Kemandirian Jadi Warisan Baru, Tren Perencanaan Masa Depan Masyarakat Indonesia Kian Bergeser
Senin, 27 Juli 2026 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Survei juga menunjukkan bahwa 71% responden lebih mengutamakan kesehatan dan kualitas hidup dibandingkan meninggalkan harta sebagai warisan. Kesadaran terhadap pentingnya pencegahan penyakit juga cukup tinggi, dengan 89% responden percaya pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mempertahankan kemandirian saat memasuki masa pensiun.
Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antara kesadaran dan praktik. Sebanyak 56% responden mengaku menjalani pemeriksaan kesehatan setidaknya sekali dalam setahun, sementara 16% belum pernah melakukannya. Hanya sekitar sepertiga responden yang rutin melakukan pemeriksaan dini maupun langkah preventif untuk mencegah penyakit kronis.
Dari sisi finansial, mayoritas masyarakat mulai mengandalkan kemampuan sendiri dalam mempersiapkan masa pensiun. Sebanyak 87% responden berencana menggunakan tabungan pribadi, sedangkan 73% mengandalkan investasi. Sebaliknya, hanya sekitar sepertiga yang masih berharap memperoleh dukungan finansial dari anak pada masa tua.
CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa menilai, perubahan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan jangka panjang.
"Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya mempersiapkan kemandirian agar tidak menjadi beban generasi berikutnya. Namun, mengandalkan tabungan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun yang kian panjang, biaya kesehatan yang terus meningkat, dan kebutuhan akan pendapatan yang berkelanjutan. Karena itu, rencana investasi yang cermat, sesuai profil risiko dan dijalankan dengan disiplin, menjadi sebuah keharusan," katanya.
Generasi Sandwich Hadapi Tantangan Lebih Berat
Survei turut menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi kelompok generasi sandwich. Sebanyak 62% responden Indonesia memiliki tanggung jawab merawat anggota keluarga, sementara 68% juga menanggung kebutuhan finansial keluarga. Kondisi ini paling banyak dialami kelompok usia produktif 35–44 tahun.
Meski demikian, masih terdapat kesenjangan antara kesadaran dan praktik. Sebanyak 56% responden mengaku menjalani pemeriksaan kesehatan setidaknya sekali dalam setahun, sementara 16% belum pernah melakukannya. Hanya sekitar sepertiga responden yang rutin melakukan pemeriksaan dini maupun langkah preventif untuk mencegah penyakit kronis.
Dari sisi finansial, mayoritas masyarakat mulai mengandalkan kemampuan sendiri dalam mempersiapkan masa pensiun. Sebanyak 87% responden berencana menggunakan tabungan pribadi, sedangkan 73% mengandalkan investasi. Sebaliknya, hanya sekitar sepertiga yang masih berharap memperoleh dukungan finansial dari anak pada masa tua.
CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Afifa menilai, perubahan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan jangka panjang.
"Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya mempersiapkan kemandirian agar tidak menjadi beban generasi berikutnya. Namun, mengandalkan tabungan saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa pensiun yang kian panjang, biaya kesehatan yang terus meningkat, dan kebutuhan akan pendapatan yang berkelanjutan. Karena itu, rencana investasi yang cermat, sesuai profil risiko dan dijalankan dengan disiplin, menjadi sebuah keharusan," katanya.
Generasi Sandwich Hadapi Tantangan Lebih Berat
Survei turut menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi kelompok generasi sandwich. Sebanyak 62% responden Indonesia memiliki tanggung jawab merawat anggota keluarga, sementara 68% juga menanggung kebutuhan finansial keluarga. Kondisi ini paling banyak dialami kelompok usia produktif 35–44 tahun.
Lihat Juga :