Sarwendah Siap Hadapi Bukti Ruben Onsu di Sidang Hak Asuh Anak
Kamis, 16 Juli 2026 - 15:42 WIB
loading...
Sarwendah datang untuk hadiri sidang perdana gugatan hak asuh anak yang diajukan mantan suaminya, Ruben Onsu pada Rabu (15/7/2026). Foto: Ravie Wardani
A
A
A
JAKARTA - Persidangan hak asuh anak antara Sarwendah dan Ruben Onsu baru memasuki tahap awal. Usai menjalani sidang perdana pada Rabu, 15 Juli kemarin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kedua pihak akan dijadwalkan melakukan mediasi dalam waktu dekat.
Kendati demikian, Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya akan kooperatif mengikuti proses hukum yang berlaku, termasuk jika nantinya mediasi mereka tak membuah kan hasil.
Menanggapi pihak Ruben Onsu yang akan membawa bukti dari media sosial terkait hak asuh anak, tim kuasa hukum Sarwendah juga menyatakan siap menghadapi segala argumen tersebut.
Baca Juga : Sarwendah Hadiri Sidang Hak Asuh Anak, Ungkap Tekad Selalu Menjaga dan Membahagiakan Anak
"Mengenai apapun buktinya ya silakan disampaikan pada tempatnya yaitu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kan begitu. Bagaimana hasilnya? Kembali lagi biarkan hakim yang menilai dan yang memutuskan. Itu aja," tegas Mark Adrianus Ambarita di PN Jakarta Selatan belum lama ini.
Mark Adrianus menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa terancam dengan bukti-bukti yang akan disiapkan pihak lawan. Hal tersebut justru dianggap sebagai kewajiban Ruben Onsu selaku penggugat untuk membuktikan dalil-dalil gugatannya.
Kini, pihak Sarwendah memilih untuk tidak banyak berkomentar di media terkait detail perselisihan mereka. Mark meyakini bahwa hakim di PN Jakarta Selatan bisa menyelesaikan permasalahan kliennya demi kepentingan anak-anak mereka.
Baca Juga : Giorgio Antonio Geram Kerap Diterpa Isu Miring dengan Sarwendah, Siap Lapor Polisi?
"Kami tidak mau menjawab itu di media karena sudah masuk ke ranah proses hukum. Kami mohon hoax-hoax yang sudah terlalu banyak, kami diam bukan apa-apa, karena memang Bu Wendah menjaga psikologi anak-anak," jelas Mark.
Chris Sam Siwu juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba memperkeruh suasana dengan kabar bohong.
"Kami mohon kepada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini, ayo ini saatnya buktikan apakah opini yang disampaikan di media itu apakah benar atau tidak, inilah tempatnya. Jangan coba memberitakan kabar-kabar yang tidak sesuai dengan fakta. Karena kenapa? Di sini yang menjadi korban adalah anak-anak," pungkas Chris.
Kendati demikian, Sarwendah melalui tim kuasa hukumnya akan kooperatif mengikuti proses hukum yang berlaku, termasuk jika nantinya mediasi mereka tak membuah kan hasil.
Menanggapi pihak Ruben Onsu yang akan membawa bukti dari media sosial terkait hak asuh anak, tim kuasa hukum Sarwendah juga menyatakan siap menghadapi segala argumen tersebut.
Baca Juga : Sarwendah Hadiri Sidang Hak Asuh Anak, Ungkap Tekad Selalu Menjaga dan Membahagiakan Anak
"Mengenai apapun buktinya ya silakan disampaikan pada tempatnya yaitu Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kan begitu. Bagaimana hasilnya? Kembali lagi biarkan hakim yang menilai dan yang memutuskan. Itu aja," tegas Mark Adrianus Ambarita di PN Jakarta Selatan belum lama ini.
Mark Adrianus menegaskan bahwa pihaknya tidak merasa terancam dengan bukti-bukti yang akan disiapkan pihak lawan. Hal tersebut justru dianggap sebagai kewajiban Ruben Onsu selaku penggugat untuk membuktikan dalil-dalil gugatannya.
Kini, pihak Sarwendah memilih untuk tidak banyak berkomentar di media terkait detail perselisihan mereka. Mark meyakini bahwa hakim di PN Jakarta Selatan bisa menyelesaikan permasalahan kliennya demi kepentingan anak-anak mereka.
Baca Juga : Giorgio Antonio Geram Kerap Diterpa Isu Miring dengan Sarwendah, Siap Lapor Polisi?
"Kami tidak mau menjawab itu di media karena sudah masuk ke ranah proses hukum. Kami mohon hoax-hoax yang sudah terlalu banyak, kami diam bukan apa-apa, karena memang Bu Wendah menjaga psikologi anak-anak," jelas Mark.
Chris Sam Siwu juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba memperkeruh suasana dengan kabar bohong.
"Kami mohon kepada pihak-pihak yang mencoba menggiring opini, ayo ini saatnya buktikan apakah opini yang disampaikan di media itu apakah benar atau tidak, inilah tempatnya. Jangan coba memberitakan kabar-kabar yang tidak sesuai dengan fakta. Karena kenapa? Di sini yang menjadi korban adalah anak-anak," pungkas Chris.
(wur)
Lihat Juga :