Terdampak Pandemi, Disney Restrukturisasi Bisnis Hiburan
Kamis, 15 Oktober 2020 - 09:45 WIB
loading...
Walt Disney Co telah merestrukturisasi bisnis hiburan untuk mempercepat pertumbuhan Disney+ setelah banyak sineas beralih menuju tontonan digital di tengah wabah Covid-19. Foto/dok
A
A
A
NEW YORK - Walt Disney Co telah merestrukturisasi bisnis hiburan untuk mempercepat pertumbuhan Disney+ setelah banyak sineas beralih menuju tontonan digital di tengah wabah Covid-19. Dengan adanya reorganisasi itu, Disney akan memisahkan bagian produksi dan distribusi agar dapat lebih cepat merespons tuntutan pasar.
Langkah itu diambil sehari setelah investor Daniel Loeb dari hedge fund Third Point mendesak Disney melipatgandakan investasi program di dunia streaming dan merutinkan pembayaran dividen. Disney merilis Disney+ sejak November 2019, tapi belum mampu bersaing. Saat ini, saham Disney meningkat sekitar 5% atau menjadi USD130,76 per lembar. (Baca: 7 Amalan Setelah Berwudhu dan Keutamaannya)
Seperti dilansir Reuters, Disney berhasil menarik sekitar 100 juta pelanggan dari seluruh dunia, baik yang berlangganan Disney+, Hulu, maupun ESPN+. Sejauh ini, porsi terbesar pasar streaming film masih dikuasai Netflix yang memiliki 193 juta pelanggan. Menurut Loeb, Disney perlu memangkas dividen agar lebih produktif di industri hiburan.
Chief Executive Officer (CEO) Disney, Bob Chapek, juga berencana meningkatkan investasi dalam pembuatan konten, tapi tidak dijelaskan jika dia akan memangkas dividen untuk mengakali kekurangan finansial. “Pemisahan pembuatan konten dan distribusi akan membantu kami bekerja lebih efektif dalam memenuhi keinginan pelanggan,” kata Chapek.
Loeb juga menyambut baik restrukturisasi Disney yang fokus mengembangkan bisnis hiburan dan media sesuai dengan perubahan zaman demi meraih kesuksesan pada masa yang akan datang. Atas perubahan ini, studio, bisnis hiburan, dan olahraga akan berada di bawah satu divisi, sedangkan distribusi dan komersialisasi di bawah divisi yang lain.
Langkah itu diambil sehari setelah investor Daniel Loeb dari hedge fund Third Point mendesak Disney melipatgandakan investasi program di dunia streaming dan merutinkan pembayaran dividen. Disney merilis Disney+ sejak November 2019, tapi belum mampu bersaing. Saat ini, saham Disney meningkat sekitar 5% atau menjadi USD130,76 per lembar. (Baca: 7 Amalan Setelah Berwudhu dan Keutamaannya)
Seperti dilansir Reuters, Disney berhasil menarik sekitar 100 juta pelanggan dari seluruh dunia, baik yang berlangganan Disney+, Hulu, maupun ESPN+. Sejauh ini, porsi terbesar pasar streaming film masih dikuasai Netflix yang memiliki 193 juta pelanggan. Menurut Loeb, Disney perlu memangkas dividen agar lebih produktif di industri hiburan.
Chief Executive Officer (CEO) Disney, Bob Chapek, juga berencana meningkatkan investasi dalam pembuatan konten, tapi tidak dijelaskan jika dia akan memangkas dividen untuk mengakali kekurangan finansial. “Pemisahan pembuatan konten dan distribusi akan membantu kami bekerja lebih efektif dalam memenuhi keinginan pelanggan,” kata Chapek.
Loeb juga menyambut baik restrukturisasi Disney yang fokus mengembangkan bisnis hiburan dan media sesuai dengan perubahan zaman demi meraih kesuksesan pada masa yang akan datang. Atas perubahan ini, studio, bisnis hiburan, dan olahraga akan berada di bawah satu divisi, sedangkan distribusi dan komersialisasi di bawah divisi yang lain.
Lihat Juga :