Meski Raja Charles Sudah Reuni dengan Harry, Pangeran William Belum Siap Berdamai
Selasa, 14 Juli 2026 - 14:40 WIB
loading...
Pangeran Harry dan William. Foto: Page Six
A
A
A
JAKARTA - Pangeran William dikabarkan memahami keputusan ayahnya, Raja Charles III , untuk kembali bertemu dengan Pangeran Harry . Namun, hal itu tidak berarti William siap memperbaiki hubungannya dengan sang adik yang telah lama berseteru.
Menurut pakar kerajaan Kinsey Schofield kepada Page Six, William bisa mengerti alasan Charles membuka pintu bagi Harry dan keluarganya.
"William mungkin memahami mengapa ayahnya melakukan itu, meskipun ia sendiri tidak akan mengambil langkah yang sama," kata Schofield.
Ia menilai Charles, yang tengah berjuang melawan kanker, tentu ingin menghabiskan waktu bersama putra serta cucu-cucunya. Sementara itu, William disebut masih meyakini bahwa Harry belum berhasil mendapatkan kembali kepercayaan keluarga kerajaan.
Baca Juga : Momen Langka, Raja Charles Reuni dengan Keluarga Pangeran Harry
"Seorang ayah yang sedang menghadapi penyakit tentu ingin bertemu anak dan cucunya. Namun, William tetap percaya bahwa Harry belum layak memperoleh kembali kepercayaan keluarga," ujarnya.
Schofield menambahkan, sebagai pewaris takhta, prioritas utama William adalah menjaga stabilitas institusi monarki yang kelak akan dipimpinnya.
"Baginya, persoalannya bukan apakah Harry masih bagian dari keluarga, melainkan apakah Harry bisa dipercaya. Satu kali pertemuan di Highgrove belum cukup menjawab pertanyaan itu. Raja Charles memikirkan warisannya, sementara William harus memikirkan keberlangsungan monarki," jelas Schofield.
Pada Jumat, Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa Raja Charles III dan Ratu Camilla menerima kunjungan Harry, Meghan Markle, serta kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, di Highgrove House. Pertemuan itu menjadi momen pertama Charles bertemu kedua cucunya setelah empat tahun.
Baca Juga : Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Meski demikian, Schofield menilai reuni tersebut tidak serta-merta menghapus luka lama yang telah membayangi hubungan keluarga kerajaan selama bertahun-tahun.
"Pertemuan ini bukan berarti Istana harus melupakan semua yang terjadi dalam enam tahun terakhir. Seorang ayah mungkin bisa memaafkan, tetapi seorang raja tetap harus melindungi Mahkota. Bertemu kembali memang mudah, tetapi membangun kembali kepercayaan jauh lebih sulit," katanya.
Sementara itu, William dan Harry kembali berada di Inggris pada waktu yang hampir bersamaan, tetapi tetap menjaga jarak. Pada 7 Juli, keduanya menjalani agenda publik secara terpisah meski hanya berjarak beberapa kilometer.
William mengunjungi Ysgol Gymraeg Llundain atau London Welsh School. Di hari yang sama, Harry menghadiri acara Invictus Games Foundation Conversation: From Policy to Practice di Chatham House.
Hubungan kakak beradik itu memang telah lama memburuk. Harry bahkan mengungkap berbagai konflik mereka dalam memoarnya yang terbit pada 2023, Spare.
Dalam buku tersebut, Harry mengklaim bahwa William selalu diperlakukan lebih istimewa sejak kecil. Ia juga menuduh sang kakak pernah melakukan kekerasan fisik saat pertengkaran yang dipicu komentar William terhadap Meghan Markle, yang disebut sebagai sosok "sulit", "kasar", dan "menjengkelkan".
"Semuanya terjadi begitu cepat. Dia mencengkeram kerah bajuku, merobek kalungku, lalu mendorongku hingga jatuh ke lantai," tulis Harry dalam memoarnya.
Harry sendiri mundur dari tugas sebagai anggota senior keluarga kerajaan pada 2020 dan kini menetap di Montecito, California, bersama Meghan serta kedua anak mereka.
Awalnya, Harry datang ke Inggris seorang diri setelah permohonannya untuk mendapatkan pengamanan yang didanai negara ditolak. Namun, Page Six kemudian melaporkan bahwa Meghan dan kedua anak mereka akhirnya ikut menyusul ke Inggris. Meski begitu, keluarga tersebut tidak memiliki agenda publik bersama, dan tidak ada foto resmi yang dirilis dari pertemuan mereka dengan Raja Charles dan Ratu Camilla.
Di sela kunjungannya ke Inggris, Harry juga menerima putusan yang kurang menguntungkan dari Pengadilan Tinggi Inggris. Hakim menolak gugatan Harry bersama enam penggugat lain terhadap penerbit Daily Mail, Associated Newspapers, terkait dugaan pelanggaran privasi. Pengadilan menyatakan tidak terdapat bukti yang cukup bahwa informasi dalam pemberitaan diperoleh secara ilegal.
Menurut laporan Page Six, rangkaian proses hukum tersebut telah menelan biaya sekitar 67 juta dolar AS.
Menurut pakar kerajaan Kinsey Schofield kepada Page Six, William bisa mengerti alasan Charles membuka pintu bagi Harry dan keluarganya.
"William mungkin memahami mengapa ayahnya melakukan itu, meskipun ia sendiri tidak akan mengambil langkah yang sama," kata Schofield.
Ia menilai Charles, yang tengah berjuang melawan kanker, tentu ingin menghabiskan waktu bersama putra serta cucu-cucunya. Sementara itu, William disebut masih meyakini bahwa Harry belum berhasil mendapatkan kembali kepercayaan keluarga kerajaan.
Baca Juga : Momen Langka, Raja Charles Reuni dengan Keluarga Pangeran Harry
"Seorang ayah yang sedang menghadapi penyakit tentu ingin bertemu anak dan cucunya. Namun, William tetap percaya bahwa Harry belum layak memperoleh kembali kepercayaan keluarga," ujarnya.
Schofield menambahkan, sebagai pewaris takhta, prioritas utama William adalah menjaga stabilitas institusi monarki yang kelak akan dipimpinnya.
"Baginya, persoalannya bukan apakah Harry masih bagian dari keluarga, melainkan apakah Harry bisa dipercaya. Satu kali pertemuan di Highgrove belum cukup menjawab pertanyaan itu. Raja Charles memikirkan warisannya, sementara William harus memikirkan keberlangsungan monarki," jelas Schofield.
Pada Jumat, Istana Buckingham mengonfirmasi bahwa Raja Charles III dan Ratu Camilla menerima kunjungan Harry, Meghan Markle, serta kedua anak mereka, Pangeran Archie dan Putri Lilibet, di Highgrove House. Pertemuan itu menjadi momen pertama Charles bertemu kedua cucunya setelah empat tahun.
Baca Juga : Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
Meski demikian, Schofield menilai reuni tersebut tidak serta-merta menghapus luka lama yang telah membayangi hubungan keluarga kerajaan selama bertahun-tahun.
"Pertemuan ini bukan berarti Istana harus melupakan semua yang terjadi dalam enam tahun terakhir. Seorang ayah mungkin bisa memaafkan, tetapi seorang raja tetap harus melindungi Mahkota. Bertemu kembali memang mudah, tetapi membangun kembali kepercayaan jauh lebih sulit," katanya.
Sementara itu, William dan Harry kembali berada di Inggris pada waktu yang hampir bersamaan, tetapi tetap menjaga jarak. Pada 7 Juli, keduanya menjalani agenda publik secara terpisah meski hanya berjarak beberapa kilometer.
William mengunjungi Ysgol Gymraeg Llundain atau London Welsh School. Di hari yang sama, Harry menghadiri acara Invictus Games Foundation Conversation: From Policy to Practice di Chatham House.
Hubungan kakak beradik itu memang telah lama memburuk. Harry bahkan mengungkap berbagai konflik mereka dalam memoarnya yang terbit pada 2023, Spare.
Dalam buku tersebut, Harry mengklaim bahwa William selalu diperlakukan lebih istimewa sejak kecil. Ia juga menuduh sang kakak pernah melakukan kekerasan fisik saat pertengkaran yang dipicu komentar William terhadap Meghan Markle, yang disebut sebagai sosok "sulit", "kasar", dan "menjengkelkan".
"Semuanya terjadi begitu cepat. Dia mencengkeram kerah bajuku, merobek kalungku, lalu mendorongku hingga jatuh ke lantai," tulis Harry dalam memoarnya.
Harry sendiri mundur dari tugas sebagai anggota senior keluarga kerajaan pada 2020 dan kini menetap di Montecito, California, bersama Meghan serta kedua anak mereka.
Awalnya, Harry datang ke Inggris seorang diri setelah permohonannya untuk mendapatkan pengamanan yang didanai negara ditolak. Namun, Page Six kemudian melaporkan bahwa Meghan dan kedua anak mereka akhirnya ikut menyusul ke Inggris. Meski begitu, keluarga tersebut tidak memiliki agenda publik bersama, dan tidak ada foto resmi yang dirilis dari pertemuan mereka dengan Raja Charles dan Ratu Camilla.
Di sela kunjungannya ke Inggris, Harry juga menerima putusan yang kurang menguntungkan dari Pengadilan Tinggi Inggris. Hakim menolak gugatan Harry bersama enam penggugat lain terhadap penerbit Daily Mail, Associated Newspapers, terkait dugaan pelanggaran privasi. Pengadilan menyatakan tidak terdapat bukti yang cukup bahwa informasi dalam pemberitaan diperoleh secara ilegal.
Menurut laporan Page Six, rangkaian proses hukum tersebut telah menelan biaya sekitar 67 juta dolar AS.
(wur)
Lihat Juga :