35 Tahun Berkarya, Twilite Orchestra Siapkan Konser Akbar Bersama Solois Internasional dan 200 Penyanyi
Selasa, 28 Juli 2026 - 19:15 WIB
loading...
Twilite Orchestra akan merayakan perjalanan 35 tahun di industri musik melalui konser berskala besar yang digelar di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran.
A
A
A
JAKARTA - Twilite Orchestra akan merayakan perjalanan 35 tahun di industri musik melalui konser berskala besar yang digelar di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran, pada Minggu, 6 September 2026 pukul 16.00 WIB.
Bertajuk Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert, pertunjukan tersebut akan merangkum perjalanan musikal orkestra yang didirikan Addie MS sejak 8 Juni 1991. Antusiasme penonton terhadap konser ini terbilang tinggi. Tiket umum yang mulai dijual pada 16 Juli 2026 dilaporkan habis hanya dalam waktu satu jam.
Addie MS mengaku tidak pernah membayangkan Twilite Orchestra mampu bertahan hingga lebih dari tiga dekade. Terlebih, ekosistem musik simfonik di Indonesia belum cukup kondusif ketika kelompok tersebut berdiri pada 1991.
“Saya tidak membayangkan Allah SWT mengizinkan saya bersama TO bisa berkarya hingga hari ini. Di awal berdirinya TO, beberapa rekan saya berkomentar bahwa kami tidak akan bertahan lebih dari dua bulan karena ekosistem musik simfonik memang sangat tidak kondusif saat itu,” kata Addie MS.
Menurutnya, perjalanan panjang Twilite Orchestra tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sahabat, media hingga para mitra yang terus memberikan ruang bagi musik orkestra.
“Namun, dukungan sahabat, sponsor, media, dan keluargalah yang menguatkan kami. Yang utama, Pak Indra Bakrie-lah yang menguatkan dan meyakinkan saya untuk terus bertahan saat saya berniat mundur pada awal perjalanan kami,” ujarnya.
Libatkan 74 Musisi dan 200 Penyanyi
Konser ulang tahun ke-35 ini akan melibatkan 74 musisi Twilite Orchestra dan sekitar 200 penyanyi paduan suara. Mereka berasal dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, Uhamka Choir, serta PSM Universitas Mercu Buana.
Tiga solois juga dipersiapkan untuk tampil, yakni soprano Meechot Marrero, tenor Indonesia Oswin Wilke, serta harpis Rama Widi.
Program konser dirancang untuk menggambarkan perjalanan Twilite Orchestra sejak 1991. Repertoarnya mencakup musik klasik, opera, film, gim video, musikal Broadway, hingga lagu daerah Indonesia.
Beberapa karya yang akan dibawakan antara lain Die Fledermaus Overture karya Johann Strauss II, Liberi Fatali karya Nobuo Uematsu, The Phantom of the Opera karya Andrew Lloyd Webber, serta Fantasia Nusantara karya Addie MS.
Penonton juga akan disuguhi sejumlah repertoar opera seperti Nessun dorma karya Giacomo Puccini, Sempre liberakarya Giuseppe Verdi, serta March of the Toreadors dari opera Carmen karya Georges Bizet.
Diharapkan Menjadi Langkah Menuju Perjalanan Baru
Founder Adinda Bakrie Foundation, Adinda Bakrie, berharap perayaan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pijakan bagi perjalanan Twilite Orchestra berikutnya.
“Senang sekali Twilite Orchestra dapat menyentuh sampai 35 tahun. Semoga ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi pijakan untuk bisa terus melangkah lebih jauh. Sukses selalu untuk Mas Addie dan Twilite Orchestra,” kata Adinda.
Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Soegianto Nagaria, menilai usia 35 tahun menunjukkan konsistensi Twilite Orchestra dalam mengembangkan musik orkestra di Indonesia.
“Twilite Orchestra telah membuktikan bahwa dedikasi, kolaborasi, dan konsistensi merupakan fondasi utama dalam membangun karya yang bertahan lintas generasi. Perayaan 35 tahun ini bukan hanya menjadi milestone penting bagi Twilite Orchestra, tetapi juga menjadi perayaan bagi perkembangan musik orkestra di Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan seni memiliki peran dalam membentuk karakter sekaligus menginspirasi generasi mendatang. Dukungan terhadap konser tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa seni dan budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter bangsa dan pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Melalui dukungan terhadap Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert, BRI ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya nasabah, dengan memberikan akses yang lebih mudah dan eksklusif terhadap pengalaman menikmati pertunjukan musik berkualitas melalui BRImo,” kata Dhanny.
Meski tiket umum telah habis, penyelenggara masih menyediakan alokasi khusus yang mulai dipasarkan pada 28 Juli 2026. Konser ini terselenggara dengan dukungan Adinda Bakrie Foundation, PT Summarecon Agung Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Bertajuk Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert, pertunjukan tersebut akan merangkum perjalanan musikal orkestra yang didirikan Addie MS sejak 8 Juni 1991. Antusiasme penonton terhadap konser ini terbilang tinggi. Tiket umum yang mulai dijual pada 16 Juli 2026 dilaporkan habis hanya dalam waktu satu jam.
Addie MS mengaku tidak pernah membayangkan Twilite Orchestra mampu bertahan hingga lebih dari tiga dekade. Terlebih, ekosistem musik simfonik di Indonesia belum cukup kondusif ketika kelompok tersebut berdiri pada 1991.
“Saya tidak membayangkan Allah SWT mengizinkan saya bersama TO bisa berkarya hingga hari ini. Di awal berdirinya TO, beberapa rekan saya berkomentar bahwa kami tidak akan bertahan lebih dari dua bulan karena ekosistem musik simfonik memang sangat tidak kondusif saat itu,” kata Addie MS.
Menurutnya, perjalanan panjang Twilite Orchestra tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, sahabat, media hingga para mitra yang terus memberikan ruang bagi musik orkestra.
“Namun, dukungan sahabat, sponsor, media, dan keluargalah yang menguatkan kami. Yang utama, Pak Indra Bakrie-lah yang menguatkan dan meyakinkan saya untuk terus bertahan saat saya berniat mundur pada awal perjalanan kami,” ujarnya.
Libatkan 74 Musisi dan 200 Penyanyi
Konser ulang tahun ke-35 ini akan melibatkan 74 musisi Twilite Orchestra dan sekitar 200 penyanyi paduan suara. Mereka berasal dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, Uhamka Choir, serta PSM Universitas Mercu Buana.
Tiga solois juga dipersiapkan untuk tampil, yakni soprano Meechot Marrero, tenor Indonesia Oswin Wilke, serta harpis Rama Widi.
Program konser dirancang untuk menggambarkan perjalanan Twilite Orchestra sejak 1991. Repertoarnya mencakup musik klasik, opera, film, gim video, musikal Broadway, hingga lagu daerah Indonesia.
Beberapa karya yang akan dibawakan antara lain Die Fledermaus Overture karya Johann Strauss II, Liberi Fatali karya Nobuo Uematsu, The Phantom of the Opera karya Andrew Lloyd Webber, serta Fantasia Nusantara karya Addie MS.
Penonton juga akan disuguhi sejumlah repertoar opera seperti Nessun dorma karya Giacomo Puccini, Sempre liberakarya Giuseppe Verdi, serta March of the Toreadors dari opera Carmen karya Georges Bizet.
Diharapkan Menjadi Langkah Menuju Perjalanan Baru
Founder Adinda Bakrie Foundation, Adinda Bakrie, berharap perayaan tersebut tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pijakan bagi perjalanan Twilite Orchestra berikutnya.
“Senang sekali Twilite Orchestra dapat menyentuh sampai 35 tahun. Semoga ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi pijakan untuk bisa terus melangkah lebih jauh. Sukses selalu untuk Mas Addie dan Twilite Orchestra,” kata Adinda.
Direktur PT Summarecon Agung Tbk., Soegianto Nagaria, menilai usia 35 tahun menunjukkan konsistensi Twilite Orchestra dalam mengembangkan musik orkestra di Indonesia.
“Twilite Orchestra telah membuktikan bahwa dedikasi, kolaborasi, dan konsistensi merupakan fondasi utama dalam membangun karya yang bertahan lintas generasi. Perayaan 35 tahun ini bukan hanya menjadi milestone penting bagi Twilite Orchestra, tetapi juga menjadi perayaan bagi perkembangan musik orkestra di Indonesia,” ujarnya.
Ia mengatakan seni memiliki peran dalam membentuk karakter sekaligus menginspirasi generasi mendatang. Dukungan terhadap konser tersebut diharapkan dapat memperluas ruang bagi masyarakat untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa seni dan budaya menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter bangsa dan pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Melalui dukungan terhadap Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert, BRI ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya nasabah, dengan memberikan akses yang lebih mudah dan eksklusif terhadap pengalaman menikmati pertunjukan musik berkualitas melalui BRImo,” kata Dhanny.
Meski tiket umum telah habis, penyelenggara masih menyediakan alokasi khusus yang mulai dipasarkan pada 28 Juli 2026. Konser ini terselenggara dengan dukungan Adinda Bakrie Foundation, PT Summarecon Agung Tbk., dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
(dra)
Lihat Juga :