Lagu Buruh Tani jadi Mars saat Demo Omnibus Law, Begini Asal-usulnya
Jum'at, 09 Oktober 2020 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Banyak yang tahu, bahkan hafal lirik lagu "Buruh Tani" yang dipopulerkan oleh band underground punk Marjinal ini.
Mengutip tulisan Tari Adinda dari Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) yang dimuat di berdikarionline.com, lagu ini aslinya diciptakan oleh Safi’i Kemamang, dengan judul “Pembebasan”.
Safi'i yang lahir di Lamongan, Jawa Timur, 5 Juni 1976 ini sengaja menciptakan lagu tersebut karena butuh semangat saat melakukan perjuangan politik .
Saat itu Safi’i Kemamang bergabung dengan Komite Nasional Perjuangan Demokrasi (KNPD). Organisasi ini aktif bergerak bersama mahasiswa dan elemen lainnya pada masa KUDATULI (kerusuhan dua puluh tujuh juli), 1996 lalu.
![Lagu Buruh Tani jadi Mars saat Demo Omnibus Law, Begini Asal-usulnya]()
Safi'i Kemamang. Foto: berdikarionline.com
Menurutnya, sebuah perjuangan politik tanpa musik akan terasa garing. Akhirnya muncullah lagu "Pembebasan" sebagai mars alias lagu penyemangat untuk menunjukkan protes pada rezim Orde Baru .
Sehari-harinya, Safi’i sebenarnya bukan musisi. Ia dan keluarganya adalah petani yang sangat menderita pada saat itu.
Dikabarkan, saat ini Safi’i Kemamang tinggal bersama anak dan istrinya di Timor Leste sejak negara yang dulu bernama Provinsi Timor Timur itu menyatakan lepas dari Indonesia.
Lagu "Pembebasan" yang diciptakan pada 1996 baru populer setahun kemudian, yaitu pada 1997. (Baca Juga: Kehidupan Kampus yang Sebenarnya, dan Tips untuk Mahasiswa Baru dalam Menghadapinya )
Mengutip tulisan Tari Adinda dari Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (Jaker) yang dimuat di berdikarionline.com, lagu ini aslinya diciptakan oleh Safi’i Kemamang, dengan judul “Pembebasan”.
Safi'i yang lahir di Lamongan, Jawa Timur, 5 Juni 1976 ini sengaja menciptakan lagu tersebut karena butuh semangat saat melakukan perjuangan politik .
Saat itu Safi’i Kemamang bergabung dengan Komite Nasional Perjuangan Demokrasi (KNPD). Organisasi ini aktif bergerak bersama mahasiswa dan elemen lainnya pada masa KUDATULI (kerusuhan dua puluh tujuh juli), 1996 lalu.

Safi'i Kemamang. Foto: berdikarionline.com
Menurutnya, sebuah perjuangan politik tanpa musik akan terasa garing. Akhirnya muncullah lagu "Pembebasan" sebagai mars alias lagu penyemangat untuk menunjukkan protes pada rezim Orde Baru .
Sehari-harinya, Safi’i sebenarnya bukan musisi. Ia dan keluarganya adalah petani yang sangat menderita pada saat itu.
Dikabarkan, saat ini Safi’i Kemamang tinggal bersama anak dan istrinya di Timor Leste sejak negara yang dulu bernama Provinsi Timor Timur itu menyatakan lepas dari Indonesia.
Lagu "Pembebasan" yang diciptakan pada 1996 baru populer setahun kemudian, yaitu pada 1997. (Baca Juga: Kehidupan Kampus yang Sebenarnya, dan Tips untuk Mahasiswa Baru dalam Menghadapinya )
Lihat Juga :