Ajay, Padukan Dakwah Islam dan Edukasi Digital melalui Konten Free Fire
Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:46 WIB
loading...
Ajay memadukan dakwah Islam dan edukasi digital dalam konten permainan Free Fire.
A
A
A
JAKARTA - Kreator konten gaming Ihsan Nurul Fajar, yang dikenal dengan nama Ajay, menghadirkan pendekatan berbeda di tengah maraknya konten permainan daring. Melalui permainan Free Fire, Ajay tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga menyisipkan pesan-pesan dakwah Islam dan edukasi digital kepada jutaan pengikutnya.
Pria kelahiran Tasikmalaya, 10 Oktober 1998 itu aktif membangun konten di berbagai platform media sosial. Akun TikTok *@ini.ajay telah memiliki sekitar 2 juta pengikut, sementara akun Instagram @_ihsan.nf diikuti sekitar 15 ribu pengguna. Kanal YouTube ajayysundawy juga telah mengumpulkan sekitar 89 ribu pelanggan.
Menurut Ajay, media sosial merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif kepada generasi muda. Karena itu, ia memilih menggabungkan permainan Free Fire dengan dakwah yang disampaikan secara ringan, santun, dan mudah dipahami tanpa mengurangi unsur hiburan dalam kontennya.
Di sela-sela pembahasan strategi bermain, Ajay kerap mengajak para pengikutnya untuk menjaga akhlak saat berinteraksi di dunia maya, menghindari perkataan yang dapat menyakiti orang lain, menghargai sesama pemain, serta tetap mengutamakan ibadah, pendidikan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menyampaikan nilai-nilai keislaman, Ajay juga mengedukasi pengikutnya mengenai pentingnya literasi digital. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya remaja, lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat.
"Game dapat menjadi media hiburan sekaligus sarana menyampaikan pesan kebaikan apabila digunakan secara bijak. Yang terpenting adalah tetap menjaga adab, menghormati orang lain, dan tidak melupakan kewajiban sebagai seorang muslim maupun sebagai anggota masyarakat," ujar Ajay dalam salah satu kontennya.
Pendekatan tersebut mendapat perhatian karena menunjukkan bahwa konten gaming tidak selalu identik dengan hiburan semata. Dengan kreativitas, seorang kreator dapat menghadirkan tayangan yang menghibur sekaligus memberikan nilai edukasi dan motivasi bagi para penontonnya.
Dengan menyisipkan pesan-pesan dakwah Islam, etika bermedia sosial, pentingnya menjaga ibadah, serta edukasi mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab di dalam konten Free Fire yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.
Kehadiran Ajay menjadi contoh bahwa industri kreatif digital dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah dan edukasi. Melalui pendekatan yang santun dan relevan dengan kehidupan generasi muda, ia menunjukkan bahwa hiburan, teknologi, dan penyebaran nilai-nilai kebaikan dapat berjalan berdampingan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pria kelahiran Tasikmalaya, 10 Oktober 1998 itu aktif membangun konten di berbagai platform media sosial. Akun TikTok *@ini.ajay telah memiliki sekitar 2 juta pengikut, sementara akun Instagram @_ihsan.nf diikuti sekitar 15 ribu pengguna. Kanal YouTube ajayysundawy juga telah mengumpulkan sekitar 89 ribu pelanggan.
Menurut Ajay, media sosial merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan pesan-pesan positif kepada generasi muda. Karena itu, ia memilih menggabungkan permainan Free Fire dengan dakwah yang disampaikan secara ringan, santun, dan mudah dipahami tanpa mengurangi unsur hiburan dalam kontennya.
Di sela-sela pembahasan strategi bermain, Ajay kerap mengajak para pengikutnya untuk menjaga akhlak saat berinteraksi di dunia maya, menghindari perkataan yang dapat menyakiti orang lain, menghargai sesama pemain, serta tetap mengutamakan ibadah, pendidikan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menyampaikan nilai-nilai keislaman, Ajay juga mengedukasi pengikutnya mengenai pentingnya literasi digital. Ia mengingatkan agar masyarakat, khususnya remaja, lebih bijak dalam menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat.
"Game dapat menjadi media hiburan sekaligus sarana menyampaikan pesan kebaikan apabila digunakan secara bijak. Yang terpenting adalah tetap menjaga adab, menghormati orang lain, dan tidak melupakan kewajiban sebagai seorang muslim maupun sebagai anggota masyarakat," ujar Ajay dalam salah satu kontennya.
Pendekatan tersebut mendapat perhatian karena menunjukkan bahwa konten gaming tidak selalu identik dengan hiburan semata. Dengan kreativitas, seorang kreator dapat menghadirkan tayangan yang menghibur sekaligus memberikan nilai edukasi dan motivasi bagi para penontonnya.
Dengan menyisipkan pesan-pesan dakwah Islam, etika bermedia sosial, pentingnya menjaga ibadah, serta edukasi mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab di dalam konten Free Fire yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami.
Kehadiran Ajay menjadi contoh bahwa industri kreatif digital dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah dan edukasi. Melalui pendekatan yang santun dan relevan dengan kehidupan generasi muda, ia menunjukkan bahwa hiburan, teknologi, dan penyebaran nilai-nilai kebaikan dapat berjalan berdampingan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
(unt)
Lihat Juga :