Kepribadian Gak Bisa Berubah, Masa Sih?
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 20:28 WIB
loading...
A
A
A
Tak jarang juga seorang psikolog menemukan peserta yang mengisi tes kepribadiannya dengan asal-asalan. Pernyataan yang dikerjakan tidak serius sehingga tidak mencerminkan dirinya. Jawaban yang asal-asalan yang peserta lakukan terpaksa karena takut dicap buruk dalam pertanyaan tertentu.
Setelah hasil tes kepribadian keluar dan terkadang berubah-ubah menjadi banyak pertanyaan peserta apakah dia berkepribadian ganda?
Ternyata tidak, hasil tes kepribadian tidak bisa menjadi acuan untuk mendiagnosa seseorang miliki kepribadian ganda. Makna dari hasil tes kepribadian itu sendiri beda dengan gangguan psikologi kepribadian ganda yang mana dua hal sangat berbeda.
Kepribadian ganda adalah suatu kondisi gangguan yang unik dan untuk mendiagnosanya perlu analisa psikologi yang lebih dalam. Hal ini berarti seseorng harus pergi ke psikolog klinis untuk mengetahui apakah benar-benar ia memiliki kepribadian ganda atau tidak.
Kepribadian ganda juga salah satu gangguan psikologis sehingga tidak bisa ditangani asal-asalan. Walaupun dengan banyak membaca tentang gangguan ini di media internet dan merasa beberapa cirinya ada di diri sendiri belum tentu berkepribadian ganda.
Dalam artian kepribadian ganda dalam psikologi saat ini disebut dengan dissociative identitu disorder (DID) dimana orang yang mengalaminya merasa ada kehadiran dua atau bahkan lebih identitas atau kepribadian yang bisa secara bergantian dan berulang. Individu dgn kepribadian ganda berada di kondisi yang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda.
Umumnya disebabkan karena adanya pengalaman traumatis yang dialami berulang di masa kanak-kanak. Kehadiran ini mengambil kendali tubuh dan pikiran orang yang mengalaminya tanpa orang tersebut sadar bahwa dirinya dikendalikan atau orang tersebut tidak punya kendali untuk turn on / turn off kemunculan kepribadiannya yang lain. Akibatnya, kepribadian ganda pada saat salah satu kepribadiannya mengambil kontrol pada tubuh, maka kepribadian lain akan tidak tampak.
Nah, karena kondisi minim kendali ini makanya orang yang mengalaminya akan kesulitan untuk hidup secara normal dalam lingkungan sosial. Kebiasaan yang orang benar-benar mengalami kondisi ini jarang sekali bisa mengenali tandanya sendiri karena kepribadian ganda sendiri sulit memiliki kendali atas tubuh dan pikirannya. Dia tidak bisa secara sadar mengenali ada hal yang tidak biasa dari dirinya.
Setelah hasil tes kepribadian keluar dan terkadang berubah-ubah menjadi banyak pertanyaan peserta apakah dia berkepribadian ganda?
Ternyata tidak, hasil tes kepribadian tidak bisa menjadi acuan untuk mendiagnosa seseorang miliki kepribadian ganda. Makna dari hasil tes kepribadian itu sendiri beda dengan gangguan psikologi kepribadian ganda yang mana dua hal sangat berbeda.
Kepribadian ganda adalah suatu kondisi gangguan yang unik dan untuk mendiagnosanya perlu analisa psikologi yang lebih dalam. Hal ini berarti seseorng harus pergi ke psikolog klinis untuk mengetahui apakah benar-benar ia memiliki kepribadian ganda atau tidak.
Kepribadian ganda juga salah satu gangguan psikologis sehingga tidak bisa ditangani asal-asalan. Walaupun dengan banyak membaca tentang gangguan ini di media internet dan merasa beberapa cirinya ada di diri sendiri belum tentu berkepribadian ganda.
Dalam artian kepribadian ganda dalam psikologi saat ini disebut dengan dissociative identitu disorder (DID) dimana orang yang mengalaminya merasa ada kehadiran dua atau bahkan lebih identitas atau kepribadian yang bisa secara bergantian dan berulang. Individu dgn kepribadian ganda berada di kondisi yang memiliki dua atau lebih kepribadian yang berbeda.
Umumnya disebabkan karena adanya pengalaman traumatis yang dialami berulang di masa kanak-kanak. Kehadiran ini mengambil kendali tubuh dan pikiran orang yang mengalaminya tanpa orang tersebut sadar bahwa dirinya dikendalikan atau orang tersebut tidak punya kendali untuk turn on / turn off kemunculan kepribadiannya yang lain. Akibatnya, kepribadian ganda pada saat salah satu kepribadiannya mengambil kontrol pada tubuh, maka kepribadian lain akan tidak tampak.
Nah, karena kondisi minim kendali ini makanya orang yang mengalaminya akan kesulitan untuk hidup secara normal dalam lingkungan sosial. Kebiasaan yang orang benar-benar mengalami kondisi ini jarang sekali bisa mengenali tandanya sendiri karena kepribadian ganda sendiri sulit memiliki kendali atas tubuh dan pikirannya. Dia tidak bisa secara sadar mengenali ada hal yang tidak biasa dari dirinya.
Lihat Juga :