Yuk, Kita Lihat Perayaan Waisak di Berbagai Negara!
Kamis, 07 Mei 2020 - 10:17 WIB
loading...
A
A
A
Dengan jumlah umat Buddha sekitar 84 juta orang, banyak tradisi lokal yang melibatkan bunga lotus yang muncul di sekitar tempat bayi Buddha berjalan. Dikutip dari theculturetrip.com, para pengelola kuil-kuil di Jepang akan "memandikan" sang Buddha dan ditaburi ama-cha, sejenis teh manis yang dibuat dengan daun hydrangea. Lotus juga akan digantung di leher Buddha. Ada juga acara utama yaitu kanbutsu-e atau hana-matsuri (festival bunga) yang bersamaan dengan mekarnya bunga sakura.
3. NEPAL
![Yuk, Kita Lihat Perayaan Waisak di Berbagai Negara!]()
Foto:nepalsanctuarytreks.com
Di Nepal, hari Waisak sering disebut dengan Buddha Jayanti. Acara ini dirayakan dengan penuh kelembutan, yaitu dengan mengingat sifat alami dari agama Buddha. Umat Buddha terutama perempuan pergi ke vihara untuk mengamati sutra Buddhis layaknya sebuah ibadah.
Dikutip dari situs web nepaltrekkingplanner.com, umat lalu memakai pakaian putih murni. Pada hari ini, mereka akan membuat kheer atau bubur beras manis untuk mengenang kisah Sujata (seorang gadis dalam kehidupan Buddha Gautama). Selain itu, mereka juga gak makan makanan non-vegetarian.
4. SINGAPURA
![Yuk, Kita Lihat Perayaan Waisak di Berbagai Negara!]()
Foto:straitstimes.com
Saat matahari terbit, perayaan Waisak akan dimulai dengan berkumpul di kuil untuk upacara. Sama seperti Indonesia, akan dilaksanakan beberapa ritual suci dengan bunga, lilin, dan dupa. Umat Buddha dari Myanmar dan Sri Lanka bakal memasak sepanci nasi dalam susu. Ini adalah makanan terakhir Buddha sebelum puasa yang panjang, sampai akhirnya membawa sang Buddha menuju pencerahan.
Di negara ini terdapat ritual perairan kehidupan, yaitu umat Buddha akan “memandikan” sang Buddha. Dikutip dari visitsingapore.com, mereka akan berkerumun di sekitar baskom atau kolam yang dihiasi dengan karangan bunga dan banyak terdapat patung kecil Siddharta. Air di baskom lalu dituangkan ke atas patung. Ritual ini dilakukan demi mengenang legenda pangeran bayi yang dihujani air sembilan naga saat dilahirkan.
5. SRI LANKA
![Yuk, Kita Lihat Perayaan Waisak di Berbagai Negara!]()
Foto:timeout.com
Waisak bertepatan dengan bulan purnama, dan banyak kegiatan keagamaan diselenggarakan selama periode ini, di antaranya Kampanye Sil, Bodhi Poojas, Dansalas yang berarti memberi makanan, kopi, dan teh kepada orang lain, menyanyikan lagu-lagu renungan Waisak (Bhakti Gee), dan pembuatan lentera.
3. NEPAL

Foto:nepalsanctuarytreks.com
Di Nepal, hari Waisak sering disebut dengan Buddha Jayanti. Acara ini dirayakan dengan penuh kelembutan, yaitu dengan mengingat sifat alami dari agama Buddha. Umat Buddha terutama perempuan pergi ke vihara untuk mengamati sutra Buddhis layaknya sebuah ibadah.
Dikutip dari situs web nepaltrekkingplanner.com, umat lalu memakai pakaian putih murni. Pada hari ini, mereka akan membuat kheer atau bubur beras manis untuk mengenang kisah Sujata (seorang gadis dalam kehidupan Buddha Gautama). Selain itu, mereka juga gak makan makanan non-vegetarian.
4. SINGAPURA

Foto:straitstimes.com
Saat matahari terbit, perayaan Waisak akan dimulai dengan berkumpul di kuil untuk upacara. Sama seperti Indonesia, akan dilaksanakan beberapa ritual suci dengan bunga, lilin, dan dupa. Umat Buddha dari Myanmar dan Sri Lanka bakal memasak sepanci nasi dalam susu. Ini adalah makanan terakhir Buddha sebelum puasa yang panjang, sampai akhirnya membawa sang Buddha menuju pencerahan.
Di negara ini terdapat ritual perairan kehidupan, yaitu umat Buddha akan “memandikan” sang Buddha. Dikutip dari visitsingapore.com, mereka akan berkerumun di sekitar baskom atau kolam yang dihiasi dengan karangan bunga dan banyak terdapat patung kecil Siddharta. Air di baskom lalu dituangkan ke atas patung. Ritual ini dilakukan demi mengenang legenda pangeran bayi yang dihujani air sembilan naga saat dilahirkan.
5. SRI LANKA

Foto:timeout.com
Waisak bertepatan dengan bulan purnama, dan banyak kegiatan keagamaan diselenggarakan selama periode ini, di antaranya Kampanye Sil, Bodhi Poojas, Dansalas yang berarti memberi makanan, kopi, dan teh kepada orang lain, menyanyikan lagu-lagu renungan Waisak (Bhakti Gee), dan pembuatan lentera.