Mitos dan Salah Kaprah Seputar Kepribadian
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
TIDAK BAHAYA MEMILIKI TIPE KEPRIBADIAN TERTENTU
![Mitos dan Salah Kaprah Seputar Kepribadian]()
Pada masyarakat awam ada beberapa kepribadian tertentu yang dicap berbahaya. Namun perlu dipahami bahwa jika membahas tentang kepribadian, itu artinya membahas pola karakteristik yang relatif permanen di mana memberikan konsistensi dalam perilaku dan memberikan keunikan pada individu.
“Bahasan dalam kepribadian itu mengacu pada trait, seperti ekstrover, openness to experience, conscientiousness, agreeableness, neuroticism, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan,” terang Rani.
Kita harus dapat membedakan antara bahasan kepribadian (personality) dengan gangguan kepribadian (personality disorder). Biasanya gangguan kepribadian terbentuk karena trauma di masa kecil, sedangkan kepribadian seseorang itu membahas karakteristik individu yang tidak ada kaitannya dengan gangguang kepribadian.
Seperti contohnya bipolar dan psikopat termasuk dalam jenis gangguan kepribadian.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan ini adalah dua hal yang berbeda. Gangguan kepribadian itu bukan artinya kepribadiannya bermasalah, lalu menjadi gangguan kepribadian, tetapi ada kondisi-kondisi tertentu di masa kecil yang akhirnya membentuk suatu gangguan yang melekat pada kepribadiannya,” jelas Rani.
Jadi tidak bahaya bagi seseorang jika memiliki tipe kepribadian tertentu karena kepribadian yang terkait dengan karakteristik individu bersifat netral. (Baca Juga: Kepribadian Gak Bisa Berubah, Masa Sih? )

Pada masyarakat awam ada beberapa kepribadian tertentu yang dicap berbahaya. Namun perlu dipahami bahwa jika membahas tentang kepribadian, itu artinya membahas pola karakteristik yang relatif permanen di mana memberikan konsistensi dalam perilaku dan memberikan keunikan pada individu.
“Bahasan dalam kepribadian itu mengacu pada trait, seperti ekstrover, openness to experience, conscientiousness, agreeableness, neuroticism, dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan,” terang Rani.
Kita harus dapat membedakan antara bahasan kepribadian (personality) dengan gangguan kepribadian (personality disorder). Biasanya gangguan kepribadian terbentuk karena trauma di masa kecil, sedangkan kepribadian seseorang itu membahas karakteristik individu yang tidak ada kaitannya dengan gangguang kepribadian.
Seperti contohnya bipolar dan psikopat termasuk dalam jenis gangguan kepribadian.
“Jadi sekali lagi saya tegaskan ini adalah dua hal yang berbeda. Gangguan kepribadian itu bukan artinya kepribadiannya bermasalah, lalu menjadi gangguan kepribadian, tetapi ada kondisi-kondisi tertentu di masa kecil yang akhirnya membentuk suatu gangguan yang melekat pada kepribadiannya,” jelas Rani.
Jadi tidak bahaya bagi seseorang jika memiliki tipe kepribadian tertentu karena kepribadian yang terkait dengan karakteristik individu bersifat netral. (Baca Juga: Kepribadian Gak Bisa Berubah, Masa Sih? )
Lihat Juga :