Review Tunnel Indonesia Season 1: Sajian Detektif Lokal yang Bukan Sekadar Remake Biasa
Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Penyuntingandan scoring-nya juga merupakan dua hal yang sangat keren dari serial ini. Keduanya semakin membuat serial ini semakin matang dan nyaman untuk ditonton. (Baca Juga: Rekomendasi Serial Barat, Korea, dan Lokal dari Sineas Indonesia )
Selain dari unsur teknisnya yang begitu baik, serial ini juga menawarkan deretan karakter-karakter yang sangat baik. Mulai dari Tigor, seorang polisi berdarah Batak yang meski masih sedikit stereotip, pembangunan karakternya masih sangat baik.
Karakternya bukan hanya menawarkan stereotip, tapi juga ada kedalaman karakter yang membuatnya sangat manusiawi. Karakternya turut sempurna bila ditambah dengan istrinya Ambar, seorang gadis Jawa yang lembut.
Meski mereka hanya beberapa kali beradu akting secara langsung, harus diakui bahwa keduanya adalah pasangan terbaik dalam serial ini. Karakter Tigor dan Ambar adalah pusat dari serial ini ditambah performa Donny Alamsyah dan Putri Ayudya yang sangat matang dan keren.
![Review Tunnel Indonesia Season 1: Sajian Detektif Lokal yang Bukan Sekadar Remake Biasa]()
Foto: Fourcolours Films
Kemudian ada Tito dan Sita. Pasangan malu-malu kucing ini adalah kombinasi yang benar-benar kawin. Tito adalah seorang detektif, sedangkan Sita seorang ahli kriminologi. Keduanya bisa bekerja sama dengan sangat baik dan saling mengisi satu sama lain.
Kombinasi keduanya bisa dibilang lucu, canggung, menegangkan, tapi juga bisa romantis dengan cara yang tidak murahan. Performa Andri Mashadi dan Hana Malasan turut meningkatkan intensitas kedua karakter ini.
Ada juga duo Markus dan Ojan yang berfungsi sebagai comic relief. Tapi bukan berarti karakternya dibuat asal-asalan. Tetap ada kedalaman karakter yang membuat keduanya sangat relevan dengan penonton. Misalnya tentang persahabatan, pekerjaan, hingga keluarga.
Terakhir ada Aryo. Dia yang punya pangkat tertinggi, tapi ia sangat menghargai Tigor, seniornya 30 tahun silam yang hilang begitu saja. Koneksinya dengan Tigor sangatlah erat dalam serial ini.
Selain dari unsur teknisnya yang begitu baik, serial ini juga menawarkan deretan karakter-karakter yang sangat baik. Mulai dari Tigor, seorang polisi berdarah Batak yang meski masih sedikit stereotip, pembangunan karakternya masih sangat baik.
Karakternya bukan hanya menawarkan stereotip, tapi juga ada kedalaman karakter yang membuatnya sangat manusiawi. Karakternya turut sempurna bila ditambah dengan istrinya Ambar, seorang gadis Jawa yang lembut.
Meski mereka hanya beberapa kali beradu akting secara langsung, harus diakui bahwa keduanya adalah pasangan terbaik dalam serial ini. Karakter Tigor dan Ambar adalah pusat dari serial ini ditambah performa Donny Alamsyah dan Putri Ayudya yang sangat matang dan keren.

Foto: Fourcolours Films
Kemudian ada Tito dan Sita. Pasangan malu-malu kucing ini adalah kombinasi yang benar-benar kawin. Tito adalah seorang detektif, sedangkan Sita seorang ahli kriminologi. Keduanya bisa bekerja sama dengan sangat baik dan saling mengisi satu sama lain.
Kombinasi keduanya bisa dibilang lucu, canggung, menegangkan, tapi juga bisa romantis dengan cara yang tidak murahan. Performa Andri Mashadi dan Hana Malasan turut meningkatkan intensitas kedua karakter ini.
Ada juga duo Markus dan Ojan yang berfungsi sebagai comic relief. Tapi bukan berarti karakternya dibuat asal-asalan. Tetap ada kedalaman karakter yang membuat keduanya sangat relevan dengan penonton. Misalnya tentang persahabatan, pekerjaan, hingga keluarga.
Terakhir ada Aryo. Dia yang punya pangkat tertinggi, tapi ia sangat menghargai Tigor, seniornya 30 tahun silam yang hilang begitu saja. Koneksinya dengan Tigor sangatlah erat dalam serial ini.
Lihat Juga :