Tingkatkan Efektivitas Layanan, Halodoc Andalkan AI untuk Dukung Dokter dan Pasien
Kamis, 09 Juli 2026 - 08:41 WIB
loading...
Untuk meningkatkan layanan, Halodoc andalkan AI. Foto: Rohman Wibowo
A
A
A
JAKARTA - Implementasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) kini menjadi kunci utama dalam mempercepat transformasi layanan kesehatan digital di Indonesia. Halodoc , sebagai salah satu platform telemedicine, telah mengadopsi teknologi ini untuk menjawab tantangan aksesibilitas serta kecepatan layanan bagi jutaan penggunanya.
Director of Engineering Halodoc, Hafiz Arraja, menjelaskan bahwa penggunaan AI dirancang untuk mempermudah alur komunikasi antara pasien dan tenaga medis. Inovasi ini diwujudkan melalui kehadiran Halodoc Intelligent Learning and Decision Assistant (Hilda) yang berfungsi sebagai asisten cerdas bagi pengguna.
"Halodoc menggunakan AI untuk membantu menyediakan layanan yang lebih cepat buat pelanggan kita, pasien, maupun dokter, serta memastikan layanan tersebut mudah diakses. Kami juga menjamin layanannya tetap akurat sesuai dengan kode etik dan standar kualitas kedokteran yang tinggi," ungkap Hafiz dalam World AI Show, di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga : Komitmen Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan lewat Halodoc Academy
Hilda hadir untuk memangkas kebingungan pasien saat membutuhkan pertolongan medis segera. Melalui asisten berbasis Large Language Model (LLM) ini, sistem dapat memberikan arahan langkah pertama yang tepat sebelum pasien melakukan konsultasi mendalam dengan dokter.
Hafiz mencontohkan, asisten cerdas ini sangat membantu dalam situasi darurat atau kondisi yang membuat pasien panik, seperti saat seseorang terbangun di tengah malam dengan keluhan detak jantung yang tidak stabil.
"Hilda akan bisa mengarahkan apakah pasien harus minum air putih dulu, kemudian nanti konsultasi ke dokter. Di situ, pasien bisa pilih langsung chat dengan dokter, di mana chat-nya tetap dengan dokter profesional, tetapi yang menenangkan hatinya pertama kali adalah Hilda," papar Hafiz.
Director of Engineering Halodoc, Hafiz Arraja, menjelaskan bahwa penggunaan AI dirancang untuk mempermudah alur komunikasi antara pasien dan tenaga medis. Inovasi ini diwujudkan melalui kehadiran Halodoc Intelligent Learning and Decision Assistant (Hilda) yang berfungsi sebagai asisten cerdas bagi pengguna.
"Halodoc menggunakan AI untuk membantu menyediakan layanan yang lebih cepat buat pelanggan kita, pasien, maupun dokter, serta memastikan layanan tersebut mudah diakses. Kami juga menjamin layanannya tetap akurat sesuai dengan kode etik dan standar kualitas kedokteran yang tinggi," ungkap Hafiz dalam World AI Show, di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Baca Juga : Komitmen Tingkatkan Kompetensi Tenaga Kesehatan lewat Halodoc Academy
Hilda hadir untuk memangkas kebingungan pasien saat membutuhkan pertolongan medis segera. Melalui asisten berbasis Large Language Model (LLM) ini, sistem dapat memberikan arahan langkah pertama yang tepat sebelum pasien melakukan konsultasi mendalam dengan dokter.
Hafiz mencontohkan, asisten cerdas ini sangat membantu dalam situasi darurat atau kondisi yang membuat pasien panik, seperti saat seseorang terbangun di tengah malam dengan keluhan detak jantung yang tidak stabil.
"Hilda akan bisa mengarahkan apakah pasien harus minum air putih dulu, kemudian nanti konsultasi ke dokter. Di situ, pasien bisa pilih langsung chat dengan dokter, di mana chat-nya tetap dengan dokter profesional, tetapi yang menenangkan hatinya pertama kali adalah Hilda," papar Hafiz.
Lihat Juga :