Program Sekolah dan Pesantren Sehat Sukses Tanamkan PHBS pada 10 Juta Anak
Sabtu, 26 September 2020 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Data lain juga menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama terkait proporsi angka kejadian COVID-19 pada anak, yaitu sebesar 9,1%. Permasalahan ini pun semakin menantang karena berbagai kegiatan harus tetap berjalan, termasuk belajar-mengajar.
Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd menyampaikan, hak anak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap diprioritaskan demi masa depan mereka. Namun, sebelum melepas anak kembali bersekolah, kita harus membiasakan PHBS sejak dini sebagai kunci mengendalikan penyebaran COVID-19 di lingkungan pendidikan.
"Selain memastikan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, Kemendikbud sangat mendorong peran serta para pengajar dan orangtua untuk membekali anak dengan pengetahuan PHBS tepat sejak dini sebagai modal agar mereka dapat belajar dengan aman," ujar Sri Wahyuningsih.
Beradaptasi dengan kondisi di mana masih banyak sekolah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), pelaksanaan Program Sekolah dan Pesantren Sehat juga bertransformasi menjadi PJJ. Program yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kemendikbud, dan Kementerian Agama ini sejalan dengan semangat #MariBerbagiPeran yang diusung Unilever Indonesia.
Kegiatan bakal menargetkan para pemangku kepentingan, terutama pimpinan dan pengajar melalui Training of Trainers. Mereka didorong untuk membina dan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta Pesantren Sehat menuju better hygiene, better nutrition, dan better environment. Pelatihan yang dilakukan secara online didukung modul pembelajaran yang menarik bagi anak serta pendampingan bagi para pengajar. Selain itu, para dokter kecil dan duta santri juga dilibatkan sehingga dapat menyebarluaskan edukasi pada teman-temannya.
Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd menyampaikan, hak anak untuk mendapatkan pendidikan harus tetap diprioritaskan demi masa depan mereka. Namun, sebelum melepas anak kembali bersekolah, kita harus membiasakan PHBS sejak dini sebagai kunci mengendalikan penyebaran COVID-19 di lingkungan pendidikan.
"Selain memastikan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, Kemendikbud sangat mendorong peran serta para pengajar dan orangtua untuk membekali anak dengan pengetahuan PHBS tepat sejak dini sebagai modal agar mereka dapat belajar dengan aman," ujar Sri Wahyuningsih.
Beradaptasi dengan kondisi di mana masih banyak sekolah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), pelaksanaan Program Sekolah dan Pesantren Sehat juga bertransformasi menjadi PJJ. Program yang merupakan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, Kemendikbud, dan Kementerian Agama ini sejalan dengan semangat #MariBerbagiPeran yang diusung Unilever Indonesia.
Kegiatan bakal menargetkan para pemangku kepentingan, terutama pimpinan dan pengajar melalui Training of Trainers. Mereka didorong untuk membina dan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta Pesantren Sehat menuju better hygiene, better nutrition, dan better environment. Pelatihan yang dilakukan secara online didukung modul pembelajaran yang menarik bagi anak serta pendampingan bagi para pengajar. Selain itu, para dokter kecil dan duta santri juga dilibatkan sehingga dapat menyebarluaskan edukasi pada teman-temannya.
Lihat Juga :