Sarwendah Ungkap Alasan Pindah Rumah, Didatangi Debt Collector hingga Ancaman Dilelang
Kamis, 23 Juli 2026 - 08:29 WIB
loading...
Sarwendah bersama pengacara di di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2024). Foto: Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Sarwendah akhirnya mengungkap alasan di balik keputusannya pindah dari rumah lamanya di kawasan Cilandak bersama ketiga anaknya. Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, Sarwendah menyebut faktor keamanan menjadi pertimbangan utama setelah rumah tersebut beberapa kali didatangi orang tak dikenal.
Tak hanya persoalan keamanan, Sarwendah juga mengaku dihadapkan pada masalah utang-piutang yang menyeret rumah tersebut. Bahkan, ia mendapat informasi bahwa rumah yang selama ini ditempatinya terancam dilelang bank. Kondisi itu membuat Sarwendah memilih pindah demi memberikan rasa aman dan lingkungan yang lebih nyaman bagi anak-anaknya.
Sarwendah merasa situasi di rumah lama sudah tidak kondusif untuk tumbuh kembang anak-anaknya. Ia menyebut sang klien kerap didatangi pihak luar untuk mencari seseorang yang sudah tidak tinggal di sana.
Baca Juga : Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
"Situasi-situasi yang tidak aman seperti ini yang tidak baik bagi anak-anak. Ada pihak-pihak lain lah yang mencari orang lain yang enggak ada lagi di rumah itu gitu ya," ujar Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2024).
Pihak Sarwendah mengantongi bukti kuat berupa rekaman kedatangan sejumlah pria yang diduga merupakan penagih utang atau debt collector pada larut malam.
"Kita juga bawa nih, ini masih hangat belum lama ya, kira-kira 11 Juli. Diduga debt collector memang datang ke rumah menyampaikan adanya tagihan. Lebih kurang ada lima orang yang mendatangi jam 21.52 WIB," ungkap Chris.
Tak hanya gangguan dari pihak luar, rumah tersebut ternyata juga dihantui masalah finansial yang pelik. Sarwendah mengaku terkejut saat mengetahui aset yang selama ini ditinggalinya justru terancam disita oleh bank.
Baca Juga : Tak Ada Persiapan Khusus, Ruben Onsu Datang Santai ke Sidang Mediasi
"Klien kami mendapat informasi bahwa rumah itu sudah harus dilelang. Jadi klien kami tidak mau dong diberikan gono-gini yang seperti itu. Jadi ya sudahlah, enggak mau ambil pusing," sambung Chris.
Sarwendah pun tak menampik bahwa keputusannya untuk pindah rumah secara mendadak bukan perkara mudah.Terutama saat harus memberikan penjelasan kepada anak-anaknya tanpa menyudutkan pihak mana pun.
"Pasti butuh perjuangan saya ya untuk menjelaskan kenapa harus pindah. Saya akan menjelaskan seminim mungkin, sebaik mungkin tanpa memojokkan satu sama lain," kata Sarwendah.
Keputusan untuk pindah dan hidup mandiri secara finansial diambil demi menjauhkan anak-anak dari pusaran masalah orang dewasa, termasuk konflik dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
"Klien kami dengan finansial yang sudah mandiri, ya, klien kami lebih baik untuk pindah. Untuk mencari apa? Mencari kebahagiaan dengan anak-anak," tegas sang pengacara.
Kini, mantan personel Cherrybelle itu berharap bisa memulai lembaran baru yang lebih tenang di rumah baru tanpa bayang-bayang ketakutan akan penyitaan aset.
"Klien kami sudah hidup dengan anak-anaknya dan juga terkait perpindahannya pun sudah diinformasikan kepada mantan suaminya," pungkas Chris.
Tak hanya persoalan keamanan, Sarwendah juga mengaku dihadapkan pada masalah utang-piutang yang menyeret rumah tersebut. Bahkan, ia mendapat informasi bahwa rumah yang selama ini ditempatinya terancam dilelang bank. Kondisi itu membuat Sarwendah memilih pindah demi memberikan rasa aman dan lingkungan yang lebih nyaman bagi anak-anaknya.
Sarwendah merasa situasi di rumah lama sudah tidak kondusif untuk tumbuh kembang anak-anaknya. Ia menyebut sang klien kerap didatangi pihak luar untuk mencari seseorang yang sudah tidak tinggal di sana.
Baca Juga : Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
"Situasi-situasi yang tidak aman seperti ini yang tidak baik bagi anak-anak. Ada pihak-pihak lain lah yang mencari orang lain yang enggak ada lagi di rumah itu gitu ya," ujar Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2024).
Pihak Sarwendah mengantongi bukti kuat berupa rekaman kedatangan sejumlah pria yang diduga merupakan penagih utang atau debt collector pada larut malam.
"Kita juga bawa nih, ini masih hangat belum lama ya, kira-kira 11 Juli. Diduga debt collector memang datang ke rumah menyampaikan adanya tagihan. Lebih kurang ada lima orang yang mendatangi jam 21.52 WIB," ungkap Chris.
Tak hanya gangguan dari pihak luar, rumah tersebut ternyata juga dihantui masalah finansial yang pelik. Sarwendah mengaku terkejut saat mengetahui aset yang selama ini ditinggalinya justru terancam disita oleh bank.
Baca Juga : Tak Ada Persiapan Khusus, Ruben Onsu Datang Santai ke Sidang Mediasi
"Klien kami mendapat informasi bahwa rumah itu sudah harus dilelang. Jadi klien kami tidak mau dong diberikan gono-gini yang seperti itu. Jadi ya sudahlah, enggak mau ambil pusing," sambung Chris.
Sarwendah pun tak menampik bahwa keputusannya untuk pindah rumah secara mendadak bukan perkara mudah.Terutama saat harus memberikan penjelasan kepada anak-anaknya tanpa menyudutkan pihak mana pun.
"Pasti butuh perjuangan saya ya untuk menjelaskan kenapa harus pindah. Saya akan menjelaskan seminim mungkin, sebaik mungkin tanpa memojokkan satu sama lain," kata Sarwendah.
Keputusan untuk pindah dan hidup mandiri secara finansial diambil demi menjauhkan anak-anak dari pusaran masalah orang dewasa, termasuk konflik dengan mantan suaminya, Ruben Onsu.
"Klien kami dengan finansial yang sudah mandiri, ya, klien kami lebih baik untuk pindah. Untuk mencari apa? Mencari kebahagiaan dengan anak-anak," tegas sang pengacara.
Kini, mantan personel Cherrybelle itu berharap bisa memulai lembaran baru yang lebih tenang di rumah baru tanpa bayang-bayang ketakutan akan penyitaan aset.
"Klien kami sudah hidup dengan anak-anaknya dan juga terkait perpindahannya pun sudah diinformasikan kepada mantan suaminya," pungkas Chris.
(wur)
Lihat Juga :