Bidadari Mencari Sayap Hadirkan Dinamika Pernikahan Beda Agama dan Etnis
Kamis, 01 Oktober 2020 - 03:23 WIB
loading...
Film bergenre drama romantis ini mengangkat tema cinta beda agama dibalut dengan kisah mengenai kesalahpahaman, penolakan, serta pertikaian. / Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Rumah produksi MD Pictures kembali menghadirkan suguhan hiburan buat masyarakat Indonesia melalui film terbarunya Bidadari Mencari Sayap. Film bergenre drama romansa ini mengangkat tema cinta beda agama dibalut dengan kisah mengenai kesalahpahaman, penolakan, serta pertikaian yang sejalan dengan kehidupan dan bisa menjadi refleksi bagi penonton.
(Baca juga: Bertema Fantasi, Ada Dewa di Sisiku Berbeda dari Serial Lain )
Bidadari Mencari Sayap bercerita tentang pernikahan perbedaan budaya dan agama. Angela, yang diperankan Leony Vitria Hartanti, merupakan perempuan berdarah Tionghoa yang menikah dengan Reza, seorang muslim keturunan Arab. Film yang terinspirasi dari pengalaman empirik sang sutradara Aria Kusumadewa ini akan mengungkap petaka yang tersembunyi di balik indahnya pernikahan .
Menulis film drama pertamanya, Aria Kusumadewa hanya membutuhkan waktu pengerjaan selama sebulan. Naskah film ini langsung disetujui sang produser Deddy Mizwar. Menurut Aria, proses pengerjaannya bisa berlangsung cepat karena ide ceritanya sudah mengendap dan mengalir begitu saja.
"Saya ingin angkat hal yang kadang orang lupa di dalam bahagia nikah itu ada petaka yang enggak terlihat dan bisa datang sebuah kesedihan. Saya mencoba membuka yang enggak terlihat persoalan yang sangat prinsip, bisa soal komunikasi dan prinsip hidup bahwa nilai esensi komunikasi menjadi hancur karena perbedaan pandangan itu," ujar Aria Kusumadewa dalam jumpa pers virtual, Selasa (29/9).
(Baca juga: Bertema Fantasi, Ada Dewa di Sisiku Berbeda dari Serial Lain )
Bidadari Mencari Sayap bercerita tentang pernikahan perbedaan budaya dan agama. Angela, yang diperankan Leony Vitria Hartanti, merupakan perempuan berdarah Tionghoa yang menikah dengan Reza, seorang muslim keturunan Arab. Film yang terinspirasi dari pengalaman empirik sang sutradara Aria Kusumadewa ini akan mengungkap petaka yang tersembunyi di balik indahnya pernikahan .
Menulis film drama pertamanya, Aria Kusumadewa hanya membutuhkan waktu pengerjaan selama sebulan. Naskah film ini langsung disetujui sang produser Deddy Mizwar. Menurut Aria, proses pengerjaannya bisa berlangsung cepat karena ide ceritanya sudah mengendap dan mengalir begitu saja.
"Saya ingin angkat hal yang kadang orang lupa di dalam bahagia nikah itu ada petaka yang enggak terlihat dan bisa datang sebuah kesedihan. Saya mencoba membuka yang enggak terlihat persoalan yang sangat prinsip, bisa soal komunikasi dan prinsip hidup bahwa nilai esensi komunikasi menjadi hancur karena perbedaan pandangan itu," ujar Aria Kusumadewa dalam jumpa pers virtual, Selasa (29/9).
Lihat Juga :