Cara Menerawang Kepribadian Orang dari Pilihan Kata di Media Sosialnya
Selasa, 22 September 2020 - 19:58 WIB
loading...
A
A
A
Mereka juga cenderung memilih bahasa yang lebih ceria, sedangkan mereka yang sangat tidak ramah cenderung memilih istilah yang negatif dan bermusuhan.
4. OPENNESS
![Cara Menerawang Kepribadian Orang dari Pilihan Kata di Media Sosialnya]()
Foto: Vitória Santos/Pexels
Mereka orang yang kreatif, intelek, dan terbuka dengan pengalaman baru. Untuk orang-orang yang punya keterbukaan tinggi, saat main media sosial, mereka cenderung mencerminkan minat mereka.
Mereka menghabiskan lebih banyak waktu memakai media sosial sebagai cara untuk mencari informasi, ngobrol soal pekerjaan mereka, atau main gim. (Baca Juga: 9 Manfaat Negative Thinking yang Justru Bisa Selamatkan Hidup Kamu )
5. NEUROTICISM
![Cara Menerawang Kepribadian Orang dari Pilihan Kata di Media Sosialnya]()
Foto: Getty Images
Mereka tergolong orang yang gampang cemas dan moody-an. Individu neurotik cenderung lebih aktif di media sosial, sama dengan extravert. Bedanya, mereka cenderung mengekspresikan lebih banyak emosi negatif dalam bahasa mereka. Ini masuk akal karena kecenderungan untuk mengalami lebih banyak emosi negatif.
Mereka kemungkinan besar juga akan mencoba menampilkan versi diri mereka yang lebih ideal.
Mega Siska Aryanti
Kontributor GenSINDO
Universitas Mercu Buana
Instagram: @egegamega
4. OPENNESS

Foto: Vitória Santos/Pexels
Mereka orang yang kreatif, intelek, dan terbuka dengan pengalaman baru. Untuk orang-orang yang punya keterbukaan tinggi, saat main media sosial, mereka cenderung mencerminkan minat mereka.
Mereka menghabiskan lebih banyak waktu memakai media sosial sebagai cara untuk mencari informasi, ngobrol soal pekerjaan mereka, atau main gim. (Baca Juga: 9 Manfaat Negative Thinking yang Justru Bisa Selamatkan Hidup Kamu )
5. NEUROTICISM

Foto: Getty Images
Mereka tergolong orang yang gampang cemas dan moody-an. Individu neurotik cenderung lebih aktif di media sosial, sama dengan extravert. Bedanya, mereka cenderung mengekspresikan lebih banyak emosi negatif dalam bahasa mereka. Ini masuk akal karena kecenderungan untuk mengalami lebih banyak emosi negatif.
Mereka kemungkinan besar juga akan mencoba menampilkan versi diri mereka yang lebih ideal.
Mega Siska Aryanti
Kontributor GenSINDO
Universitas Mercu Buana
Instagram: @egegamega
(it)
Lihat Juga :