Ruben Onsu Tunda Cicilan Rumah Rp379 Juta dan Nafkah Anak Jelang Sidang, Ini Alasannya!
Selasa, 21 Juli 2026 - 08:46 WIB
loading...
Ruben Onsu. Foto: Instagram/@ruben_onsu
A
A
A
JAKARTA - Ruben Onsu mengambil sikap tegas di tengah gugatan hak asuh anak dengan Sarwendah . Presenter kondang ini memutuskan untuk menunda sementara kewajiban finansialnya, mulai dari cicilan rumah hingga biaya nafkah anak.
Bukan tanpa alasan, keputusan itu diambil karena Ruben merasa ada ketidakadilan yang dialaminya selama ini.Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, menjelaskan bahwa kliennya merasa dibebani pengeluaran yang sangat besar setiap bulannya tanpa adanya transparansi.
Ruben disebut harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk berbagai keperluan rumah tangga yang kini tak lagi ia tempati secara penuh.
Baca Juga : Ruben Onsu Siap Hadiri Mediasi Hak Asuh Anak dengan Sarwendah yang Digelar Besok
"Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan. Selain itu, Ruben juga membayar biaya pemeliharaan dan nafkah anak sekitar Rp200 juta hingga Rp265 juta per bulan, biaya kartu kredit, hingga biaya liburan anak," ungkap Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Menurut Minola, Ruben merasa ada yang salah dengan pengaturan pengeluaran tersebut. Pasalnya, saat kliennya meminta rincian pengeluaran nafkah anak, pihak Sarwendah disebut tidak pernah memberikannya.
"Ruben sudah meminta rincian pengeluaran nafkah anak tersebut, tapi tidak pernah diberikan oleh pihak Sarwendah. Ada masalah pada pengaturan cash flow. Ruben merasa dibebani banyak hal tanpa transparansi," jelas Minola.
Baca Juga : Begini Respons Pihak Ruben Onsu Usai Giorgio Antonio Beri Klarifikasi di Medsos
Kekecewaan Ruben semakin memuncak lantaran haknya sebagai ayah juga merasa dibatasi. Di tengah kewajiban finansial yang tetap mengalir, Ruben justru tidak mendapatkan jadwal pasti untuk bisa berkumpul bersama anak-anaknya.
"Di sisi lain, Ruben juga tidak mendapatkan jadwal yang pasti untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Karena kondisi yang dianggap tidak adil ini, Ruben akhirnya mengambil sikap untuk menunda kewajiban-kewajibannya sampai semuanya menjadi jelas," tutur Minola.
Bukan tanpa alasan, keputusan itu diambil karena Ruben merasa ada ketidakadilan yang dialaminya selama ini.Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, menjelaskan bahwa kliennya merasa dibebani pengeluaran yang sangat besar setiap bulannya tanpa adanya transparansi.
Ruben disebut harus merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah untuk berbagai keperluan rumah tangga yang kini tak lagi ia tempati secara penuh.
Baca Juga : Ruben Onsu Siap Hadiri Mediasi Hak Asuh Anak dengan Sarwendah yang Digelar Besok
"Ruben selama ini membayar cicilan KPR sebesar Rp379 juta per bulan. Selain itu, Ruben juga membayar biaya pemeliharaan dan nafkah anak sekitar Rp200 juta hingga Rp265 juta per bulan, biaya kartu kredit, hingga biaya liburan anak," ungkap Minola Sebayang di Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Menurut Minola, Ruben merasa ada yang salah dengan pengaturan pengeluaran tersebut. Pasalnya, saat kliennya meminta rincian pengeluaran nafkah anak, pihak Sarwendah disebut tidak pernah memberikannya.
"Ruben sudah meminta rincian pengeluaran nafkah anak tersebut, tapi tidak pernah diberikan oleh pihak Sarwendah. Ada masalah pada pengaturan cash flow. Ruben merasa dibebani banyak hal tanpa transparansi," jelas Minola.
Baca Juga : Begini Respons Pihak Ruben Onsu Usai Giorgio Antonio Beri Klarifikasi di Medsos
Kekecewaan Ruben semakin memuncak lantaran haknya sebagai ayah juga merasa dibatasi. Di tengah kewajiban finansial yang tetap mengalir, Ruben justru tidak mendapatkan jadwal pasti untuk bisa berkumpul bersama anak-anaknya.
"Di sisi lain, Ruben juga tidak mendapatkan jadwal yang pasti untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Karena kondisi yang dianggap tidak adil ini, Ruben akhirnya mengambil sikap untuk menunda kewajiban-kewajibannya sampai semuanya menjadi jelas," tutur Minola.
(wur)
Lihat Juga :