Roman Picisan The Series Tayang di RCTI+, Arbani Yasiz: Kangen Karakter Roman
Selasa, 06 Oktober 2020 - 19:42 WIB
loading...
Mengobati rindu penonton, RCTI+ menayangkan Roman Picisan The Series, menjadi salah satu sinetron yang digangdrungi remaja pada tiga tahun lalu Bahkan, Arbani Yasiz juga rindu. Foto/Dok.RCTI+.
A
A
A
JAKARTA - Roman Picisan The Series menjadi salah satu sinetron yang digangdrungi remaja karena ceritanya yang dekat dengan keseharian kaula muda. Menariknya, series yang sudah tiga tahun berlalu ini masih membuat para penonton kangen. Bahkan, Arbani Yasiz selaku pemeran utamanya ikut merasakan hal yang sama.
Hal itu yang membuat RCTI+ menayangkan kembaliRoman Picisan The Series. Dalam wawancara virtual, baru-baru ini, Arbani yang berperan sebagai Roman mengaku rindu dengan karakter Roman yang memberikannya banyak tantangan dalam berakting.
“Kangen banget sama karakter Roman di Roman Picisan The Series. Saya kangen aja sama karakternya, yang ketika dia galau, dia suka membaca puisi,” kata Arbani. (Baca juga: Daniel Craig Segera Mundur sebagai James Bond, Harry Styles Siap Gantikan? )
Arbani mengaku sebelum membintangi sinetron tersebut, dia sama sekali tidak tertarik dengan puisi. Bahkan di zaman sekolah dulu, Arbani mendapatkan nilai jelek saat diminta membuat puisi.
“Ini juga challenge buat saya, karena saya enggak suka banget sama puisi. Soalnya setiap ambil nilai puisi, pasti nilai gue jelek. Eh, tiba-tiba gue dapat peran harus berpuisi,” ucapnya.
Hal itu yang membuat RCTI+ menayangkan kembaliRoman Picisan The Series. Dalam wawancara virtual, baru-baru ini, Arbani yang berperan sebagai Roman mengaku rindu dengan karakter Roman yang memberikannya banyak tantangan dalam berakting.
“Kangen banget sama karakter Roman di Roman Picisan The Series. Saya kangen aja sama karakternya, yang ketika dia galau, dia suka membaca puisi,” kata Arbani. (Baca juga: Daniel Craig Segera Mundur sebagai James Bond, Harry Styles Siap Gantikan? )
Arbani mengaku sebelum membintangi sinetron tersebut, dia sama sekali tidak tertarik dengan puisi. Bahkan di zaman sekolah dulu, Arbani mendapatkan nilai jelek saat diminta membuat puisi.
“Ini juga challenge buat saya, karena saya enggak suka banget sama puisi. Soalnya setiap ambil nilai puisi, pasti nilai gue jelek. Eh, tiba-tiba gue dapat peran harus berpuisi,” ucapnya.
Lihat Juga :