Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
2. Jangan Langsung Jualan, Bangun Cerita Terlebih Dahulu
Aleta menjelaskan bahwa banyak kreator terlalu cepat membahas keunggulan produk sejak detik pertama video dimulai. Padahal, cara tersebut justru membuat penonton mudah melewati konten.
Ia lebih memilih membuka video dengan masalah yang sering dialami banyak orang, misalnya kulit kusam, jerawat, atau wajah berminyak. Setelah itu barulah ia memperkenalkan produk yang digunakan sebagai bagian dari pengalaman pribadinya.
“Saya lebih suka mengajak penonton masuk ke ceritanya dulu. Kalau mereka merasa relate, biasanya mereka akan menonton sampai selesai,” ungkapnya.
Menurutnya, teknik storytelling membuat review terasa lebih ringan dan tidak seperti iklan.
3. Perlihatkan Hasil Secara Jujur
Bagi Aleta, review skincare bukan tentang mengatakan semua produk bagus. Justru penonton lebih menghargai kreator yang mampu menyampaikan kelebihan sekaligus kekurangan sebuah produk secara objektif.
Ia juga menyarankan agar kreator memperlihatkan tekstur produk, proses pemakaian, hingga kondisi kulit setelah digunakan agar penonton memiliki gambaran yang lebih jelas.
“Kalau memang ada yang kurang cocok di kulit saya, saya akan bilang. Setiap orang punya kondisi kulit yang berbeda, jadi saya lebih memilih jujur daripada berlebihan,” tuturnya.
Kejujuran seperti inilah yang menurutnya menjadi alasan banyak pengikut tetap setia mengikuti kontennya.
4. Perhatikan Kualitas Video dan Pencahayaan
Meski kini memiliki perangkat yang lebih lengkap, Aleta mengaku memulai semuanya hanya dengan ponsel Android lama.Karena itu, ia menilai kreator pemula tidak perlu minder jika belum memiliki kamera mahal. Yang jauh lebih penting adalah memastikan wajah dan produk terlihat jelas melalui pencahayaan yang baik serta pengambilan gambar yang rapi.
Aleta menjelaskan bahwa banyak kreator terlalu cepat membahas keunggulan produk sejak detik pertama video dimulai. Padahal, cara tersebut justru membuat penonton mudah melewati konten.
Ia lebih memilih membuka video dengan masalah yang sering dialami banyak orang, misalnya kulit kusam, jerawat, atau wajah berminyak. Setelah itu barulah ia memperkenalkan produk yang digunakan sebagai bagian dari pengalaman pribadinya.
“Saya lebih suka mengajak penonton masuk ke ceritanya dulu. Kalau mereka merasa relate, biasanya mereka akan menonton sampai selesai,” ungkapnya.
Menurutnya, teknik storytelling membuat review terasa lebih ringan dan tidak seperti iklan.
3. Perlihatkan Hasil Secara Jujur
Bagi Aleta, review skincare bukan tentang mengatakan semua produk bagus. Justru penonton lebih menghargai kreator yang mampu menyampaikan kelebihan sekaligus kekurangan sebuah produk secara objektif.
Ia juga menyarankan agar kreator memperlihatkan tekstur produk, proses pemakaian, hingga kondisi kulit setelah digunakan agar penonton memiliki gambaran yang lebih jelas.
“Kalau memang ada yang kurang cocok di kulit saya, saya akan bilang. Setiap orang punya kondisi kulit yang berbeda, jadi saya lebih memilih jujur daripada berlebihan,” tuturnya.
Kejujuran seperti inilah yang menurutnya menjadi alasan banyak pengikut tetap setia mengikuti kontennya.
4. Perhatikan Kualitas Video dan Pencahayaan
Meski kini memiliki perangkat yang lebih lengkap, Aleta mengaku memulai semuanya hanya dengan ponsel Android lama.Karena itu, ia menilai kreator pemula tidak perlu minder jika belum memiliki kamera mahal. Yang jauh lebih penting adalah memastikan wajah dan produk terlihat jelas melalui pencahayaan yang baik serta pengambilan gambar yang rapi.
Lihat Juga :