Unpad Paparkan Hasil Studi HPTL yang Berpotensi Kurangi Risiko bagi Perokok

Selasa, 29 September 2020 - 22:02 WIB
loading...
Unpad Paparkan Hasil...
HPTL dapat berperan efektif dalam smoking reduction and smoking cessation. / Foto: ilustrasi/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Pusat Unggulan Iptek Inovasi Pelayanan Kefarmasian Universitas Padjadjaran (PUIIPK Unpad) memaparkan hasil studi yang menyimpulkan bahwa produk HPTL dapat berperan efektif dalam smoking reduction and smoking cessation karena profil risiko produknya yang berkurang secara signifikan dibandingkan dengan rokok. Hasil kajian ini disampaikan dalam webinar bertajuk Faktor Risiko Pengurangan Risiko Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HTPL) untuk Penerapan di Indonesia, awal pekan ini.

(Baca juga: Makanan Sehat Ini Baik untuk Anak Selama Pandemi Covid-19 )

Hasil penelitian tersebut merupakan hasil kerja sama antara Unpad dengan Center of Excellence for Harm Reduction (CoEHAR), University of Catania, Italia. Rektor dari kedua universitas tersebut menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama Penelitian Pengurangan Risiko. Selain studi, kerja sama tersebut juga menyepakati pendirian Pusat Unggulan Pengurangan Risiko di Unpad, Indonesia.

Antara kedua universitas tersebut, akan dilaksanakan rangkaian kegiatan riset, pertukaran mahasiswa, kajian dan studi, serta transfer knowledge mengenai pengurangan risiko, khususnya pada tembakau, guna memberikan informasi kredibel dan objektif kepada pemerintah, akademisi, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Studi yang dipaparkan dalam webinar merupakan salah satu kegiatan yang mengawali kolaborasi antar kedua universitas, yang dilakukan melalui penelusuran literatur secara sistematis (systematic review) mengenai faktor pengurangan risiko HPTL. Terkait studi tersebut, Ketua Peneliti Auliya Suwantika memaparkan hasil positif yang ditemukan mengenai potensi HPTL untuk mengurangi risiko bagi perokok di Indonesia.

"Kami melihat potensi pengurangan risiko dapat diterapkan untuk mengatasi angka prevalensi perokok dewasa di Indonesia yang mencapai 33,8 persen, seperti pada data Riset Kesehatan Dasar 2018. Kami meninjau produk HPTL seperti, e-cigarette (EC), tobacco heating system (THS) dan snus dapat berperan dalam smoking reduction dan smoking cessation. Secara umum, HPTL memiliki nilai risiko yang lebih kecil dibandingkan rokok," ujar Auliya.

PUIIPK Unpad menyimpulkan penggunaan HPTL juga memiliki risiko lebih kecil dalam hal kejadian tidak diharapkan atau adverse event (AE). "Dari hasil studi penelusuran literatur secara sistematis yang telah dilakukan, nilai AE pada e-cigarette (EC), tobacco heating system (THS) dan snus lebih kecil dibandingkan dengan rokok konvensional," kata Auliya.

"Dengan hasil studi ini, kami juga menyarankan adanya studi lanjutan yang lebih kompehensif agar dapat dijadikan sebagai science-based policy oleh pemerintah untuk menyusun kebijakan HPTL dan mendorong supaya masyarakat dapat beralih ke produk yang lebih rendah risiko," jelas Auliya.

PUIIPK Unpad juga memaparkan science-based policy dalam pengurangan risiko yang dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan dengan melakukan studi lanjutan yang lebih komprehensif seperti uji toksikologi, studi populasi, uji klinis dan uji eksperimen terkontrol secara acak. Hal ini dilakukan agar regulasi mengenai pengurangan risiko HPTL dapat berdampak secara optimal.

(Baca juga: Ada Dewa di Sisiku, Serial Lokal Rasa Drama Korea )

"Kami berharap studi ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk memahami potensi manfaat dan profil risiko HPTL. Namun, agar HTPL dapat dilihat secara holistik, kita perlu mendorong terwujudnya lebih banyak riset klinis yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat. Semua ini harus dilakukan demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat dan produktif," tutup Ketua PUIIPK Unpad Irma Melyani Puspitasari.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lab Indonesia 2026 Perkuat...
Lab Indonesia 2026 Perkuat Ekosistem Riset dan Industri Berbasis Teknologi
Penelitian: Ubah Pola...
Penelitian: Ubah Pola Makan ke Diet Mediterania Bisa Tambah Umur Bertahun-Tahun
Waspada! 15 Juta Remaja...
Waspada! 15 Juta Remaja Menggunakan Vape, Ini Cara Hindari Kecanduan Nikotin  
Bahaya Merokok Setelah...
Bahaya Merokok Setelah Makan, Dokter Ingatkan Dampaknya pada Pencernaan
4 Hal yang Tidak Boleh...
4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Makan, Salah Satunya Minum Teh
Bahaya Merokok setelah...
Bahaya Merokok setelah Makan, Ahli: Tubuh Sulit Menyerap Gizi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Rekomendasi
Veloz Hybrid EV Keliling...
Veloz Hybrid EV Keliling Sulawesi 40 Hari Nonstop, Untuk Apa?
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Lewis Hamilton Ubah...
Lewis Hamilton Ubah Segalanya F1 dengan Budaya Lowrider
Berita Terkini
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Confeti Love hingga...
Confeti Love hingga Moonlit Blush, Ini Makna di Balik Pendant Koleksi Baru Nagita Slavina x ISAGO
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Siap Uji Nyali? Ini...
Siap Uji Nyali? Ini Deretan Rekomendasi Microdrama Horor di V+Short
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved