Waspada! Pria Berisiko Tinggi Alami Henti Jantung Seperti Didi Kempot
Selasa, 05 Mei 2020 - 17:30 WIB
loading...
Banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang mengalami henti jantung seperti penyanyi Didi Kempot. Namun, pria lebih berisiko dengan penyakit ini. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan seseorang mengalami henti jantung seperti penyanyi Didi Kempot.
Henti jantung sangat sering dikaitkan dengan penyakit arteri koroner, faktor yang sama yang membuat seseorang berisiko terkena penyakit arteri koroner juga dapat menyebabkan risiko henti jantung.
Adapun faktor risiko yang di maksud, mencakup riwayat keluarga dengan penyakit arteri koroner, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol, kegemukan, diabetes hingga gaya hidup yang tidak banyak gerak.
Dilansir Mayo Clinic, faktor-faktor lain yang mungkin meningkatkan seseorang berisiko mengalami henti jantung meliputi, riwayat keluarga dengan serangan jantung dan serangan jantung sebelumnya.
Riwayat pribadi atau keluarga dari bentuk lain penyakit jantung, seperti gangguan irama jantung, kelainan jantung bawaan, gagal jantung dan kardiomiopati juga bisa menjadi faktor risiko henti jantung. Selain itu, insiden henti jantung meningkat seiring bertambahnya usia.
Henti jantung sangat sering dikaitkan dengan penyakit arteri koroner, faktor yang sama yang membuat seseorang berisiko terkena penyakit arteri koroner juga dapat menyebabkan risiko henti jantung.
Adapun faktor risiko yang di maksud, mencakup riwayat keluarga dengan penyakit arteri koroner, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol, kegemukan, diabetes hingga gaya hidup yang tidak banyak gerak.
Dilansir Mayo Clinic, faktor-faktor lain yang mungkin meningkatkan seseorang berisiko mengalami henti jantung meliputi, riwayat keluarga dengan serangan jantung dan serangan jantung sebelumnya.
Riwayat pribadi atau keluarga dari bentuk lain penyakit jantung, seperti gangguan irama jantung, kelainan jantung bawaan, gagal jantung dan kardiomiopati juga bisa menjadi faktor risiko henti jantung. Selain itu, insiden henti jantung meningkat seiring bertambahnya usia.
Lihat Juga :