Tren Perawatan Pria Halal dan Natural Makin Dilirik, Ini Alasannya
Kamis, 09 Juli 2026 - 16:03 WIB
loading...
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan diri terus meningkat.
A
A
A
JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan diri terus meningkat. Tidak hanya perempuan, pria kini juga semakin memperhatikan kebersihan, penampilan, serta produk personal care yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Perubahan gaya hidup dan kemudahan akses informasi membuat konsumen lebih selektif dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fungsi, tetapi juga memperhatikan komposisi, kejelasan informasi, nilai produk, hingga kesesuaian dengan kebutuhan pribadi.
Di tengah tren tersebut, kategori personal care pria dengan pendekatan halal dan natural mulai mendapat perhatian. Konsep ini dinilai relevan dengan karakteristik pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan beragam serta semakin peduli terhadap produk yang digunakan secara rutin.
Salah satu pelaku industri yang mengembangkan segmen tersebut adalah AGZO, brand personal care pria yang mulai dikembangkan pada 2024 dan berbasis di Tulungagung, Jawa Timur. Brand ini diarahkan untuk mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen, tren industri, serta pemanfaatan teknologi digital.
Founder AGZO, Abdu Sholeh, mengatakan perkembangan industri personal care dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Menurutnya, konsumen kini semakin aktif mencari informasi sebelum menentukan pilihan produk.
“AGZO berkembang dengan melihat perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Kami memandang bahwa personal care bukan sekadar mengenai produk, tetapi juga mengenai bagaimana sebuah brand mampu memahami perkembangan gaya hidup masyarakat,” ujar Abdu.
Menurut Abdu, akses informasi yang semakin luas membuat masyarakat lebih mudah memahami pentingnya perawatan diri. Kondisi ini mendorong industri personal care untuk terus beradaptasi melalui inovasi, evaluasi, dan pengembangan yang dilakukan secara bertahap.
Selain memperhatikan konsep halal dan natural, penguatan sistem operasional juga menjadi bagian penting dalam pengembangan brand. Mulai dari pengelolaan informasi produk, penyusunan katalog, pengembangan proses internal, hingga evaluasi terhadap kebutuhan pasar.
Abdu menilai, tantangan dalam membangun brand personal care adalah menjaga relevansi di tengah perubahan tren yang berlangsung cepat. Karena itu, pemahaman terhadap perilaku konsumen dan dinamika pasar menjadi hal penting agar pengembangan produk tetap sesuai kebutuhan masyarakat.
Perkembangan platform digital juga membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar personal care. Komunikasi antara brand dan konsumen menjadi lebih terbuka, termasuk dalam memberikan edukasi tentang pentingnya merawat diri secara tepat.
Ke depan, industri personal care pria di Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan perawatan diri, kebutuhan terhadap produk yang informatif, relevan, dan sesuai karakter konsumen diperkirakan akan terus berkembang.
Perubahan gaya hidup dan kemudahan akses informasi membuat konsumen lebih selektif dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fungsi, tetapi juga memperhatikan komposisi, kejelasan informasi, nilai produk, hingga kesesuaian dengan kebutuhan pribadi.
Di tengah tren tersebut, kategori personal care pria dengan pendekatan halal dan natural mulai mendapat perhatian. Konsep ini dinilai relevan dengan karakteristik pasar Indonesia yang memiliki kebutuhan beragam serta semakin peduli terhadap produk yang digunakan secara rutin.
Salah satu pelaku industri yang mengembangkan segmen tersebut adalah AGZO, brand personal care pria yang mulai dikembangkan pada 2024 dan berbasis di Tulungagung, Jawa Timur. Brand ini diarahkan untuk mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen, tren industri, serta pemanfaatan teknologi digital.
Founder AGZO, Abdu Sholeh, mengatakan perkembangan industri personal care dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan yang cukup menarik. Menurutnya, konsumen kini semakin aktif mencari informasi sebelum menentukan pilihan produk.
“AGZO berkembang dengan melihat perubahan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Kami memandang bahwa personal care bukan sekadar mengenai produk, tetapi juga mengenai bagaimana sebuah brand mampu memahami perkembangan gaya hidup masyarakat,” ujar Abdu.
Menurut Abdu, akses informasi yang semakin luas membuat masyarakat lebih mudah memahami pentingnya perawatan diri. Kondisi ini mendorong industri personal care untuk terus beradaptasi melalui inovasi, evaluasi, dan pengembangan yang dilakukan secara bertahap.
Selain memperhatikan konsep halal dan natural, penguatan sistem operasional juga menjadi bagian penting dalam pengembangan brand. Mulai dari pengelolaan informasi produk, penyusunan katalog, pengembangan proses internal, hingga evaluasi terhadap kebutuhan pasar.
Abdu menilai, tantangan dalam membangun brand personal care adalah menjaga relevansi di tengah perubahan tren yang berlangsung cepat. Karena itu, pemahaman terhadap perilaku konsumen dan dinamika pasar menjadi hal penting agar pengembangan produk tetap sesuai kebutuhan masyarakat.
Perkembangan platform digital juga membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi seputar personal care. Komunikasi antara brand dan konsumen menjadi lebih terbuka, termasuk dalam memberikan edukasi tentang pentingnya merawat diri secara tepat.
Ke depan, industri personal care pria di Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan perawatan diri, kebutuhan terhadap produk yang informatif, relevan, dan sesuai karakter konsumen diperkirakan akan terus berkembang.
(dra)
Lihat Juga :