5 Tren Perjalanan yang Mengubah Cara Wisatawan Merencanakan Liburan
Rabu, 22 Juli 2026 - 13:05 WIB
loading...
A
A
A
Rentang waktu tersebut bertepatan dengan periode penerimaan gaji di sejumlah negara Asia Tenggara. Wisatawan kemungkinan merasa memiliki ruang finansial lebih besar untuk membayar tiket, akomodasi, transportasi, dan kebutuhan selama liburan.
Temuan ini memperlihatkan bahwa perjalanan tidak hanya ditentukan oleh musim liburan atau hari besar. Siklus pendapatan bulanan juga mulai menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jadwal keberangkatan.
3. Destinasi Jarak Dekat Semakin Diminati
Destinasi dengan waktu tempuh singkat semakin menarik perhatian wisatawan. Perjalanan jarak dekat dinilai lebih mudah direncanakan, membutuhkan waktu lebih singkat, dan dapat membantu menekan pengeluaran.
Pemesanan penerbangan internasional dengan durasi kurang dari empat jam tercatat meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kategori penerbangan tersebut menyumbang sekitar 62 persen dari keseluruhan pemesanan internasional.
Selain perjalanan domestik yang tetap diminati, wisatawan mulai banyak mempertimbangkan negara-negara tetangga sebagai tujuan liburan. Destinasi regional menawarkan pengalaman berbeda tanpa membutuhkan penerbangan panjang maupun waktu cuti yang terlalu lama.
Kecenderungan tersebut membuka peluang bagi kota-kota yang memiliki konektivitas penerbangan langsung, pilihan kuliner beragam, serta atraksi wisata yang dapat dinikmati dalam perjalanan singkat.
4. Perjalanan Direncanakan Jauh Hari
Kebiasaan memesan tiket secara mendadak mulai bergeser. Semakin banyak wisatawan melakukan pemesanan lebih dari 120 hari sebelum tanggal keberangkatan.
Perencanaan jauh hari memungkinkan wisatawan membandingkan harga, memilih jadwal penerbangan yang sesuai, menentukan akomodasi, dan menyusun agenda perjalanan dengan lebih matang.
Temuan ini memperlihatkan bahwa perjalanan tidak hanya ditentukan oleh musim liburan atau hari besar. Siklus pendapatan bulanan juga mulai menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jadwal keberangkatan.
3. Destinasi Jarak Dekat Semakin Diminati
Destinasi dengan waktu tempuh singkat semakin menarik perhatian wisatawan. Perjalanan jarak dekat dinilai lebih mudah direncanakan, membutuhkan waktu lebih singkat, dan dapat membantu menekan pengeluaran.
Pemesanan penerbangan internasional dengan durasi kurang dari empat jam tercatat meningkat 14 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Kategori penerbangan tersebut menyumbang sekitar 62 persen dari keseluruhan pemesanan internasional.
Selain perjalanan domestik yang tetap diminati, wisatawan mulai banyak mempertimbangkan negara-negara tetangga sebagai tujuan liburan. Destinasi regional menawarkan pengalaman berbeda tanpa membutuhkan penerbangan panjang maupun waktu cuti yang terlalu lama.
Kecenderungan tersebut membuka peluang bagi kota-kota yang memiliki konektivitas penerbangan langsung, pilihan kuliner beragam, serta atraksi wisata yang dapat dinikmati dalam perjalanan singkat.
4. Perjalanan Direncanakan Jauh Hari
Kebiasaan memesan tiket secara mendadak mulai bergeser. Semakin banyak wisatawan melakukan pemesanan lebih dari 120 hari sebelum tanggal keberangkatan.
Perencanaan jauh hari memungkinkan wisatawan membandingkan harga, memilih jadwal penerbangan yang sesuai, menentukan akomodasi, dan menyusun agenda perjalanan dengan lebih matang.
Lihat Juga :