Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
Jum'at, 24 Juli 2026 - 19:20 WIB
loading...
Perkembangan industri makanan dan minuman mendorong pelaku usaha serta chef profesional untuk terus menghadirkan menu baru tanpa menghilangkan karakter rasa.
A
A
A
BALI - Perkembangan industri makanan dan minuman mendorong pelaku usaha serta chef profesional untuk terus menghadirkan menu baru tanpa menghilangkan karakter rasa. Kebutuhan tersebut turut meningkatkan permintaan terhadap bahan masak yang praktis, mudah diaplikasikan, dan mampu memberikan hasil konsisten.
Menjawab perkembangan itu, Flora Food Group memperkenalkan produk santan kelapa serta lini bahan baku profesional dalam ajang Food & Hospitality Indonesia di Jakarta International Expo, Kemayoran.
Kehadiran santan kelapa menjadi langkah perusahaan memperluas portofolio di luar kategori margarin. Produk tersebut dirancang untuk mendukung pengolahan makanan bercita rasa Nusantara maupun menu fusion.
Santan untuk Rumah Tangga hingga Dapur Profesional
BlueBand Santan Kelapa menawarkan rasa gurih serta tekstur kental dan creamy. Produk ini juga diperkaya kalsium untuk melengkapi kebutuhan konsumen dalam mengolah beragam sajian.
Produk tersebut tersedia dalam kemasan 65 mililiter, 200 mililiter, dan satu liter. Variasi ukuran itu ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta dapur profesional.
Head of Marketing PT Flora Food Indonesia, Ade Savitri, mengatakan kebutuhan konsumen tidak hanya berkaitan dengan variasi menu, tetapi juga proses memasak secara menyeluruh.
“Kami memahami bahwa kebutuhan konsumen dan industri terus berkembang, tidak hanya dalam menghadirkan menu-menu baru, tetapi juga dalam menciptakan proses memasak yang lebih baik secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan berkualitas hingga menghasilkan hidangan terbaik,” ujar Ade.
Menurutnya, inovasi bahan masak perlu menggabungkan kualitas, performa, dan kemudahan agar dapat digunakan oleh konsumen rumah tangga maupun pelaku industri.
Solusi untuk Beragam Kreasi Kuliner
Selain santan, perusahaan memperkenalkan Flora Professional sebagai identitas lini produk yang ditujukan bagi sektor foodservice. Produk tersebut mencakup multipurpose cream, cooking cream, dan butter blend.
Ketiganya dapat diaplikasikan pada berbagai jenis olahan, mulai dari makanan utama, roti, pastry, minuman, hingga gelato. Pengembangan lini tersebut diarahkan untuk membantu pelaku kuliner menjaga kualitas serta konsistensi sajian.
Portofolio Flora Food Indonesia kini mencakup margarin, santan, krim, butter, shortening, minyak goreng padat, dan minyak samin.
Untuk memberikan inspirasi penggunaan produk, perusahaan turut menghadirkan sesi berbagi pengetahuan, demonstrasi memasak, dan pencicipan menu bersama Chef Norman Ismail, Chef Florence, serta Barista Robby Firlian.
Kegiatan tersebut menunjukkan beragam cara mengaplikasikan bahan masak dalam pengembangan makanan dan minuman, sekaligus membuka ruang pertukaran ide antara produsen, chef, dan pelaku usaha.
“Kami ingin tumbuh bersama para pelaku industri karena kami percaya kemajuan kuliner Indonesia lahir dari kolaborasi antara produk yang tepat, kreativitas para profesional, dan semangat untuk terus berinovasi,” kata Ade.
Ia berharap inovasi produk dan edukasi kuliner dapat terus mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan menu, meningkatkan kualitas sajian, serta mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.
Menjawab perkembangan itu, Flora Food Group memperkenalkan produk santan kelapa serta lini bahan baku profesional dalam ajang Food & Hospitality Indonesia di Jakarta International Expo, Kemayoran.
Kehadiran santan kelapa menjadi langkah perusahaan memperluas portofolio di luar kategori margarin. Produk tersebut dirancang untuk mendukung pengolahan makanan bercita rasa Nusantara maupun menu fusion.
Santan untuk Rumah Tangga hingga Dapur Profesional
BlueBand Santan Kelapa menawarkan rasa gurih serta tekstur kental dan creamy. Produk ini juga diperkaya kalsium untuk melengkapi kebutuhan konsumen dalam mengolah beragam sajian.
Produk tersebut tersedia dalam kemasan 65 mililiter, 200 mililiter, dan satu liter. Variasi ukuran itu ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta dapur profesional.
Head of Marketing PT Flora Food Indonesia, Ade Savitri, mengatakan kebutuhan konsumen tidak hanya berkaitan dengan variasi menu, tetapi juga proses memasak secara menyeluruh.
“Kami memahami bahwa kebutuhan konsumen dan industri terus berkembang, tidak hanya dalam menghadirkan menu-menu baru, tetapi juga dalam menciptakan proses memasak yang lebih baik secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan berkualitas hingga menghasilkan hidangan terbaik,” ujar Ade.
Menurutnya, inovasi bahan masak perlu menggabungkan kualitas, performa, dan kemudahan agar dapat digunakan oleh konsumen rumah tangga maupun pelaku industri.
Solusi untuk Beragam Kreasi Kuliner
Selain santan, perusahaan memperkenalkan Flora Professional sebagai identitas lini produk yang ditujukan bagi sektor foodservice. Produk tersebut mencakup multipurpose cream, cooking cream, dan butter blend.
Ketiganya dapat diaplikasikan pada berbagai jenis olahan, mulai dari makanan utama, roti, pastry, minuman, hingga gelato. Pengembangan lini tersebut diarahkan untuk membantu pelaku kuliner menjaga kualitas serta konsistensi sajian.
Portofolio Flora Food Indonesia kini mencakup margarin, santan, krim, butter, shortening, minyak goreng padat, dan minyak samin.
Untuk memberikan inspirasi penggunaan produk, perusahaan turut menghadirkan sesi berbagi pengetahuan, demonstrasi memasak, dan pencicipan menu bersama Chef Norman Ismail, Chef Florence, serta Barista Robby Firlian.
Kegiatan tersebut menunjukkan beragam cara mengaplikasikan bahan masak dalam pengembangan makanan dan minuman, sekaligus membuka ruang pertukaran ide antara produsen, chef, dan pelaku usaha.
“Kami ingin tumbuh bersama para pelaku industri karena kami percaya kemajuan kuliner Indonesia lahir dari kolaborasi antara produk yang tepat, kreativitas para profesional, dan semangat untuk terus berinovasi,” kata Ade.
Ia berharap inovasi produk dan edukasi kuliner dapat terus mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan menu, meningkatkan kualitas sajian, serta mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.
(dra)
Lihat Juga :