Media Sosial Kian Bising, Ade Fitrie Kirana Minta Publik Bijak Berpendapat
Senin, 13 Juli 2026 - 14:42 WIB
loading...
Perdebatan yang berujung pada saling serang di ruang publik maupun media sosial menjadi perhatian berbagai kalangan.
A
A
A
JAKARTA - Perdebatan yang berujung pada saling serang di ruang publik maupun media sosial menjadi perhatian berbagai kalangan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, bahkan memengaruhi cara generasi muda memandang keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan bangsa.
Artis yang kini aktif sebagai pengusaha serta pegiat isu perempuan dan anak, Ade Fitrie Kirana, mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan pendapat secara bijak. Menurutnya, keberagaman pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sosial dan tidak seharusnya menjadi pemicu permusuhan.
Ade menegaskan bahwa persatuan tidak dibangun dengan menyeragamkan pemikiran setiap orang. Sebaliknya, persatuan lahir dari kemampuan masyarakat untuk menghargai pandangan yang berbeda dengan tetap menjaga sikap saling menghormati.
"Setiap orang berhak memiliki pandangan yang berbeda. Yang perlu kita jaga adalah cara kita menyampaikan pendapat agar tidak melukai atau merendahkan orang lain," kata Ade saat ditemui di sela kegiatan sosial di Jakarta.
Ade menilai, kemampuan berdialog secara sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Anak-anak yang tumbuh dalam suasana penuh penghargaan terhadap perbedaan akan lebih mudah belajar tentang toleransi, empati, dan pentingnya menjaga persatuan.
"Kalau sejak kecil anak terbiasa melihat orang tuanya berdiskusi dengan tenang meski berbeda pendapat, mereka akan memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan," ujar dia.
Menurut Ade, perkembangan teknologi membuat setiap orang semakin mudah menyampaikan opini. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga menuntut masyarakat agar lebih bijak dalam memilih kata dan menyebarkan informasi.
Artis yang kini aktif sebagai pengusaha serta pegiat isu perempuan dan anak, Ade Fitrie Kirana, mengajak masyarakat untuk menyikapi perbedaan pendapat secara bijak. Menurutnya, keberagaman pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan sosial dan tidak seharusnya menjadi pemicu permusuhan.
Ade menegaskan bahwa persatuan tidak dibangun dengan menyeragamkan pemikiran setiap orang. Sebaliknya, persatuan lahir dari kemampuan masyarakat untuk menghargai pandangan yang berbeda dengan tetap menjaga sikap saling menghormati.
"Setiap orang berhak memiliki pandangan yang berbeda. Yang perlu kita jaga adalah cara kita menyampaikan pendapat agar tidak melukai atau merendahkan orang lain," kata Ade saat ditemui di sela kegiatan sosial di Jakarta.
Ade menilai, kemampuan berdialog secara sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Anak-anak yang tumbuh dalam suasana penuh penghargaan terhadap perbedaan akan lebih mudah belajar tentang toleransi, empati, dan pentingnya menjaga persatuan.
"Kalau sejak kecil anak terbiasa melihat orang tuanya berdiskusi dengan tenang meski berbeda pendapat, mereka akan memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan," ujar dia.
Menurut Ade, perkembangan teknologi membuat setiap orang semakin mudah menyampaikan opini. Di sisi lain, kemudahan tersebut juga menuntut masyarakat agar lebih bijak dalam memilih kata dan menyebarkan informasi.
Lihat Juga :