Tak Asal Review! Aleta Novianda Bocorkan 5 Cara Bikin Konten Review Skincare yang Menarik Jutaan Penonton
Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:37 WIB
loading...
Aleta Novianda. Foto: Dok Pribadi
A
A
A
JAKARTA - Dibalik maraknya konten review skincare yang berseliweran di media sosial, tidak semuanya mampu menarik perhatian penonton. Sebagian bahkan hanya bertahan di ratusan tayangan. Menurut kreator konten Aleta Novianda, membuat konten review skincare tidak cukup hanya menunjukkan sebuah produk di depan kamera. Ada strategi, konsistensi, dan cara penyampaian yang harus dipahami agar konten mampu menjangkau lebih banyak orang.
Aleta Novianda, yang memiliki nama asli Novitasari, merupakan kreator digital kelahiran Bogor, 22 Maret 2005. Ia dikenal melalui konten review skincare dan daily life yang konsisten diunggah melalui akun TikTok @aletaanovianda dengan sekitar 2,4 juta pengikut serta Instagram @aletaanovianda yang telah memiliki lebih dari 339 ribu followers. Bersama sang suami, AldiTV, ia juga aktif mengelola kanal YouTube Aldi Dan Aleta.
Perjalanan Aleta hingga dikenal seperti sekarang tidak berlangsung secara instan. Saat masih duduk di bangku SMK pada 2022, ia mulai membuat video hanya menggunakan ponsel Android jadul. Kala itu, hobinya justru mengundang cibiran. Ia bahkan mengaku pernah dicap “alay” dan dikucilkan oleh teman-temannya karena dianggap terlalu percaya diri membuat konten.
Baca Juga : Berawal dari Hobi Traveling, Adhe Tora Kini Jadi Referensi Liburan dan Wisata Kuliner
Namun, cibiran tersebut tidak membuatnya berhenti. Justru dari proses itulah Aleta belajar memahami cara membuat konten yang mampu menarik perhatian penonton sekaligus dipercaya berbagai brand skincare.
“Banyak orang mengira review skincare itu tinggal pegang produk lalu bicara di depan kamera. Padahal ada proses belajar yang panjang supaya penonton mau mendengarkan sampai video selesai,” ujar Aleta.
Berbekal pengalaman tersebut, Aleta membagikan lima cara yang menurutnya penting dipahami oleh para kreator pemula yang ingin membangun konten review skincare.
1. Gunakan Produk yang Benar-Benar Sudah Dicoba
Menurut Aleta, kesalahan yang paling sering dilakukan kreator pemula adalah terburu-buru memberikan penilaian terhadap suatu produk tanpa menggunakannya terlebih dahulu.
Ia menyarankan agar setiap produk dicoba selama beberapa waktu sehingga kreator dapat menceritakan pengalaman yang nyata, mulai dari tekstur, aroma, cara penggunaan, hingga hasil yang dirasakan pada kulit.
“Penonton sekarang semakin pintar. Mereka bisa tahu kalau kita hanya membaca informasi dari kemasan tanpa benar-benar mencoba produknya. Kejujuran itu yang membuat penonton percaya,” kata Aleta.Dengan pengalaman pribadi, penyampaian akan terasa lebih natural dan membangun kredibilitas di mata audiens.
Baca Juga : Rahasia Mudah Booyah di Free Fire, Ini 10 Tips dari Kreator Konten Falintino FF
2. Jangan Langsung Jualan, Bangun Cerita Terlebih Dahulu
Aleta menjelaskan bahwa banyak kreator terlalu cepat membahas keunggulan produk sejak detik pertama video dimulai. Padahal, cara tersebut justru membuat penonton mudah melewati konten.
Ia lebih memilih membuka video dengan masalah yang sering dialami banyak orang, misalnya kulit kusam, jerawat, atau wajah berminyak. Setelah itu barulah ia memperkenalkan produk yang digunakan sebagai bagian dari pengalaman pribadinya.
“Saya lebih suka mengajak penonton masuk ke ceritanya dulu. Kalau mereka merasa relate, biasanya mereka akan menonton sampai selesai,” ungkapnya.
Menurutnya, teknik storytelling membuat review terasa lebih ringan dan tidak seperti iklan.
3. Perlihatkan Hasil Secara Jujur
Bagi Aleta, review skincare bukan tentang mengatakan semua produk bagus. Justru penonton lebih menghargai kreator yang mampu menyampaikan kelebihan sekaligus kekurangan sebuah produk secara objektif.
Ia juga menyarankan agar kreator memperlihatkan tekstur produk, proses pemakaian, hingga kondisi kulit setelah digunakan agar penonton memiliki gambaran yang lebih jelas.
“Kalau memang ada yang kurang cocok di kulit saya, saya akan bilang. Setiap orang punya kondisi kulit yang berbeda, jadi saya lebih memilih jujur daripada berlebihan,” tuturnya.
Kejujuran seperti inilah yang menurutnya menjadi alasan banyak pengikut tetap setia mengikuti kontennya.
4. Perhatikan Kualitas Video dan Pencahayaan
Meski kini memiliki perangkat yang lebih lengkap, Aleta mengaku memulai semuanya hanya dengan ponsel Android lama.Karena itu, ia menilai kreator pemula tidak perlu minder jika belum memiliki kamera mahal. Yang jauh lebih penting adalah memastikan wajah dan produk terlihat jelas melalui pencahayaan yang baik serta pengambilan gambar yang rapi.
“Dulu saya juga mulai pakai HP biasa. Jadi jangan menunggu alat mahal dulu. Maksimalkan saja apa yang dimiliki sambil terus belajar meningkatkan kualitas konten,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas visual yang baik akan membuat penonton lebih nyaman menyaksikan video hingga selesai.
5. Konsisten dan Jangan Takut Memulai dari Nol
Tips terakhir yang menurut Aleta paling penting adalah konsistensi. Ia mengingatkan bahwa tidak semua video akan langsung viral. Bahkan di awal perjalanan sebagai kreator, banyak videonya hanya ditonton sedikit orang. Namun ia tetap mengunggah konten secara rutin sambil terus mengevaluasi kualitas setiap video.
“Dulu saya juga pernah merasa capek karena view sedikit. Tapi kalau berhenti, kita tidak akan pernah tahu video mana yang akhirnya mengubah hidup kita. Jadi jangan takut memulai dari nol,” kata Aleta.
Menurutnya, algoritma media sosial akan lebih mudah mengenali kreator yang aktif dan konsisten dibandingkan mereka yang hanya mengunggah konten sesekali.
Kini, kerja keras tersebut telah membawanya menjadi salah satu kreator review skincare yang memiliki jutaan pengikut. Tidak hanya dikenal sebagai content creator, Aleta juga berhasil membangun berbagai kerja sama dengan brand kecantikan, mengembangkan konten daily life bersama sang suami, hingga merintis bisnis aksesori gaming Sarung Jempol Pro (SJPRO).
Bagi Aleta, menjadi kreator bukan sekadar mengejar angka penonton atau jumlah pengikut. Yang jauh lebih penting adalah membangun kepercayaan audiens melalui konten yang jujur, bermanfaat, dan dibuat dengan sepenuh hati.
“Followers memang penting, tapi kepercayaan penonton jauh lebih berharga. Kalau mereka percaya dengan apa yang kita sampaikan, mereka akan terus kembali menonton konten kita,” pungkas Aleta.
Kisah Aleta Novianda menjadi bukti bahwa kesuksesan di dunia digital tidak hanya ditentukan oleh peralatan yang mahal atau jumlah pengikut semata. Dengan kemauan untuk terus belajar, berani memulai dari keterbatasan, dan konsisten menghadirkan konten yang bernilai, siapa pun memiliki kesempatan untuk berkembang dan membangun karier sebagai kreator digital.
Aleta Novianda, yang memiliki nama asli Novitasari, merupakan kreator digital kelahiran Bogor, 22 Maret 2005. Ia dikenal melalui konten review skincare dan daily life yang konsisten diunggah melalui akun TikTok @aletaanovianda dengan sekitar 2,4 juta pengikut serta Instagram @aletaanovianda yang telah memiliki lebih dari 339 ribu followers. Bersama sang suami, AldiTV, ia juga aktif mengelola kanal YouTube Aldi Dan Aleta.
Perjalanan Aleta hingga dikenal seperti sekarang tidak berlangsung secara instan. Saat masih duduk di bangku SMK pada 2022, ia mulai membuat video hanya menggunakan ponsel Android jadul. Kala itu, hobinya justru mengundang cibiran. Ia bahkan mengaku pernah dicap “alay” dan dikucilkan oleh teman-temannya karena dianggap terlalu percaya diri membuat konten.
Baca Juga : Berawal dari Hobi Traveling, Adhe Tora Kini Jadi Referensi Liburan dan Wisata Kuliner
Namun, cibiran tersebut tidak membuatnya berhenti. Justru dari proses itulah Aleta belajar memahami cara membuat konten yang mampu menarik perhatian penonton sekaligus dipercaya berbagai brand skincare.
“Banyak orang mengira review skincare itu tinggal pegang produk lalu bicara di depan kamera. Padahal ada proses belajar yang panjang supaya penonton mau mendengarkan sampai video selesai,” ujar Aleta.
Berbekal pengalaman tersebut, Aleta membagikan lima cara yang menurutnya penting dipahami oleh para kreator pemula yang ingin membangun konten review skincare.
1. Gunakan Produk yang Benar-Benar Sudah Dicoba
Menurut Aleta, kesalahan yang paling sering dilakukan kreator pemula adalah terburu-buru memberikan penilaian terhadap suatu produk tanpa menggunakannya terlebih dahulu.
Ia menyarankan agar setiap produk dicoba selama beberapa waktu sehingga kreator dapat menceritakan pengalaman yang nyata, mulai dari tekstur, aroma, cara penggunaan, hingga hasil yang dirasakan pada kulit.
“Penonton sekarang semakin pintar. Mereka bisa tahu kalau kita hanya membaca informasi dari kemasan tanpa benar-benar mencoba produknya. Kejujuran itu yang membuat penonton percaya,” kata Aleta.Dengan pengalaman pribadi, penyampaian akan terasa lebih natural dan membangun kredibilitas di mata audiens.
Baca Juga : Rahasia Mudah Booyah di Free Fire, Ini 10 Tips dari Kreator Konten Falintino FF
2. Jangan Langsung Jualan, Bangun Cerita Terlebih Dahulu
Aleta menjelaskan bahwa banyak kreator terlalu cepat membahas keunggulan produk sejak detik pertama video dimulai. Padahal, cara tersebut justru membuat penonton mudah melewati konten.
Ia lebih memilih membuka video dengan masalah yang sering dialami banyak orang, misalnya kulit kusam, jerawat, atau wajah berminyak. Setelah itu barulah ia memperkenalkan produk yang digunakan sebagai bagian dari pengalaman pribadinya.
“Saya lebih suka mengajak penonton masuk ke ceritanya dulu. Kalau mereka merasa relate, biasanya mereka akan menonton sampai selesai,” ungkapnya.
Menurutnya, teknik storytelling membuat review terasa lebih ringan dan tidak seperti iklan.
3. Perlihatkan Hasil Secara Jujur
Bagi Aleta, review skincare bukan tentang mengatakan semua produk bagus. Justru penonton lebih menghargai kreator yang mampu menyampaikan kelebihan sekaligus kekurangan sebuah produk secara objektif.
Ia juga menyarankan agar kreator memperlihatkan tekstur produk, proses pemakaian, hingga kondisi kulit setelah digunakan agar penonton memiliki gambaran yang lebih jelas.
“Kalau memang ada yang kurang cocok di kulit saya, saya akan bilang. Setiap orang punya kondisi kulit yang berbeda, jadi saya lebih memilih jujur daripada berlebihan,” tuturnya.
Kejujuran seperti inilah yang menurutnya menjadi alasan banyak pengikut tetap setia mengikuti kontennya.
4. Perhatikan Kualitas Video dan Pencahayaan
Meski kini memiliki perangkat yang lebih lengkap, Aleta mengaku memulai semuanya hanya dengan ponsel Android lama.Karena itu, ia menilai kreator pemula tidak perlu minder jika belum memiliki kamera mahal. Yang jauh lebih penting adalah memastikan wajah dan produk terlihat jelas melalui pencahayaan yang baik serta pengambilan gambar yang rapi.
“Dulu saya juga mulai pakai HP biasa. Jadi jangan menunggu alat mahal dulu. Maksimalkan saja apa yang dimiliki sambil terus belajar meningkatkan kualitas konten,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas visual yang baik akan membuat penonton lebih nyaman menyaksikan video hingga selesai.
5. Konsisten dan Jangan Takut Memulai dari Nol
Tips terakhir yang menurut Aleta paling penting adalah konsistensi. Ia mengingatkan bahwa tidak semua video akan langsung viral. Bahkan di awal perjalanan sebagai kreator, banyak videonya hanya ditonton sedikit orang. Namun ia tetap mengunggah konten secara rutin sambil terus mengevaluasi kualitas setiap video.
“Dulu saya juga pernah merasa capek karena view sedikit. Tapi kalau berhenti, kita tidak akan pernah tahu video mana yang akhirnya mengubah hidup kita. Jadi jangan takut memulai dari nol,” kata Aleta.
Menurutnya, algoritma media sosial akan lebih mudah mengenali kreator yang aktif dan konsisten dibandingkan mereka yang hanya mengunggah konten sesekali.
Kini, kerja keras tersebut telah membawanya menjadi salah satu kreator review skincare yang memiliki jutaan pengikut. Tidak hanya dikenal sebagai content creator, Aleta juga berhasil membangun berbagai kerja sama dengan brand kecantikan, mengembangkan konten daily life bersama sang suami, hingga merintis bisnis aksesori gaming Sarung Jempol Pro (SJPRO).
Bagi Aleta, menjadi kreator bukan sekadar mengejar angka penonton atau jumlah pengikut. Yang jauh lebih penting adalah membangun kepercayaan audiens melalui konten yang jujur, bermanfaat, dan dibuat dengan sepenuh hati.
“Followers memang penting, tapi kepercayaan penonton jauh lebih berharga. Kalau mereka percaya dengan apa yang kita sampaikan, mereka akan terus kembali menonton konten kita,” pungkas Aleta.
Kisah Aleta Novianda menjadi bukti bahwa kesuksesan di dunia digital tidak hanya ditentukan oleh peralatan yang mahal atau jumlah pengikut semata. Dengan kemauan untuk terus belajar, berani memulai dari keterbatasan, dan konsisten menghadirkan konten yang bernilai, siapa pun memiliki kesempatan untuk berkembang dan membangun karier sebagai kreator digital.
(wur)
Lihat Juga :