Prudential Indonesia Jalankan Program Penguatan Literasi 200.000 Lebih Anak Indonesia
Minggu, 11 Oktober 2020 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Kecakapan literasi, termasuk literasi keuangan masih harus terus didukung karena nyatanya tingkat kemampuan literasi di Indonesia masih belum merata. Sebagai contoh, indeks aktivitas literasi membaca (alibaca) menunjukkan, masih terdapat celah perbedaan cukup tinggi antara provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi lain dengan indeks alibaca tertinggi (58,16) dengan Papua yang menduduki peringkat indeks alibaca terendah (19,9).
Kesenjangan itu kian terasa makin berat di tengah pandemi. Menyusul ditutupnya sebagian besar sekolah, proses belajar mengajar kini mengandalkan metode daring. UNICEF menyebutkan bahwa 35% siswa belum memiliki koneksi internet memadai untuk sekolah daring. Selain itu, hanya sedikit anak yang memiliki komputer atau laptop untuk mengakses internet dari rumah, terutama mereka yang tinggal di pedesaan, rata-rata kurang dari 15%.
Sejak Agustus 2020, Prudential Indonesia berkolaborasi dengan UNICEF mendukung Kemendikbud dalam melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan anak-anak serta orangtua di berbagai wilayah Nusantara dapat menjalankan proses belajar-mengajar secara aman, sehat, dan nyaman. Di antaranya melalui online learning, home learning untuk anak di wilayah Indonesia Timur, serta pengembangan kapasitas untuk para pengajar agar mampu beradaptasi di new normal ini.
(Baca Juga: Sehatkan Mental, Adjie Santosoputro Prakarsai Gerakan How's Life? )
Hingga Januari 2021, program tersebut ditargetkan menjangkau 69.000 siswa dan 3.750 guru dari berbagai wilayah di Indonesia. Untuk menjalankan program ini, Prudential Indonesia telah mengalokasikan dana sebesar hampir Rp3 miliar.
Kesenjangan itu kian terasa makin berat di tengah pandemi. Menyusul ditutupnya sebagian besar sekolah, proses belajar mengajar kini mengandalkan metode daring. UNICEF menyebutkan bahwa 35% siswa belum memiliki koneksi internet memadai untuk sekolah daring. Selain itu, hanya sedikit anak yang memiliki komputer atau laptop untuk mengakses internet dari rumah, terutama mereka yang tinggal di pedesaan, rata-rata kurang dari 15%.
Sejak Agustus 2020, Prudential Indonesia berkolaborasi dengan UNICEF mendukung Kemendikbud dalam melakukan serangkaian kegiatan untuk memastikan anak-anak serta orangtua di berbagai wilayah Nusantara dapat menjalankan proses belajar-mengajar secara aman, sehat, dan nyaman. Di antaranya melalui online learning, home learning untuk anak di wilayah Indonesia Timur, serta pengembangan kapasitas untuk para pengajar agar mampu beradaptasi di new normal ini.
(Baca Juga: Sehatkan Mental, Adjie Santosoputro Prakarsai Gerakan How's Life? )
Hingga Januari 2021, program tersebut ditargetkan menjangkau 69.000 siswa dan 3.750 guru dari berbagai wilayah di Indonesia. Untuk menjalankan program ini, Prudential Indonesia telah mengalokasikan dana sebesar hampir Rp3 miliar.
(tsa)
Lihat Juga :