Pentingnya Kenali Faktor Risiko Diabetes Bagi Orang Malas Olahraga
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 07:45 WIB
loading...
A
A
A
Terkait dengan hubungan pandemi Covid-19 terhadap penderita Diabetes Melitus, risiko tertular Covid-19 bagi seseorang yang mengidap Diabetes Melitus dengan seseorang yang sehat pada dasarnya sama. “Namun, begitu penderita Diabetes Melitus tertular Covid-19, maka gejalanya akan lebih buruk. Covid-19 menyebabkan infeksi dan jika infeksinya berat akan mengganggu seluruh organ tubuh,” ucap menurut dr. Khomimah. (Baca juga: Belajar Harus Tetap Menyenangkan)
Ia menjelaskan, penyitas Diabetes Melitus akan meningkatkan potensi terkena infeksi, yang paling banyak terjadi adalah infeksi TBC. Diabetes Melitus juga bisa meningkatkan risiko luka di kaki (misalnya infeksi luka tertusuk di kaki yang dapat semakin parah, gejalanya lebih berat, lebih lama, dan lebih luas jika seseorang mengidap Diabetes Melitus).
Selain itu, perlu juga dicari faktor risiko lain yang akan meningkatkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular (gangguan yang terjadi karena gangguan jantung dan pembuluh darah) seperti kebiasaan merokok, kadar kolesterol, riwayat hipertensi, atau riwayat obesitas.
“Prinsipnya, penyakit Diabetes Melitus itu penyakit degenartif bukan infeksi sehingga hanya bisa dikendalikan agar kadar glukosa darahnya mencapai target normal atau mendekati nilai normal. Berapa target nilai normalnya? Glukosa darah sebelum makan kurang dari 130 mg per dL, glukosa darah 2 jam sesudah makan atau glukosa darah sewaktu kurang dari 180 mg per dL, dan HbA1C kurang dari 7%. (Lihat videonya: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)
Selain itu, pasien pengidap Diabetes Melitus juga harus mengendalikan hipertensi, kolesterol, menurunkan berat badan, dan menghentikan kebiasaan merokok,” papar dr. Khomimah. (Iman Firmansyah)
Ia menjelaskan, penyitas Diabetes Melitus akan meningkatkan potensi terkena infeksi, yang paling banyak terjadi adalah infeksi TBC. Diabetes Melitus juga bisa meningkatkan risiko luka di kaki (misalnya infeksi luka tertusuk di kaki yang dapat semakin parah, gejalanya lebih berat, lebih lama, dan lebih luas jika seseorang mengidap Diabetes Melitus).
Selain itu, perlu juga dicari faktor risiko lain yang akan meningkatkan seseorang terkena penyakit kardiovaskular (gangguan yang terjadi karena gangguan jantung dan pembuluh darah) seperti kebiasaan merokok, kadar kolesterol, riwayat hipertensi, atau riwayat obesitas.
“Prinsipnya, penyakit Diabetes Melitus itu penyakit degenartif bukan infeksi sehingga hanya bisa dikendalikan agar kadar glukosa darahnya mencapai target normal atau mendekati nilai normal. Berapa target nilai normalnya? Glukosa darah sebelum makan kurang dari 130 mg per dL, glukosa darah 2 jam sesudah makan atau glukosa darah sewaktu kurang dari 180 mg per dL, dan HbA1C kurang dari 7%. (Lihat videonya: Preman Pengancam PNS Menggunakan Ular Diciduk Polisi)
Selain itu, pasien pengidap Diabetes Melitus juga harus mengendalikan hipertensi, kolesterol, menurunkan berat badan, dan menghentikan kebiasaan merokok,” papar dr. Khomimah. (Iman Firmansyah)
(ysw)
Lihat Juga :