.
“Program gym gratis itu awal idenya dari pengurus dan jemaah. Kebetulan pengurus kita ada beberapa orang yang suka fitness. Makanya pas kita rembukan, kita rapat bagaimana agar masjid punya fasilitas gym. Pas kebetulan ada ruangan lantai dua yang multifungsi, akhirnya kita adakan fasilitas ini,” kata Teguh saat dihubungi iNews Media Group, Selasa (7/7/2026).
![Viral! Masjid Ini Sediakan Gym Gratis, Jemaah Bisa Fitness sesudah Salat Berjamaah]()
Teguh menambahkan, langkah ini diambil karena didorong keinginan untuk menghadirkan terobosan program kerja yang unik dan berbeda dari masjid pada umumnya. Apalagi, tren gaya hidup sehat saat ini tengah digandrungi oleh berbagai kalangan, baik anak muda maupun orang tua.
Pengadaan fasilitas olahraga ini dirasa tepat untuk mendukung visi DKM dalam mewujudkan jemaah yang sehat secara holistik. Di sisi lain, gym ini juga menjadi magnet untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan masjid.
“Salah satu tujuan kami mengadakan pelayanan gym itu kan untuk menarik orang ke masjid. Jadi yang biasanya nongkrong-nongkrong di luar, fasilitas ini bisa jadi magnet. Sekarang kan gym lagi tren untuk flexing kesehatan, remaja dominan di situ. Begitu waktu salat tiba, aktivitas selesai semua, kita masuk ke ruangan utama masjid untuk salat jemaah,” tutur dia.
Strategi tersebut rupanya membuahkan hasil. Dari total jemaah yang mendaftar sebagai anggota (member), mayoritas didominasi oleh kelompok usia muda yang antusias memanfaatkan fasilitas tersebut.
Baca Juga : Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
“Dari profilnya, hampir 60 persen rata-rata remaja. Total anggota saat ini sudah 150 orang untuk putra, sedangkan putri sekitar 70 orang. Jadi dari total 220 itu bervariasi usianya, dari anak SMP, SMA, bahkan yang umurnya sudah di atas 70 tahun pun ada,” tambah Teguh.
Menariknya, seluruh fasilitas olahraga ini dapat dinikmati tanpa dipungut biaya sepeser pun. Dana pengadaan alat-alat kebugaran tersebut murni bersumber dari kas masjid serta swadaya patungan dari para pengurus dan jemaah.
“Untuk pendanaan, awal mulanya kami memang mengambil dari uang kas masjid dan patungan antara jemaah. Kita kumpulkan untuk modal awal membeli alat gym. Jadi murni pure dari dana masjid dan patungan jemaah,” ungkap dia.
Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban, pihak DKM memberlakukan pemisahan jadwal berkunjung antara laki-laki dan perempuan. Jemaah perempuan mendapatkan jadwal khusus pada hari Rabu dan Sabtu, sementara hari selebihnya dialokasikan untuk jemaah laki-laki.
Melalui fasilitas ini, Teguh berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan kesegaran rohani melalui ibadah, tetapi juga kekuatan fisik melalui olahraga, sehingga tercipta masyarakat yang lebih produktif.
“Harapan kami, jemaah semakin sehat sehingga bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari, bekerja, dan salat dengan sempurna. Dengan sehat jasmani dan rohaninya, mereka akan lebih produktif tanpa sakit. Masjid ingin menjadi wasilah atau perantara agar jemaah tetap sehat,” pungkas Teguh.
Masjid tersebut menjadi perbincangan hangat setelah pihak pengelola mengunggah video suasana gym melalui akun Instagram resmi mereka pada 30 Mei 2026 lalu. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah jemaah tengah berlatih angkat beban menggunakan berbagai alat kebugaran yang mumpuni. Unggahan itu pun langsung memantik respons positif dan perhatian luas dari warganet.

Ketua DKM Masjid At-Taqwa Pamulang, Teguh Junaedi, menuturkan bahwa fasilitas kebugaran ini mulai beroperasi sejak Mei 2026. Ide unik ini berawal dari keinginan pengurus untuk memanfaatkan ruang kosong di lantai dua masjid.
Baca Juga : Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Setelah berdiskusi dengan jemaah, muncul usulan untuk menyulap area multifungsi tersebut menjadi tempat olahraga. Terlebih, beberapa pengurus masjid kebetulan berprofesi sebagai personal trainer di pusat kebugaran komersial.
“Program gym gratis itu awal idenya dari pengurus dan jemaah. Kebetulan pengurus kita ada beberapa orang yang suka fitness. Makanya pas kita rembukan, kita rapat bagaimana agar masjid punya fasilitas gym. Pas kebetulan ada ruangan lantai dua yang multifungsi, akhirnya kita adakan fasilitas ini,” kata Teguh saat dihubungi iNews Media Group, Selasa (7/7/2026).

Teguh menambahkan, langkah ini diambil karena didorong keinginan untuk menghadirkan terobosan program kerja yang unik dan berbeda dari masjid pada umumnya. Apalagi, tren gaya hidup sehat saat ini tengah digandrungi oleh berbagai kalangan, baik anak muda maupun orang tua.
Pengadaan fasilitas olahraga ini dirasa tepat untuk mendukung visi DKM dalam mewujudkan jemaah yang sehat secara holistik. Di sisi lain, gym ini juga menjadi magnet untuk menarik minat generasi muda agar lebih dekat dengan masjid.
“Salah satu tujuan kami mengadakan pelayanan gym itu kan untuk menarik orang ke masjid. Jadi yang biasanya nongkrong-nongkrong di luar, fasilitas ini bisa jadi magnet. Sekarang kan gym lagi tren untuk flexing kesehatan, remaja dominan di situ. Begitu waktu salat tiba, aktivitas selesai semua, kita masuk ke ruangan utama masjid untuk salat jemaah,” tutur dia.
Strategi tersebut rupanya membuahkan hasil. Dari total jemaah yang mendaftar sebagai anggota (member), mayoritas didominasi oleh kelompok usia muda yang antusias memanfaatkan fasilitas tersebut.
Baca Juga : Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
“Dari profilnya, hampir 60 persen rata-rata remaja. Total anggota saat ini sudah 150 orang untuk putra, sedangkan putri sekitar 70 orang. Jadi dari total 220 itu bervariasi usianya, dari anak SMP, SMA, bahkan yang umurnya sudah di atas 70 tahun pun ada,” tambah Teguh.
Menariknya, seluruh fasilitas olahraga ini dapat dinikmati tanpa dipungut biaya sepeser pun. Dana pengadaan alat-alat kebugaran tersebut murni bersumber dari kas masjid serta swadaya patungan dari para pengurus dan jemaah.
“Untuk pendanaan, awal mulanya kami memang mengambil dari uang kas masjid dan patungan antara jemaah. Kita kumpulkan untuk modal awal membeli alat gym. Jadi murni pure dari dana masjid dan patungan jemaah,” ungkap dia.
Untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban, pihak DKM memberlakukan pemisahan jadwal berkunjung antara laki-laki dan perempuan. Jemaah perempuan mendapatkan jadwal khusus pada hari Rabu dan Sabtu, sementara hari selebihnya dialokasikan untuk jemaah laki-laki.
Melalui fasilitas ini, Teguh berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan kesegaran rohani melalui ibadah, tetapi juga kekuatan fisik melalui olahraga, sehingga tercipta masyarakat yang lebih produktif.
“Harapan kami, jemaah semakin sehat sehingga bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari, bekerja, dan salat dengan sempurna. Dengan sehat jasmani dan rohaninya, mereka akan lebih produktif tanpa sakit. Masjid ingin menjadi wasilah atau perantara agar jemaah tetap sehat,” pungkas Teguh.
(wur)
Lihat Juga :