Gejala Neurologis Penanda Virus Corona
Kamis, 08 Oktober 2020 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Ia melanjutkan, banyak pasien Covid-19 rawat inap yang menderita nyeri otot, kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. Itu bersifat ringan dan reversible. Gejala neurologis yang berkembang tersebut dikarenakan virus Sars-Cov-2.
42% pasien yang diteliti mengaku memiliki gejala neurologis ketika pertama kali mengeluh sakit. Gejala itu bisa jadi tanda awal terinfeksi virus corona. Orang yang tiba-tiba tidak bisa mencium bau harus diwaspadai gejala awal Covid-19.
Sementara itu, dampak jangka panjang dari gejala neuroligis ini masih belum diketahui. Koralnik dan koleganya akan mengikuti perkembangan pasien setelah keluar dari rumah sakit termasuk mereka yang mengalami long hauler. (Lihat videonya: Buruh Blokir Pintu Tol di Tangerang Menolak UU Cipta Kerja)
Ini adalah istilah bagi pasien yang sudah dinyatakan sembuh tetapi masih mengeluhkan adanya gejala-gejala yang seolah-olah merupakan bagian dari covid-19 . Seperti demam, kelelahan, hingga kabut otak yang dirasakan walau sudah berbulan sembuh. Kabut otak merupakan gejala yang mempengaruhi pikiran. Sehingga penderita sulit fokus, kebingungan, dan sebagainya.
“Kita masih harus melanjutkan penelitian lain untuk mencari jawaban kenapa ini terjadi. Terutama keluhan kabut otak,” pungkas Koralnik. (Sri Noviarni)
42% pasien yang diteliti mengaku memiliki gejala neurologis ketika pertama kali mengeluh sakit. Gejala itu bisa jadi tanda awal terinfeksi virus corona. Orang yang tiba-tiba tidak bisa mencium bau harus diwaspadai gejala awal Covid-19.
Sementara itu, dampak jangka panjang dari gejala neuroligis ini masih belum diketahui. Koralnik dan koleganya akan mengikuti perkembangan pasien setelah keluar dari rumah sakit termasuk mereka yang mengalami long hauler. (Lihat videonya: Buruh Blokir Pintu Tol di Tangerang Menolak UU Cipta Kerja)
Ini adalah istilah bagi pasien yang sudah dinyatakan sembuh tetapi masih mengeluhkan adanya gejala-gejala yang seolah-olah merupakan bagian dari covid-19 . Seperti demam, kelelahan, hingga kabut otak yang dirasakan walau sudah berbulan sembuh. Kabut otak merupakan gejala yang mempengaruhi pikiran. Sehingga penderita sulit fokus, kebingungan, dan sebagainya.
“Kita masih harus melanjutkan penelitian lain untuk mencari jawaban kenapa ini terjadi. Terutama keluhan kabut otak,” pungkas Koralnik. (Sri Noviarni)
(ysw)
Lihat Juga :