Gandeng JKT48, Rutgers Indonesia Ajak Remaja Melek Isu HKSR

Rabu, 21 Oktober 2020 - 23:11 WIB
loading...
Gandeng JKT48, Rutgers...
Lagu-lagu JKT48 kerap berisi pesan semangat dan jangan menyerah, relasi yang sehat dengan teman sebaya, dan mencintai diri sendiri demi masa depan yang cerah. / Foto: ist
A A A
JAKARTA - Rutgers WPF Indonesia, sebagai organisasi non-profit yang bergerak pada isu Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR) serta pencegahan Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KGBS) mengajak fans JKT48 mengetahui tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas dan bahaya kekerasan. Hal itu disampaikan dalam acara Your Voice, World's Future yang dilaksanakan 17 Oktober 2020 dan disiarkan melalui channel Youtube Rutgers Indonesia.

(Baca juga: Daftar Lengkap Nominasi Anugerah Musik Indonesia Awards 2020 )

Acara tersebut menjadi ajang untuk menunjukkan hasil kerja tiap program termasuk pelaksanaan desiminasi pengetahuan HKSR dan KBGS kepada masyarakat luas serta memperkuat branding Rutgers WPF Indonesia sebagai center of excellence pada bidang HKSR dan KBGS di Indonesia.

Dalam ajang ini, bukan tanpa alasan Rutgers WPF Indonesia menggandeng grup idol JKT48 , yang beranggotakan wanita-wanita muda yang bakat menyanyi dan menari. Lagu-lagu JKT48 kerap mengandung pesan semangat dan jangan menyerah, relasi yang sehat dengan teman sebaya, dan mencintai diri sendiri demi masa depan yang cerah. Dengan demikian, sangattepat bila JKT48 dilibatkan untuk membantu menyampaikan isu-isu Rutgers WPF Indonesia kepada para remaja.

Hingga saat ini rekaman acara Your Voice, World's Future sudah disaksikan lebih dari 10.000 fans JKT48 dan juga para remaja lintas wilayah di Indonesia. Kegiatan ini dibuka dengan penampilan JKT 48 yang membawakan lagu Heavy Rotation. Rangkaian acara ini pun diisi showcase program-program Rutgers WPF Indonesia yang menyajikan capaian-capaian program, serta testimoni-testimoni dari para penerima manfaat.

"Sebagai sebuah ikhtiar, Rutgers Indonesia mempertemukan dua dunia, remaja dan dewasa agar keduanya dapat bergerak bersama, bukan sekadar dapat saling berbicara tetapi juga berdialog, bukan hanya bekerjasama tetapi mencipta karya bersama, bukan hanya saling mendengar tetapi saling menyimak dan bukan hanya saling mengerti tetapi saling memahami," ujar Country Representative Rutgers WPF Indonesia, Amala Rahmah.

Salah satu penerima manfaat dari program Rutgers Indonesia, Luh Putu Wulandari Artha, KISARA PKBI Bali mengatakan bahwa sebelumnya tidak cukup percaya diri dan insecure untuk berkomunikasi, berinteraksi dan bernegosiasi dengan orang dewasa.

"Dengan mengikuti Training Meaningful Youth Participation (MYP) saya jadi lebih tahu kalau remaja harus berani menyuarakan pendapatnya sendiri, karena kalau bukan kita sendiri sebagai remaja siapa lagi yang lagi lebih tahu kebutuhan kita selain kita sendiri," ujarnya mantap.

Kegiatan ini banyak menyajikan pertunjukan menarik. Salah satunya, pertunjukan drama melalui video yang berjudul Dialog Meja Makan, yang menceritakan tentang percakapan antara suami dan istri tentang norma gender di masyarakat yang mempengaruhi kehidupan mereka sehari-hari.

Mengutip salah satu dialog dari pertunjukan ini. "Kadang dunia juga enggak adil kok untuk laki-laki, harus bisa strong, harus bisa mimpin, harus bisa tanggung jawab sama urusan keluarga," ungkap pemeran laki-laki.

Lalu, pemeran perempuan menjawab, "Lalu kenapa enggak dibagi sama aku? Jadi kita bisa ngerjain sama-sama. Kan semua yang dilakukan perempuan, laki-laki juga bisa, Begitupun sebaliknya."

(Baca juga: Stres Bisa Pengaruhi Perilaku Makan pada Anak )

Selama 2,5 jam tayang di Youtube, kegiatan ini ditutup sebuah penampilan kolaborasi dari Rutgers Indonesia dan JKT48, membawakan lagu dan tarian Just Speak Up!, sebuah original jingle dari Rutgers WPF Indonesia untuk mengajak para remaja agar memiliki keberanian untuk berbicara demi mendapatkan masa depan yang lebih cerah.
(nug)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Soroti Kasus Penyekapan...
Soroti Kasus Penyekapan di Bandung, Veronica Tan Ingatkan Bahaya Hubungan Toxic
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Anrez Putra Adelio Siap...
Anrez Putra Adelio Siap Hadapi Laporan Pacar, Klaim Punya Bukti Kuat
Kasus Dugaan Kekerasan...
Kasus Dugaan Kekerasan Seksual yang Libatkan Mohan Hazian, Polisi Belum Terima Laporan
Diterpa Tudingan Kekerasan...
Diterpa Tudingan Kekerasan Seksual, Mohan Hazian: Jangan Seret Istri dan Anak
Terseret Dugaan Kekerasan...
Terseret Dugaan Kekerasan Seksual, Mohan Hazian Dinonaktifkan dari Thanksinsomnia
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Rekomendasi
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Seluruh Permintaan Praperadilan Roy Suryo
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
Berita Terkini
Mengenal Penyakit Lyme,...
Mengenal Penyakit Lyme, Infeksi yang Diidap Bella Hadid hingga Sebabkan Gejala Kronis
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan...
Jisoo BLACKPINK Dinobatkan Jadi Artis K-Pop dengan Wajah Tercantik, Aksi Donasinya Ikut Disorot
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Ruben Onsu Siap Daftarkan...
Ruben Onsu Siap Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak Usai Pulang Umrah
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Tegaskan Kerja Sama Hanya Barter Fasilitas Umrah
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan...
Awkarin Dicecar 33 Pertanyaan soal Kerja Sama dengan Hanania Group
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved