The Odyssey Guncang Box Office Global, Raup Rp4,3 Triliun di Pekan Perdana
Kamis, 23 Juli 2026 - 09:45 WIB
loading...
Film The Odyssey berhasil raup Rp4,2 triliun di pekan perdana penayangannya. Foto: The Guardian
A
A
A
JAKARTA - Film terbaru garapan Christopher Nolan, The Odyssey , langsung mengguncang box office dunia. Dalam akhir pekan pembukaannya, film epik adaptasi karya klasik Homer ini berhasil meraup pendapatan US$264 juta atau sekitar Rp4,3 triliun, menurut data Universal Pictures.
Dikutip The Guardian,pencapaian tersebut menjadi debut terbesar Christopher Nolan sejak The Dark Knight Rises (2012) jika disesuaikan dengan inflasi. Bahkan, angka pembukaan The Odyssey melampaui Oppenheimer, film pemenang Oscar yang pada akhir pekan perdananya meraih sekitar USD174 juta (Rp3,1 triliun) sebelum akhirnya menutup penayangan dengan pendapatan global mencapai USD975 juta (Rp17 tiliun).
Dibintangi Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Zendaya, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Samantha Morton, hingga Charlize Theron, The Odyssey mengangkat kisah legendaris Odysseus, Raja Ithaca, yang berjuang pulang ke negerinya dalam perjalanan penuh bahaya selama 10 tahun setelah berakhirnya Perang Troya.
Film ini menjadi salah satu proyek paling ambisius Nolan. Dengan biaya produksi yang dilaporkan mencapai USD250 juta (Rp4,4 tiliun), The Odyssey baru mendapat lampu hijau setelah kesuksesan besar Oppenheimer, baik dari sisi kritik maupun pendapatan komersial.
Baca Juga : Sinopsis dan 5 Fakta Film The Odyssey Karya Christopher Nolan yang Lagi Viral
Di pasar Amerika Utara, film ini membukukan pendapatan US$124,5 juta, menjadikannya pembukaan terbesar ketiga tahun ini. Posisi tersebut berada di bawah Toy Story 5 (USD159 juta) dan The Super Mario Galaxy Movie (USD131 juta).
Capaian itu dinilai semakin impresif karena The Odyssey mengusung rating R, yang membatasi usia penonton. Padahal, Universal Pictures sebelumnya hanya memproyeksikan pendapatan sekitar USD100 juta (Rp1,7 miliar) untuk pasar domestik.
Data penonton menunjukkan film ini lebih banyak menarik audiens dewasa. Sebanyak 56% penonton merupakan laki-laki, sementara lebih dari tiga perempat pembeli tiket berusia di atas 25 tahun. Di sisi lain, sekitar separuh penonton berada pada rentang usia 18 hingga 34 tahun.
Untuk pasar internasional, Inggris dan Irlandia menjadi wilayah dengan performa terbaik. Dalam tiga hari pertama penayangan, film ini mengumpulkan pendapatan sekitar £12,9 juta atau setara USD17,4 juta.
Baca Juga : 4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
The Odyssey juga mencatat sejarah sebagai film layar lebar pertama yang seluruh proses pengambilannya menggunakan kamera IMAX. Teknologi tersebut menghasilkan kualitas gambar yang jauh lebih tajam dan detail, meski penggunaan kameranya dikenal sangat besar, berat, dan menantang saat proses syuting.
Antusiasme penonton pun luar biasa. Seluruh tiket penayangan akhir pekan perdana di BFI IMAX London ludes terjual. Bahkan, sejumlah penggemar rela mengantre sejak tengah malam hingga dini hari demi menjadi penonton pertama.
Secara global, The Odyssey dirilis di 73 negara, tayang di lebih dari 12.800 lokasi dan 26.000 layar, termasuk 440 layar IMAX. Di Amerika Utara, bioskop berformat premium seperti IMAX menyumbang sekitar 53% dari total pendapatan box office.
Di tengah kesuksesan tersebut, Christopher Nolan mengaku ingin beristirahat sejenak setelah menyelesaikan proyek besar ini.
"Saya ingin punya waktu untuk benar-benar tidak mengerjakan apa pun. Sudah lama sekali saya tidak merasakan hal seperti itu," ujar Nolan dalam wawancaranya dengan The Guardian.
Meski demikian, ia memperkirakan akan membutuhkan setidaknya tiga tahun sebelum kembali merilis film berikutnya.
Tak hanya sukses secara komersial, The Odyssey juga menuai pujian dari para kritikus. Sejumlah media bahkan menyebut film ini sebagai karya terbaik Christopher Nolan sepanjang kariernya, berkat visual spektakuler, skala produksi yang megah, serta cara Nolan menghidupkan kembali salah satu kisah paling legendaris dalam sejarah sastra dunia.
Dikutip The Guardian,pencapaian tersebut menjadi debut terbesar Christopher Nolan sejak The Dark Knight Rises (2012) jika disesuaikan dengan inflasi. Bahkan, angka pembukaan The Odyssey melampaui Oppenheimer, film pemenang Oscar yang pada akhir pekan perdananya meraih sekitar USD174 juta (Rp3,1 triliun) sebelum akhirnya menutup penayangan dengan pendapatan global mencapai USD975 juta (Rp17 tiliun).
Dibintangi Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Zendaya, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Samantha Morton, hingga Charlize Theron, The Odyssey mengangkat kisah legendaris Odysseus, Raja Ithaca, yang berjuang pulang ke negerinya dalam perjalanan penuh bahaya selama 10 tahun setelah berakhirnya Perang Troya.
Film ini menjadi salah satu proyek paling ambisius Nolan. Dengan biaya produksi yang dilaporkan mencapai USD250 juta (Rp4,4 tiliun), The Odyssey baru mendapat lampu hijau setelah kesuksesan besar Oppenheimer, baik dari sisi kritik maupun pendapatan komersial.
Baca Juga : Sinopsis dan 5 Fakta Film The Odyssey Karya Christopher Nolan yang Lagi Viral
Di pasar Amerika Utara, film ini membukukan pendapatan US$124,5 juta, menjadikannya pembukaan terbesar ketiga tahun ini. Posisi tersebut berada di bawah Toy Story 5 (USD159 juta) dan The Super Mario Galaxy Movie (USD131 juta).
Capaian itu dinilai semakin impresif karena The Odyssey mengusung rating R, yang membatasi usia penonton. Padahal, Universal Pictures sebelumnya hanya memproyeksikan pendapatan sekitar USD100 juta (Rp1,7 miliar) untuk pasar domestik.
Data penonton menunjukkan film ini lebih banyak menarik audiens dewasa. Sebanyak 56% penonton merupakan laki-laki, sementara lebih dari tiga perempat pembeli tiket berusia di atas 25 tahun. Di sisi lain, sekitar separuh penonton berada pada rentang usia 18 hingga 34 tahun.
Untuk pasar internasional, Inggris dan Irlandia menjadi wilayah dengan performa terbaik. Dalam tiga hari pertama penayangan, film ini mengumpulkan pendapatan sekitar £12,9 juta atau setara USD17,4 juta.
Baca Juga : 4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
The Odyssey juga mencatat sejarah sebagai film layar lebar pertama yang seluruh proses pengambilannya menggunakan kamera IMAX. Teknologi tersebut menghasilkan kualitas gambar yang jauh lebih tajam dan detail, meski penggunaan kameranya dikenal sangat besar, berat, dan menantang saat proses syuting.
Antusiasme penonton pun luar biasa. Seluruh tiket penayangan akhir pekan perdana di BFI IMAX London ludes terjual. Bahkan, sejumlah penggemar rela mengantre sejak tengah malam hingga dini hari demi menjadi penonton pertama.
Secara global, The Odyssey dirilis di 73 negara, tayang di lebih dari 12.800 lokasi dan 26.000 layar, termasuk 440 layar IMAX. Di Amerika Utara, bioskop berformat premium seperti IMAX menyumbang sekitar 53% dari total pendapatan box office.
Di tengah kesuksesan tersebut, Christopher Nolan mengaku ingin beristirahat sejenak setelah menyelesaikan proyek besar ini.
"Saya ingin punya waktu untuk benar-benar tidak mengerjakan apa pun. Sudah lama sekali saya tidak merasakan hal seperti itu," ujar Nolan dalam wawancaranya dengan The Guardian.
Meski demikian, ia memperkirakan akan membutuhkan setidaknya tiga tahun sebelum kembali merilis film berikutnya.
Tak hanya sukses secara komersial, The Odyssey juga menuai pujian dari para kritikus. Sejumlah media bahkan menyebut film ini sebagai karya terbaik Christopher Nolan sepanjang kariernya, berkat visual spektakuler, skala produksi yang megah, serta cara Nolan menghidupkan kembali salah satu kisah paling legendaris dalam sejarah sastra dunia.
(wur)
Lihat Juga :